Mentok, YTKNews.id—Gelak tawa dan nyanyian hangat memecah keheningan di Rumah Lansia Siti Ana, Pangkalpinang, pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Hari itu, puluhan siswa yang tergabung dalam OSIS SMP Santa Maria berkunjung dengan misi sederhana, tetapi membekaskan kesan mendalam: berbagi kasih dan menghibur para penghuni panti.
Kedatangan para siswa tidak hanya membawa bingkisan berupa paket bantuan logistik untuk operasional panti, tetapi juga menghadirkan kehangatan baru bagi para lansia. Berbagai pertunjukan kecil, obrolan santai, hingga lantunan lagu dibawakan para siswa untuk memancing senyum Opa dan Oma di sana.
Pembina OSIS SMP Santa Maria, Suwito, S.I.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang bukan sekadar rutinitas penyerahan bantuan fisik, melainkan sebagai media pembentukan karakter dan empati para siswa.
“Melalui bakti sosial ini, kami ingin anak-anak belajar bahwa kepedulian itu tumbuh dari perjumpaan langsung. Pendidikan karakter tidak cukup hanya diajarkan di dalam kelas, tetapi harus disentuh lewat pengalaman nyata. Melihat senyum Opa dan Oma serta mendengar kisah hidup mereka adalah pelajaran berharga tentang rasa hormat, kesabaran, dan rasa syukur yang akan terus membekas pada diri anak-anak,” ungkap Suwito.

Suasana haru memang tak terelakkan saat sesi mengobrol dari hati ke hati. Tidak sedikit siswa yang terlihat berkaca-kaca menyimak cerita hidup serta wejangan dari para lansia.
Kesan mendalam pun dirasakan oleh para siswa yang hadir. Salah seorang pengurus OSIS mengungkapkan rasa harunya usai menggenggam erat jemari salah satu Oma di panti.
“Awalnya kami datang dengan niat mau menghibur Opa dan Oma di sini, tetapi ternyata justru kami yang pulang membawa pelajaran hidup yang sangat luar biasa. Saat mendengarkan cerita mereka, saya jadi teringat kakek-nenek di rumah dan makin sadar betapa pentingnya menyayangi serta menghargai orang tua selagi mereka ada,” ujar salah satu perwakilan siswa peserta kegiatan.
Kegiatan bakti sosial ini menjadi ruang belajar nyata bagi para siswa untuk makin peka, mengasah empati, serta menumbuhkan rasa hormat yang mendalam kepada generasi yang lebih tua. Acara pun ditutup dengan doa bersama dan pelukan hangat, meninggalkan kenangan manis di hati Opa dan Oma maupun para siswa yang hadir.
Kontributor: Suwito Reporter: Jasper Dokumentasi: Dylan, Reynald
