Batam, YTKNews.id โ Yayasan Tunas Karya (YTK) menggelar Pendidikan dan Latihan (Diklat) Keuangan selama tiga hari, 19โ21 Oktober 2026, di Ballroom SMA Yos Sudarso, Batam. Kegiatan ini diikuti oleh 43 peserta yang terdiri atas pimpinan unit sekolah, asrama, tenaga tata usaha, dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana (Waka Sarpras). Diklat ini menjadi momentum penting untuk menyegarkan pengetahuan, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat tata kelola keuangan dan harta benda di lingkungan YTK.
Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars YTK, doa pembukaan, sambutan ketua panitia, sambutan Ketua YTK sekaligus pembukaan resmi, pengalungan tanda peserta, dan foto bersama.

Ketua Panitia, Bi Lie, S. Akun, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Diklat Keuangan terakhir dilaksanakan pada tahun 2019. Setelah tujuh tahun berlalu, berbagai perubahan dalam sistem dan tata kelola keuangan menuntut adanya penyegaran pengetahuan serta peningkatan kemampuan para pegawai. Karena itu, Diklat ini diharapkan dapat memperlancar proses pelayanan, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan harta benda dan keuangan.
Sementara itu, Ketua YTK, Servasius Samuel, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menegaskan pentingnya Diklat Keuangan sebagai upaya meningkatkan kualitas kerja dan profesionalitas pegawai. Menurutnya, berbagai perubahan dalam sistem dan tata kelola keuangan selama tujuh tahun terakhir perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi serta pemahaman yang baik dari seluruh pihak yang terlibat.
Melalui kegiatan ini, Ketua YTK berharap para peserta mampu bekerja secara lebih efektif, profesional, akuntabel, dan transparan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya para narasumber, Tim Sysnetsoft, dan Bank Mandiri sebagai mitra YTK.
Kepada seluruh peserta, Servasius Samuel berpesan agar mengikuti setiap sesi dengan sungguh-sungguh, terbuka terhadap pembelajaran, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Setelah seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan arahan pengurus yang disampaikan oleh Bendahara YTK, RD. Yudi Kristianto, M.M.Finance. Dalam arahannya, ia memaparkan dasar pemikiran penyelenggaraan Diklat Keuangan, tantangan yang dihadapi dengan adanya pimpinan dan pegawai keuangan yang baru, struktur Divisi Harta Benda dan Keuangan (HBK), transformasi sistem informasi keuangan, serta garis besar materi pelatihan.
Sesi berikutnya diisi dengan pemaparan dari pihak Bank Mandiri mengenai layanan Kopra Bank Mandiri. Materi ini memberikan pengenalan kepada peserta tentang layanan perbankan yang mendukung pengelolaan transaksi keuangan lembaga.
Selanjutnya, Kepala Divisi Harta Benda dan Keuangan, Bi Lie, memaparkan berbagai kebijakan dan prosedur pengelolaan keuangan YTK. Sesi yang dimoderatori oleh Shatasya Devia Boreti, S.Kom., ini membahas beragam persoalan operasional, mulai dari uang sekolah, penanganan tunggakan, cashback pelunasan uang sekolah, Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), biaya nonrutin, transaksi dan laporan keuangan, kebutuhan siswa, hingga proyek Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT).

Pembahasan juga mencakup penyusunan laporan keuangan, pengajuan dan pemeliharaan aset, tata kelola pengadaan, pengajuan rekoleksi, honor pengganti pegawai yang menjalani cuti, kepegawaian asrama dan rumah dinas, bantuan prakerja, serta pengelolaan unit usaha. Sesi ini dilanjutkan dengan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan mendalami berbagai persoalan yang dijumpai dalam pekerjaan sehari-hari.
Pada sesi sore, peserta mendapatkan materi mengenai perpajakan dan akuntansi yang dibawakan oleh Kristanti Shinta Rahayu, S.E. Sementara itu, Ferida Saragih, S.E., memberikan penjelasan mengenai Virtual Account (VA) untuk pembayaran uang sekolah. Kedua materi ini diharapkan dapat membantu peserta memahami prosedur administrasi keuangan secara lebih baik sekaligus meningkatkan ketertiban pencatatan dan transaksi.
Diklat Keuangan YTK Wilayah Kepulauan Riau masih akan berlanjut hingga 21 Oktober 2026. Pada sesi berikutnya, peserta bersama dengan unsur Waka Sarpras dijadwalkan mengikuti materi khusus mengenai modul aset dan pengadaan, termasuk praktik penggunaan modul aset.
Melalui Diklat ini, YTK berharap seluruh peserta semakin memahami sistem dan prosedur pengelolaan keuangan yang berlaku, sehingga pelayanan di setiap unit dapat berjalan lebih tertib, efektif, dan bertanggung jawab. Lebih dari sekadar peningkatan kemampuan teknis, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama membangun budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan transparan demi mendukung pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas. (da silva, pr)
