Home » Tiga Unit Sekolah Yayasan Tunas Karya Wilayah Belinyu Terjebak Dalam Keheningan, Ada Apa?

Tiga Unit Sekolah Yayasan Tunas Karya Wilayah Belinyu Terjebak Dalam Keheningan, Ada Apa?

oleh Tarsisius Ramto Idong

Belinyu, YTKNews.id – Belum sepenuhnya sirna suasana sukacita Perayaan HUT TK dan SD Santa Agnes Belinyu, tiga unit sekolah di bawah naungan Yayasan Tunas Karya, yakni TK Santa Agnes, SD Santa Agnes, dan SMP Santa Agnes, justru terhanyut dalam suasana hening dan reflektif di Aula SD Santa Agnes, Rabu, 21 Januari 2026.

Keheningan ini bukanlah tanpa makna. Ia hadir dalam perjumpaan Guru dan Staf Sekolah sebagai sebuah momen refleksi bersama, sebuah ruang permenungan untuk memperbarui semangat, menyatukan visi, dan memperkuat komitmen dalam perjalanan bersama membangun sekolah yang semakin baik dan unggul dalam pelayanan pendidikan di wilayah Belinyu. Pertemuan ini menjadi momen yang cukup langka, mengingat masing-masing unit sekolah memiliki ritme dan kesibukan tersendiri dalam “ziarah pendidikan” yang mereka jalani setiap hari.

Pertemuan reflektif ini diawali dengan pengarahan dari Kepala TK Santa Agnes, Silvia Yussanti, yang mengajak seluruh guru dan staf untuk kembali menghidupi Visi Yayasan Tunas Karya sebagai pedoman utama dalam bekerja dan berkarya di dunia pendidikan. Ia menegaskan pentingnya sikap saling menghargai antar rekan kerja, membangun budaya saling menghormati, menghadirkan senyum dalam setiap pelayanan, serta menikmati setiap tanggung jawab yang dipercayakan. Menurutnya, kekuatan sekolah tidak terletak pada individu, melainkan pada kerja sama seluruh bagian yang saling menopang satu sama lain.

Pengarahan berikutnya disampaikan oleh Kepala SD Santa Agnes, Anselmia Alexa, yang menekankan nilai etika dan disiplin kerja sebagai fondasi utama dalam pelayanan pendidikan. Ia menegaskan bahwa profesionalisme tidak hanya diukur dari kemampuan mengajar, tetapi juga dari sikap, tanggung jawab, dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai bagian dari Yayasan Tunas Karya.

Pengarahan terakhir disampaikan oleh Kepala SMP Santo Yosef Belinyu, Marcelinus Eko Sudaryanto, yang menegaskan kembali pesan-pesan dari dua kepala sekolah sebelumnya. Ia menambahkan pentingnya membangun keterhubungan yang kuat antarunit, mulai dari TK, SD, hingga SMP, sebagai satu kesatuan ekosistem pendidikan. Sinergi ini, menurutnya, menjadi semakin penting terutama dalam masa PPDB yang sedang berlangsung, agar seluruh unit dapat bergerak searah, saling mendukung, dan saling menguatkan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing dari perwakilan setiap unit sekolah yang berlangsung hangat dan penuh keterbukaan, serta diakhiri dengan kegiatan tukar kado bersama sebagai simbol kebersamaan, persaudaraan, dan sukacita dalam komunitas pendidikan Yayasan Tunas Karya.

Dalam keheningan yang tercipta, tersimpan makna yang dalam. Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah ruang penyadaran bahwa pendidikan bukan hanya tentang kurikulum dan ruang kelas, tetapi tentang hati, relasi, dan pelayanan. Dari aula sederhana di SD Santa Agnes, tumbuh kembali semangat kebersamaan, persatuan, dan komitmen bersama untuk terus berjalan sebagai satu tubuh, TK, SD, dan SMP, dalam satu visi, satu pelayanan, dan satu misi pendidikan demi masa depan generasi Belinyu yang lebih baik.

Foto: Panitia HUT TK SD Santa Agnes Belinyu

Anda mungkin juga suka