Misa Pertama di Ruang Baru: Ketika SMP Yos Sudarso II Berkembang dalam Iman dan Kebersamaan
Batam, YTKNews.id – Ada sesuatu yang berbeda dalam pelaksanaan Misa bersama yang dilakukan di SMP Yos Sudarso II Batam. Perayaan Ekaristi hari itu menjadi salah satu tanda syukur mereka atas tambahan bangunan baru yang telah mereka tempati. Tak hanya itu, perayaan syukur ini pula menjadi penanda sebuah perjalanan baru yang dewasa bagi sekolah yang sedang terus bertumbuh ini.
Ini adalah kali pertama SMP Yos Sudarso II bisa menyelenggarakan Misa bersama di ruang sekolah sendiri. Mereka memiliki ruang paralel yang bisa diperluas dengan cara membuka partisi yang berada di antara kelas 7 Benedictus dan 7 Camilus. Siang itu, dua ruang kelas ini menjadi lebih luas, sehingga membuat murid, guru, dan seluruh keluarga besar sekolah dapat berkumpul dalam satu perayaan iman.
Bagi sebuah sekolah yang masih muda, perkembangan ini mungkin terlihat kecil. Namun, di balik terbukanya partisi ruangan, ada cerita tentang sebuah sekolah yang sedang membuka jalan lebih luas untuk berkembang.

Dari Ruang Kelas, Menjadi Ruang Kebersamaan
Misa kali ini tidak hanya mau berbicara tentang tempat pelaksanaannya. Bertambahnya ruang kelas menjadi simbol perjalanan SMP Yos Sudarso II. Ruang kelas tidak hanya menjadi tempat murid belajar tentang pengetahuan, tetapi juga belajar berhenti sejenak, berdoa, berefleksi, dan menyadari tanggung jawab mereka sebagai pribadi yang sedang dipersiapkan untuk masa depan.
Misa di SMP Yos Sudarso II ini dipimpin oleh seorang imam projo, RD. Emanuel Vengi Nivak. Dalam homilinya Romo Eman mengajak seluruh warga sekolah untuk melihat setiap tugas dan kepercayaan sebagai tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Mengacu pada bacaan dalam misa hari itu tentang pengalaman Rasul Paulus. Romo Eman menegaskan bahwa kepercayaan bukanlah sesuatu yang boleh disia-siakan, melainkan sebuah rahmat yang perlu dijalankan dengan setia.

Bertumbuh Bersama, Bukan Sendiri
Pesan lain yang terasa kuat dalam Misa Pertama ini adalah tentang proses bertumbuh bersama. Romo Eman mengajak para murid untuk terus berjuang mencapai cita-cita, sebagaimana seorang atlet yang harus mempersiapkan diri, berlatih, dan menjaga kebugaran agar mampu menyelesaikan lomba. Demikian pula murid perlu mempersiapkan diri melalui proses belajar dan pembentukan karakter. Romo Eman kembali mengaitkan pesannya dalam misa siang itu dengan bacaan pertama dalam misa.
“Jadi kita berlomba-lomba untuk mencapai cita-cita kita, maka perjuangan yang harus kita bangun adalah seperti yang dinasihatkan oleh Paulus dalam bacaan pertama. Paulus dalam bacaan pertama tadi mengingatkan supaya kita dalam arena apapun, dalam situasi atau tujuan hidup apapun harus ada sebuah perjuangan.” tegas Romo Eman dalam homilinya kepada murid SMP Yos Sudarso II yang hadir.
Sekolah pun begitu. SMP Yos Sudarso II kini sedang menjalani “perlombaan”-nya sendiri: bertumbuh sedikit demi sedikit, membangun budaya sekolah, memperkuat kebersamaan, dan mempersiapkan generasi muda untuk masa depan.

Membuka Sekat, Membuka Ruang untuk Bertumbuh
Ada makna sederhana yang bisa ditemukan dari ruang paralel tempat Misa dilaksanakan di tanggal 11 September lalu. Ketika sekat dibuka, ruang menjadi lebih luas. Ketika kebersamaan dibangun, hati pun diharapkan menjadi lebih terbuka.
Inilah semangat yang ingin terus dibangun di SMP Yos Sudarso II Batam: sekolah mereka mulai berkembang bukan hanya dalam fasilitas, tetapi juga dalam iman, karakter, pengetahuan, dan kebersamaan.
Misa Pertama di ruang sekolah sendiri menjadi salah satu penanda perjalanan itu.
Kontributor: Florensia Marselli Kidi.
