Pangkalpinang, YTKNews.id – Hari kedua kegiatan kokurikuler murid kelas IX SMP Santa Theresia Pangkalpinang berlangsung dengan penuh semangat. Kegiatan kokurikuler kali ini mengusung tema Kearifan Lokal dengan topik Merawat Warisan Rasa, Melestarikan Budaya Bangka Belitung. Setelah mendengar instruksi dari para guru pendamping, para murid dengan penuh antusias langsung menyiapkan berbagai keperluan untuk pembuatan infografis dan makanan tiruan (dummy food) khas Bangka Belitung. Dalam sesi ini, setiap kelompok diminta untuk sungguh-sungguh mengidentifikasi bahan, bentuk, warna, hingga ciri khas dari hidangan kuliner yang mereka pilih.
Proses pengerjaan diawali dengan memeriksa kelengkapan informasi yang akan ditampilkan pada infografis dan dummy food. Masing-masing kelompok memastikan seluruh anggota memahami peran dan tugasnya secara jelas. Setelah tahap persiapan selesai, para murid bergotong royong merangkai bagian-bagian dummy food sembari melakukan pengecekan berkala untuk memastikan partisipasi aktif seluruh anggota.

Berdasarkan data refleksi di akhir kegiatan, antusiasme para murid tergolong sangat tinggi. Sebanyak 55.9% murid menyatakan merasa senang, sedangkan 29.4% mengaku sangat senang dengan jalannya alur kegiatan hari ini.
Suasana ruang kelas diwarnai canda tawa dan kolaborasi yang erat. Fabian, murid kelas 9A, membagikan keseruannya saat mengolah bentuk-bentuk makanan pilihan kelompoknya.
“Banyak hal lucu terjadi saat kami membuat bentuk tiruan dari makanan kuliner. Ada yang bentuknya penyok, miring, dan celetukan teman-teman membuat kami semua tertawa. Kami saling membantu menyelesaikan tugas dan bekerja sama dengan baik. Saya merasa senang karena kegiatan kelompok menjadi sangat seru,” tutur Fabian.
Laurencia Evelyn, salah satu murid kelas 9B turut merasakan dampak positif dari kegiatan kokurikuler kali ini. Ia mengakui bahwa kegiatan kokurikuler kali ini memberikan ruang yang baik bagi dirinya untuk belajar dan bertukar pikiran bersama teman-teman. Laurencia berharap kegiatan berikutnya dapat berlangsung lebih seru, di mana setiap anggota terus saling menghargai pendapat dan bekerja sama agar tugas dapat diselesaikan tanpa hambatan.
Selain menguji kreativitas, kegiatan kokurikuler ini menjadi ajang pembentukan karakter dan pengelolaan emosi bagi para murid. Felisa Laurensia, murid kelas 9D, menceritakan pengalamannya saat menghadapi kendala ketika bahan clay yang disiapkan untuk dibentuk seperti kuah dummy food sempat diambil oleh murid lain di luar kelompoknya.
“Saya belajar untuk tetap sabar dan memilih tidak marah apalagi sampai berteriak padanya. Untungnya bahan tersebut tidak diambil seluruhnya, sehingga sisanya masih bisa kami olah menjadi kuah,” ungkap Felisa.
Menanggapi dinamika kegiatan serta hasil refleksi para murid, Koordinator Kokurikuler SMP Santa Theresia, Theresia Feby Pakpahan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat dan kedewasaan sikap yang ditunjukkan oleh para murid.

“Kami sangat bangga melihat dinamika yang terjadi di hari kedua ini. Kegiatan kokurikuler ini tidak sekadar menguji kemampuan kreativitas para murid dalam membuat infografis dan dummy food, tetapi menjadi sarana pembentukan karakter yang nyata. Melihat para murid belajar berkolaborasi, menghargai perbedaan pendapat, hingga mengolah emosi dan bersabar saat menghadapi kendala menunjukkan bahwa proses pembentukkan karakter berjalan dengan sangat baik,” tutur Theresia Feby Pakpahan.
Hari kedua kegiatan kokurikuler kelas 9 SMP Santa Theresia tidak hanya melahirkan karya infografis dan dummy food yang menarik, tetapi juga mempererat kebersamaan serta membangun karakter positif antarmurid.
Kontributor: Alexander
