Belinyu, YTKNews.id – Sebanyak 40 siswa SMP Santo Yosef yang merupakan perwakilan dari kelas VII dan VIII mengikuti kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana pada Rabu, 21 Oktober 2026. Kegiatan edukatif dalam rangka mewujudkan program Sekolah Aman Bencana ini berlangsung di Laboratorium Komputer SMP Santo Yosef dan diselenggarakan langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka.
Sejak pagi hari, suasana di Laboratorium Komputer SMP Santo Yosef tampak berbeda. Para siswa perwakilan kelas VII dan VIII telah berkumpul dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan penuh semangat dan antusiasme untuk memperluas wawasan mengenai kebencanaan.
Dalam pemaparannya, tim BPBD Kabupaten Bangka menyampaikan materi yang komprehensif, tetapi tetap mudah dipahami oleh para siswa. Edukasi diawali dengan pengenalan berbagai jenis bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, khususnya potensi ancaman bencana di wilayah Kabupaten Bangka dan sekitarnya. Pihak BPBD juga menjelaskan secara terperinci faktor-faktor penyebab terjadinya bencana alam, baik yang dipicu oleh fenomena alam maupun akibat aktivitas manusia yang merusak lingkungan.
Tidak hanya memberikan pemahaman teoretis, petugas BPBD Kabupaten Bangka juga memberikan panduan praktis mengenai langkah-langkah mitigasi dan penanggulangan dalam situasi darurat. Para siswa dibekali pengetahuan tentang tindakan tepat yang harus dilakukan saat terjadi bencana, seperti teknik evakuasi mandiri, cara berlindung yang aman, hingga pentingnya menjaga ketenangan agar tidak panik saat menghadapi kondisi kritis.
Seorang perwakilan BPBD Kabupaten Bangka menjelaskan tujuan utama pelaksanaan program edukasi ini di lingkungan sekolah.
“Edukasi KIE ini bertujuan untuk memetakan risiko sekaligus menanamkan budaya siaga bencana sejak usia sekolah. Kami ingin memastikan anak-anak tidak hanya memahami potensi bahaya di sekitarnya, tetapi juga memiliki keterampilan dasar mitigasi dan mengetahui langkah-langkah penyelamatan diri secara mandiri ketika ancaman bencana datang.”
Salah satu peserta kegiatan, Fiorella Clarissa, mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan wawasan berharga dari sosialisasi tersebut.
“Kegiatannya seru sekali dan memberikan banyak manfaat bagi kami. Melalui sosialisasi dari BPBD ini, kami jadi lebih tahu dan memahami berbagai jenis bencana alam. Selain itu, kami juga paham apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri dan membantu sesama kalau tiba-tiba terjadi situasi darurat,” ujar Fiorella dengan penuh semangat seusai kegiatan.
Dukungan positif dan apresiasi juga datang dari pihak sekolah. Oktavia Ritonga, guru SMP Santo Yosef yang bertugas mendampingi para siswa selama kegiatan berlangsung, menyampaikan bahwa pembekalan kesiapsiagaan bencana sangat penting bagi generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kehadiran tim BPBD Kabupaten Bangka di SMP Santo Yosef. Edukasi KIE seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran serta kesiapsiagaan siswa sejak dini. Melalui kegiatan Sekolah Aman Bencana ini, anak-anak tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga dilatih untuk tanggap, tangguh, dan tidak panik jika dihadapkan pada risiko bahaya di sekitar mereka,” ungkap Oktavia.
Melalui penyelenggaraan kegiatan Sekolah Aman Bencana ini, pihak sekolah berharap 40 siswa yang telah mendapatkan pembekalan dapat menjadi agen informasi bagi teman-teman sebaya di lingkungan sekolah. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat disebarluaskan kepada seluruh warga SMP Santo Yosef serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, siaga, dan tanggap terhadap bencana alam.
Kontributor: Tri
