Home » SMP Santa Theresia Raih Juara 1 dan Juara 3 Gebyar Naskar Vol. 05

SMP Santa Theresia Raih Juara 1 dan Juara 3 Gebyar Naskar Vol. 05

oleh humas YTK

Pangkalpinang, YTKNews.id – SMP Santa Theresia kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 dan Juara 3 Lomba Konten Kreatif dalam kegiatan Gebyar Naskar Vol. 05 yang diselenggarakan oleh SMK Tunas Karya pada 8 Oktober 2026. Prestasi ini menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba, kreativitas, kerja sama, dan ketekunan dalam menjalani proses dapat menghasilkan pencapaian yang luar biasa.

Perjalanan menuju prestasi ini tidak dimulai dari panggung perlombaan, melainkan dari proses pembelajaran di kelas. Sebelum menentukan perwakilan yang akan mengikuti Lomba Konten Kreatif, SMP Santa Theresia terlebih dahulu mengadakan seleksi melalui penugasan Mata Pelajaran Literasi bagi murid kelas IX. Setiap kelas dibagi menjadi lima hingga enam kelompok secara acak untuk menghasilkan video inspiratif yang memuat ide, kreativitas, dan pesan positif.

Pembentukan kelompok ini menjadi kesempatan bagi murid untuk menunjukkan potensi terbaik mereka. Setiap karya menjadi ruang bagi murid untuk belajar menyampaikan gagasan, mengembangkan kreativitas, serta membangun keberanian untuk menghasilkan sesuatu yang bermakna.

Menyatukan berbagai potensi dalam sebuah tim yang solid ternyata mampu melahirkan kekuatan yang luar biasa. Proses ini bukan sekadar tentang siapa yang ditunjuk untuk mengikuti perlombaan, tetapi tentang siapa yang berani melangkah, bersedia ditempa, dan tidak kenal lelah untuk berjuang.

Setelah batas waktu pengumpulan tugas berakhir, seluruh video yang dihasilkan ditonton bersama di ruang Perpustakaan SMP Santa Theresia. Dalam kesempatan tersebut, Stefani Indah selaku Koordinator Perpustakaan SMP Santa Theresia menyampaikan bahwa beberapa murid akan dipilih secara acak sesuai dengan kebutuhan untuk menjadi perwakilan sekolah dalam Lomba Konten Kreatif. Pemilihan ini merupakan tindak lanjut dari penugasan Mata Pelajaran Literasi yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Melalui proses tersebut, SMP Santa Theresia akhirnya mengirimkan tiga tim untuk berkompetisi dalam kategori Cinematic Video dan Mini Vlog. Ketiga tim mempersiapkan karya mereka melalui diskusi beberapa kali di grup WhatsApp, pengembangan ide, penyusunan konsep, hingga pengarahan sebelum proses pengambilan video dilakukan. Dengan konsep pembuatan video secara on the spot, para murid ditantang untuk berpikir kreatif, beradaptasi dengan situasi, dan mengambil keputusan secara cepat tanpa mengesampingkan kualitas karya.

Setiap anggota tim berusaha memberikan kontribusi terbaiknya. Tidak semua proses berjalan mudah, tetapi berbagai tantangan justru menjadi kesempatan untuk belajar tentang tanggung jawab, komunikasi, pengorbanan, dan arti bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

Di balik piala dan apresiasi yang berhasil diraih, terdapat dedikasi yang tidak selalu terlihat oleh orang lain. Ada perjuangan bertahan di bawah terik matahari, menahan lapar, mengatur waktu, serta terus melangkah meskipun rasa lelah mulai terasa. Semua dilakukan dengan satu tujuan memberikan yang terbaik bagi diri sendiri, tim, dan sekolah tercinta.

Elizabeth Nadya Kaligis selaku Ketua Tim 1 Lomba Konten Kreatif mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas pencapaian yang diraih oleh SMP Santa Theresia.

“Prestasi ini bukan hanya tentang kemenangan dan penghargaan, melainkan juga tentang proses panjang yang telah dilalui bersama, mulai dari merancang ide, berdiskusi, membagi tugas, hingga menghadapi tantangan selama pembuatan video.” ungkapnya.

Ia bersyukur karena setiap anggota tim telah berusaha memberikan kemampuan terbaiknya dan saling mendukung dalam proses pengerjaan. Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga bahwa sebuah karya yang baik tidak lahir dari usaha satu orang saja, tetapi dari kesediaan setiap anggota untuk saling melengkapi dan bertanggung jawab.

Keberhasilan meraih Juara 1 dan Juara 3 menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seluruh tim. Namun, lebih dari itu, Elizabeth berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi murid-murid lainnya untuk tidak takut mencoba, berani menuangkan ide, dan percaya bahwa setiap kesempatan dapat menjadi jalan untuk bertumbuh.

Rasa syukur tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap keberhasilan patut dirayakan tanpa melupakan orang-orang yang telah mendukung dan memberikan kepercayaan. Sebab, prestasi yang diraih hari ini merupakan hasil dari keberanian untuk memulai, ketekunan dalam berproses, serta semangat untuk terus memberikan yang terbaik.

Stefani Indah selaku Koordinator Perpustakaan sekaligus Guru Pendamping Mata Pelajaran Literasi menyampaikan bahwa proses ini merupakan bagian penting dari pembelajaran yang memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan potensi diri secara nyata.

Melalui penugasan pembuatan video inspiratif, murid tidak hanya belajar menghasilkan sebuah karya, tetapi juga belajar mengolah informasi, menyampaikan pesan, berpikir kreatif, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang dipercayakan kepada mereka. Literasi dalam konteks ini tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi berkembang menjadi kemampuan memahami persoalan, mengolah gagasan, serta mengomunikasikan pesan melalui media yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Menurutnya, proses seleksi juga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk melihat potensi murid yang mungkin belum sepenuhnya terlihat dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Setiap murid memiliki kelebihan masing-masing, dan ketika potensi tersebut diberikan ruang untuk berkembang, hasilnya dapat menjadi sesuatu yang membanggakan.

Semoga prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para pemenang, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh murid SMP Santa Theresia agar berani mencoba hal baru, tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, dan mampu menghargai setiap proses pembelajaran. Kemenangan merupakan hal yang patut disyukuri, tetapi karakter, pengalaman, dan nilai-nilai positif yang terbentuk selama proses perjuangan merupakan bekal yang jauh lebih berharga untuk masa depan.

Kontributor: Findi Xaverius

 

 

Anda mungkin juga suka