Home » Jelajah Jejak Timah Bangka, Murid SMP Santa Theresia Belajar Seru di Museum Ini

Jelajah Jejak Timah Bangka, Murid SMP Santa Theresia Belajar Seru di Museum Ini

oleh humas YTK

Pangkalpinang, YTKNews.id — Dalam rangka memperingati Hari Museum Nasional yang jatuh pada 12 Oktober 2026, murid SMP Santa Theresia Pangkalpinang melakukan kunjungan edukatif ke Museum Timah Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan pada 10 Oktober 2026 ini menjadi kesempatan bagi para murid untuk mengenal lebih dekat sejarah pertambangan timah serta proses pengolahannya di Pulau Bangka dan Belitung.

Kegiatan ini merupakan salah satu program Perpustakaan SMP Santa Theresia Pangkalpinang yang bertujuan menghadirkan pengalaman belajar di luar kelas (outdoor learning). Dalam pelaksanaannya, perwakilan murid dari Tim Jurnalistik dan Tim Perpustakaan berkolaborasi untuk menggali informasi, menambah wawasan, serta mendokumentasikan pengalaman belajar secara langsung.

Museum Timah Indonesia yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 179, Pangkalpinang, menyimpan berbagai informasi bersejarah. Para murid tidak hanya mempelajari perjalanan industri timah, tetapi juga mengenal berbagai peralatan penambangan, mulai dari yang tradisional hingga modern. Selain itu, museum ini menyimpan kisah sejarah perjuangan bangsa, termasuk perlawanan pahlawan daerah Bangka, Depati Amir dan Depati Bahrin, serta sejarah persinggahan Ir. Soekarno di Bangka Belitung.

Suasana kunjungan semakin menarik ketika para murid aktif mengajukan pertanyaan. Salah satunya adalah Bella, yang bertanya mengenai dampak kegiatan penambangan terhadap lingkungan serta upaya PT Timah dalam mengatasinya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Hadi, selaku pemandu kegiatan, menjelaskan bahwa kegiatan pertambangan memiliki dampak positif dan negatif.

“Kegiatan pertambangan memiliki dampak positif dan negatif. Upaya pemulihan lingkungan dapat dilakukan melalui penanaman kembali pohon serta pemulihan ekosistem perairan, termasuk penebaran benih ikan dan upaya menjaga terumbu karang,” jelasnya.

Pertanyaan tersebut menunjukkan rasa ingin tahu para murid terhadap pentingnya menyeimbangkan pemanfaatan sumber daya alam dengan pelestarian lingkungan. Berbagai pertanyaan lainnya juga disampaikan untuk menggali lebih dalam sejarah dan pengelolaan timah di Negeri Serumpun Sebalai.

Indah, selaku pustakawan sekolah yang turut mendampingi kegiatan, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program perpustakaan untuk mendukung pembelajaran di luar kelas.

“Melalui kegiatan edukasi ini, murid dapat mengetahui banyak hal dan memperoleh informasi menarik secara langsung. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi jembatan menuju pengalaman belajar yang lebih luas,” ungkapnya.

Melalui kunjungan ini, murid SMP Santa Theresia diharapkan semakin mengenal sejarah daerahnya, mencintai budaya lokal, serta memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan demi masa depan Bangka Belitung.

Kontributor: Stefani

Anda mungkin juga suka