Pangkalpinang, YTKNews.id – Murid kelas IX SMP Santa Theresia Pangkalpinang melaksanakan praktik memasak kuliner tradisional pada tanggal 15 Oktober lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kokurikuler bertema Kearifan Lokal dengan topik “Merawat Warisan Rasa, Melestarikan Budaya Bangka Belitung”. Setelah melalui tahap pengenalan, perencanaan, serta pembuatan infografis dan dummy food, murid menerapkan hasil rancangan mereka melalui praktik memasak secara berkelompok.
Sebelum kegiatan dimulai, setiap kelompok memeriksa kembali resep, pembagian tugas, serta kelengkapan alat dan bahan. Guru juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan keselamatan selama proses pengolahan makanan. Persiapan ini dilakukan agar kegiatan berjalan tertib dan setiap anggota memahami tanggung jawabnya.
Selama praktik berlangsung, murid bekerja sama mengolah bahan, mengikuti langkah-langkah pembuatan, hingga menyajikan kuliner pilihan. Mereka menunjukkan keterampilan memasak yang patut diapresiasi untuk usia mereka. Ketelitian dalam menentukan takaran bumbu, kesungguhan mengikuti resep, serta kemampuan mengolah bahan menjadi hidangan siap saji memperlihatkan bahwa murid mampu menerapkan pengetahuan dan perencanaan dengan baik.
Antusiasme murid juga terlihat sepanjang kegiatan. Dengan penuh semangat, mereka mengajak bapak dan ibu guru untuk mencicipi masakan hasil karya kelompok masing-masing. Setiap anggota menjalankan tugasnya, mulai dari menyiapkan bahan dan mengolah masakan hingga menyajikan hidangan. Kerja sama tersebut menjadikan praktik memasak sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mempererat kebersamaan.
Menjelang pukul 11.00 WIB, meja penilaian mulai dipenuhi beragam hidangan hasil karya murid. Aneka kuliner tradisional tersaji, mulai dari lempah kuning, lempah darat, panthiaw, jamian, martabak, bakwan kuah, bujan, hingga otak-otak dan berbagai hidangan lainnya. Es jeruk kalamansi turut melengkapi sajian sebagai minuman segar. Keragaman hidangan ini menunjukkan upaya murid dalam mengenal dan mengeksplorasi kekayaan kuliner Bangka Belitung.
Para juri kemudian mencicipi hidangan dari setiap kelompok untuk melakukan penilaian. Banyaknya sajian yang harus dicicipi membuat para juri menikmati beragam cita rasa hingga merasa cukup kenyang. Momen ini menjadi gambaran kesungguhan murid dalam menyiapkan hidangan terbaik sekaligus memperlihatkan kekayaan kuliner tradisional yang mereka hadirkan.
“Kegiatan kokurikuler ini sangat menyenangkan dan bermanfaat. Melalui kegiatan ini, para murid belajar bekerja sama, berbagi tugas, menjaga kebersihan, dan bertanggung jawab. Mereka juga semakin mengenal kekayaan kuliner Bangka Belitung seperti lempah darat, lempah ikan, dan lain-lain,” ungkap Stefani Indah, salah satu juri kuliner tradisional.
“Semoga kegiatan kokurikuler seperti ini terus dilaksanakan karena dapat menambah pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas siswa. Ke depannya, semoga kegiatan memasak dapat lebih bervariasi,” tambahnya.

Sembari dilakukan penilaian, murid melanjutkan kegiatan dengan makan bersama di kelas masing-masing. Setelah menyantap hasil karya dan rehat sejenak, dengan semangat mereka membereskan kelas dan melakukan piket bersama. Setelah proses penilaian selesai, tim kokurikuler kelas IX mengumumkan para pemenang lomba memasak kuliner tradisional. Juara pertama diraih oleh kelompok 1 kelas IX D dengan sajian lempah darat. Juara kedua diraih oleh kelompok 4 kelas IX B melalui sajian panthiaw, sedangkan juara ketiga diraih oleh kelompok 4 kelas IX D dengan sajian bujan. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas, keterampilan, ketelitian, dan kerja sama murid dalam mengolah kuliner tradisional pilihan mereka.
Theresia Feby Pakpahan, S.Pd., selaku koordinator kokurikuler, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan murid sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap budaya daerah.
“Melalui kegiatan Merawat Warisan Rasa, Melestarikan Budaya Bangka Belitung ini, kami ingin mengajak murid untuk lebih dekat dengan kekayaan budaya daerahnya. Kami berharap pengalaman merencanakan hingga memasak kuliner tradisional dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan lokal serta kesadaran bahwa pelestarian budaya dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui kegiatan kokurikuler ini, murid kelas IX SMP Santa Theresia Pangkalpinang tidak hanya memperoleh pengalaman memasak, tetapi juga belajar menghargai proses, bekerja sama, dan bertanggung jawab. Keterampilan yang ditunjukkan serta keberagaman hidangan yang dihasilkan memperlihatkan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman dapat menjadi sarana untuk mengenal dan mencintai budaya sendiri. Diharapkan, pengalaman ini menumbuhkan kebanggaan terhadap kuliner tradisional Bangka Belitung dan mendorong generasi muda untuk turut melestarikan warisan budaya agar tetap dikenal dari generasi ke generasi.
Kontributor: Theresia
