Parittiga, YTKNews.id — Pagi ini, Jumat (11/9/2026), suasana lapangan SD Hilarius tampak riuh gembira. Para murid kelas 1 hingga 4 berkumpul mengenakan seragam Pramuka untuk mengikuti kegiatan rutin yang penuh dengan antusiasme. Kali ini, fokus kegiatan adalah mencatat dan mempelajari kode sandi kurung.
Kegiatan diawali dengan penuh keseruan, di mana murid-murid diajak memecahkan teka-teki visual melalui simbol-simbol kurung yang unik. Pembina Pramuka SD Hilarius, Mr. Olan, menjelaskan alasan utama di balik pemilihan materi sandi ini.
“Kegiatan Pramuka hari ini mengajak adik-adik Siaga kelas 1–4 untuk berpetualang menjadi detektif cilik yang hebat melalui materi sandi kurung yang seru. Pemilihan materi ini bertujuan untuk melatih ketelitian dan kefokusan mata mereka dalam melihat simbol tanda kurung yang unik, sekaligus mengajak mereka belajar saling membantu dan bekerja sama dengan kompak di dalam barungnya. Selain menjadi sarana bermain tebak-tebakan yang menyenangkan agar kegiatan tidak membosankan, permainan memecahkan kode rahasia ini juga berfungsi seperti senam otak yang melatih anak-anak untuk berpikir cepat, kreatif, dan semakin cerdas,” tutur Mr. Olan.
Keseruan ini turut dirasakan langsung oleh para murid. Fransisco, murid kelas 4A, mengungkapkan rasa senang dan manfaat yang ia dapatkan setelah belajar memecahkan kode rahasia bersama teman-temannya.
“Manfaatnya adalah agar tahu bagaimana huruf-huruf abjad dengan menggunakan sandi kurung. Yang saya rasakan adalah gembira, karena bisa belajar sandi kurung bersama teman saya,” rekap Fransisco polos.
Tak kalah antusias, Reffandt dari kelas 3B juga menceritakan pengalamannya saat pertama kali mencoba memecahkan kode rahasia tersebut.
“Senang pertama kali mencoba memecahkan sandi kurung tadi. Bagian paling seru pas memecahkan kode rahasianya, yaitu Bhinneka Tunggal Ika dan kami Pramuka Indonesia,” ungkap Reffandt penuh semangat.
Melalui kegiatan ini, kepramukaan di SD Hilarius tidak hanya menjadi ajang belajar baris-berbaris, tetapi juga ruang kreatif yang mengasah otak, melatih kerja sama tim, dan menghadirkan keceriaan bagi para murid.
Kontributor: Lea Wulan
