Batam, YTKNews.id – Rakor Pimpinan Unit Pendidikan Yayasan Tunas Karya (YTK) wilayah Kepulauan Riau memasuki hari terakhir pada Rabu (14/10/2026). Bertempat di ruang pertemuan SMA Yos Sudarso Batam, kegiatan pagi hari diisi dengan penyempurnaan presentasi Renstra setiap jenjang pendidikan berdasarkan koreksi dan masukan pada hari sebelumnya.
Proses ini menjadi ruang untuk menyelaraskan prioritas, menyatukan gagasan, dan merumuskan strategi yang lebih konkret dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan YTK.

Ditutup dengan Perayaan Ekaristi
Rangkaian Rakor selama tiga hari ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Yudi Kristianto, M.M. Finance. Dalam homilinya, Bendahara YTK tersebut menegaskan bahwa pendidikan Katolik bukan sekadar tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan pribadi yang baik, disiplin, dan berkarakter sesuai nilai-nilai Ketunaskaryaan.
Beliau mengingatkan bahwa pendidikan merupakan panggilan untuk mendampingi peserta didik agar terus bertumbuh dan menjadi pribadi yang semakin baik. Aturan dan kedisiplinan tetap penting, tetapi harus dijalankan dengan semangat kasih, kebijaksanaan, dan penghargaan terhadap martabat setiap pribadi.
Iman yang hidup, lanjutnya, perlu diwujudkan melalui kasih kepada Allah, sesama, dan alam ciptaan. Pesan ini selaras dengan komitmen YTK untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga membentuk pribadi beriman, berkarakter, peduli terhadap sesama, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Diskusi Terbuka, Ruang Bertumbuh Bersama
Usai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan seremonial penutupan Rakor. Mewakili Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) wilayah Kepulauan Riau, Bapak Marianus Sihotang, S.Fil., mengapresiasi dinamika diskusi yang berlangsung terbuka, disertai perbedaan pendapat, masukan, dan candaan yang mencairkan suasana.
Menurutnya, dinamika tersebut bukanlah bentuk perundungan, melainkan bagian dari upaya membangun keakraban dan menemukan gagasan terbaik.vMarianus berharap para peserta tetap terbuka terhadap masukan dan koreksi dari sesama pimpinan unit, kepala divisi, maupun pengurus YTK agar rencana yang disusun semakin matang dan sesuai dengan kebutuhan nyata di setiap unit pendidikan.
Renstra Menjadi Arah Kerja Bersama
Ketua YTK, RD. Servasius Samuel, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta atas partisipasi aktif selama Rakor. Ia menegaskan bahwa penyusunan Renstra bukan sekadar merancang program, melainkan menentukan arah dan prioritas pengembangan pendidikan YTK.
Karena itu, berbagai usulan setiap jenjang perlu dibahas bersama dalam rapat pleno dengan para kepala divisi dan pengurus YTK sebelum ditetapkan sebagai arah kerja bersama.
Romo Samuel juga menekankan pentingnya keadilan dalam pelayanan pendidikan. Setiap jenjang dan unit perlu memperoleh kesempatan pengembangan yang seimbang sesuai kebutuhan dan kondisinya. Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus agar mendapatkan kesempatan belajar dan pendampingan yang sesuai.
Selain itu, penyediaan sarana dan prasarana perlu direncanakan secara proporsional agar kemajuan pendidikan tidak hanya berpusat pada unit tertentu, tetapi mendukung perkembangan seluruh lingkungan YTK.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari pencapaian target dan kelengkapan program, tetapi juga dari kemampuan yayasan menghadirkan pelayanan yang adil, inklusif, dan menghargai setiap pribadi.

Melangkah Bersama
Rakor Pimpinan Unit Pendidikan YTK wilayah Kepulauan Riau menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen bahwa pendidikan merupakan karya bersama yang membutuhkan keterlibatan, keterbukaan, dan tanggung jawab semua pihak.
Melalui diskusi dan evaluasi, para pimpinan unit diharapkan mampu menerjemahkan Renstra menjadi program nyata untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat karakter Ketunaskaryaan, memperluas pelayanan inklusif, serta memastikan pengembangan setiap unit berjalan adil dan proporsional.
Dengan semangat kebersamaan, YTK terus melangkah mewujudkan layanan pendidikan yang adil dan humanis, sehingga setiap anak memperoleh kesempatan untuk bertumbuh, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik. (da silva, pr)
