Batam, YTKNews.id – Memasuki hari ketiga Pendidikan dan Latihan (Diklat) Pegawai Tidak Tetap (PTT) Angkatan VIII Tahun 2026 Yayasan Tunas Karya (YTK) wilayah Kepulauan Riau, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai sistem penggajian pegawai. Kegiatan berlangsung di Ballroom SMA Yos Sudarso Batam, Jumat (17/10/2026), pukul 08.00–12.00 WIB.
Materi dibawakan oleh RD. Yudi Kristianto, M.M., Finance, dipandu oleh Kepala Divisi Harta Benda dan Keuangan (HBK), Ibu Bi Lie, S.Akun. Pembekalan ini bertujuan agar para pegawai baru memahami hak dan kewajiban mereka sebagai bagian dari keluarga besar YTK, khususnya yang berkaitan dengan sistem penggajian dan berbagai ketentuan kepegawaian.

Dalam pemaparannya, RD. Yudi Kristianto menjelaskan berbagai aspek penggajian, mulai dari ketentuan umum, gaji pokok, mekanisme dan tanggal pembayaran gaji, hingga tunjangan keluarga, tunjangan struktural bagi kepala sekolah dan wakil kepala sekolah, serta tunjangan fungsional berdasarkan golongan dan jenis tenaga kerja, baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan dan nonkependidikan.
Selain itu, peserta juga mendapat penjelasan mengenai tunjangan kesejahteraan, bantuan dan penghargaan bagi pegawai yayasan, honorarium dan kelebihan jam mengajar bagi pegawai tetap maupun pegawai tidak tetap, serta tugas tambahan yang diperhitungkan sebagai kelebihan jam kerja. Materi turut mencakup skema bantuan dan hadiah tahunan, penghargaan bagi guru berprestasi, serta struktur tunjangan dan honorarium tambahan.
Aspek perlindungan dan kesejahteraan pegawai juga menjadi bagian penting dalam pembekalan ini. Peserta diperkenalkan dengan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan beserta program-programnya, dana pensiun non-KWI, pajak penghasilan, dan ketentuan penghasilan tidak kena pajak.

Tidak hanya itu, materi juga membahas ketentuan perjalanan dinas pegawai, baik untuk pegawai baru maupun untuk pelaksanaan tugas tertentu. Penjelasan dilengkapi dengan ketentuan mengenai penerima Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK) serta uang komitmen kerja.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta juga mengerjakan soal tertulis evaluasi untuk mengukur pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan.
Ditutup dengan Perayaan Ekaristi
Rangkaian Diklat PTT Angkatan VIII Tahun 2026 YTK wilayah Kepulauan Riau ini ditutup dengan Perayaan Ekaristi bersama yang dipimpin oleh RD. Martin da Silva. Perayaan Ekaristi berlangsung dengan tenang dan khidmat. Meskipun para peserta berasal dari latar belakang keyakinan yang berbeda, suasana kebersamaan dan persaudaraan tetap terasa sepanjang perayaan. Momen ini sekaligus menjadi ungkapan syukur atas seluruh proses pembekalan yang telah dijalani selama tiga hari.
Dalam homilinya, RD. Martin mengajak para peserta merenungkan makna persaudaraan melalui Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus. Paulus menyapa umat beriman dengan sebutan “saudara-saudara”. Sapaan sederhana ini mengandung makna mendalam tentang relasi yang dibangun dalam iman, kasih, dan kepedulian satu sama lain.

Menurut RD. Martin, semangat persaudaraan tersebut juga telah tumbuh di antara para peserta selama mengikuti Diklat. Mereka tidak hanya duduk bersama untuk mendengarkan materi, tetapi juga belajar mengenal, memahami, dan menguatkan satu sama lain.
Beliau mengajak peserta untuk mensyukuri pengalaman berharga tersebut. Selama tiga hari, para peserta telah menerima berbagai materi, mulai dari visi, misi, spiritualitas, peraturan kepegawaian, uraian jabatan, hingga sistem penggajian YTK. Namun, ada sesuatu yang tidak kalah penting untuk dibawa pulang, yakni persaudaraan yang telah terjalin.
“Kita pulang bukan hanya membawa materi berupa visi, misi, spiritualitas, peraturan kepegawaian, uraian jabatan, dan sistem penggajian YTK, tetapi juga membawa persaudaraan.”
Lebih lanjut, RD. Martin menegaskan bahwa pengalaman Diklat hendaknya meninggalkan kesan yang lebih dalam daripada sekadar pengetahuan baru.
“Kita tidak hanya membawa pengetahuan baru, tetapi juga hati yang lebih terbuka. Kita tidak hanya membawa catatan materi, tetapi juga semangat untuk saling mendukung. Kita tidak hanya mengingat siapa yang memberikan materi, tetapi juga mengingat saudara-saudari yang selama tiga hari ini berjalan bersama kita.”
Seremonial Penutup
Setelah perayaan ekaristi, dilanjutkan dengan seremonial penutupan Diklat. Dalam laporan ketua panitia, Bapak Frans, S.Pd., Ekop., M.M. menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan terlaksana sesuai dengan yang telah direncanakan. Beliau mengapresiasi partisipasi aktif dan antusiasme peserta selama mengikuti setiap sesi. Materi yang diberikan diharapkan tidak hanya dipahami, tetapi juga diwujudnyatakan dalam pekerjaan sehari-hari.

Beliau juga mengingatkan para pegawai yang belum memiliki seragam YTK agar segera melengkapinya sebagai bagian dari identitas bersama. Lebih dari sekadar atribut, identitas YTK perlu tampak melalui sikap, perilaku, dan cara setiap pegawai memberikan pelayanan.
Pada kesempatan tersebut, Pak Frans menyampaikan terima kasih kepada Pengurus YTK dan Kepala Sekolah SMA Yos Sudarso Batam beserta seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan Diklat.
“Semoga Diklat ini menjadi bekal awal bagi para pegawai untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan semangat yang sama, serta mampu menghadirkan layanan pendidikan yang adil dan humanis,” demikian harapan Pak Frans yang disampaikan dalam penutupan kegiatan.
Pengalaman Berharga dan Energi Positif
Kesan dan pesan peserta Diklat disampaikan oleh Maria Helena Virgine, S.Psi. Ia mengungkapkan bahwa pada awalnya dirinya sempat merasa takut dan khawatir. Namun, setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, kekhawatiran tersebut perlahan berubah menjadi pengalaman yang berharga.
Baginya, Diklat ini menjadi kesempatan untuk menemukan jawaban atas berbagai kebingungan yang selama ini dirasakan dalam menjalankan tugas. Penjelasan dari para narasumber memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai dunia kerja dan tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga besar YTK.
Beliau juga mengungkapkan rasa terima kasih atas suasana kebersamaan yang terbangun selama kegiatan. Interaksi dengan sesama peserta dan para pendamping menghadirkan energi positif, rasa saling mendukung, serta semangat untuk terus belajar.
Menurutnya, para peserta diarahkan dengan sangat baik dan diajak untuk saling merangkul. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal untuk membangun kerja sama yang semakin kuat setelah kembali ke unit kerja masing-masing. Ia pun berharap seluruh peserta dapat berhasil dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, serta membawa pulang semangat baru untuk berkarya di lingkungan YTK.

Meneguhkan Identitas sebagai Murid dan Hamba
Ketua YTK, RD. Servasius Samuel, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dalam sambutan penutuapan Diklat menyampaikan bahwa pelaksanaan Diklat PTT Angkatan VIII telah berjalan dengan sangat baik. Beliau mengapresiasi laporan pelaksanaan kegiatan serta kesan dan pesan yang disampaikan oleh perwakilan peserta.
Menurutnya, Diklat ini merupakan bagian penting dari upaya YTK mempersiapkan pegawai baru agar semakin memahami identitas, nilai-nilai, dan arah pelayanan yayasan. Kebutuhan pembekalan bagi para pegawai PTT telah dilaksanakan, sedangkan tingkat pemahaman peserta akan semakin terlihat melalui hasil tes yang dilakukan.
Samuel juga menegaskan pentingnya setiap pegawai menghayati identitas dirinya sebagai murid dan hamba. Identitas tersebut mengajak setiap pribadi untuk terus belajar, bersedia dibentuk, rendah hati, serta melayani dengan penuh tanggung jawab.
Ia berharap semangat yang dibawa peserta ketika pertama kali memasuki lingkungan YTK tetap terpelihara, bahkan semakin bertumbuh setelah mengikuti Diklat. Berbagai materi yang telah diterima hendaknya tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi bekal nyata dalam bekerja dan berkarya.
“Setelah Diklat ini, saya berharap Bapak dan Ibu pulang dengan semangat yang sama seperti ketika pertama kali masuk, bahkan dengan semangat yang semakin kuat untuk berkarya di YTK,” demikian pesan yang ditekankan dalam sambutannya.
Lebih lanjut, RD. Samuel mengajak para peserta untuk memberikan kontribusi terbaik sesuai dengan kompetensi masing-masing. Setiap pegawai memiliki peran penting dalam meninggalkan jejak pelayanan yang kuat bagi dunia pendidikan di Provinsi Kepulauan Riau dan Kepulauan Bangka Belitung.
Pulang Membawa Semangat Pelayanan
Penutupan Diklat PTT Angkatan VIII bukan sekadar berakhirnya rangkaian pembekalan, melainkan awal dari perjalanan pelayanan di unit kerja masing-masing. Pengetahuan, pengalaman, dan relasi yang dibangun selama kegiatan diharapkan menjadi modal untuk bekerja secara profesional, saling mendukung, dan menghidupi nilai-nilai YTK.
Dengan bekal tersebut, 61 peserta diharapkan semakin siap menjalankan tugas dan tanggung jawab, menghadirkan pelayanan pendidikan yang adil dan humanis, serta ikut mewujudkan visi dan misi YTK melalui karya nyata di sekolah dan unit kerja masing-masing.
Semangat kebersamaan yang tumbuh selama Diklat diharapkan terus terpelihara, sehingga setiap pegawai tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian dari keluarga besar YTK yang saling menguatkan dalam melayani generasi muda. (da silva, pr)
