Tanjungpandan YTKNews.id – Pada Jumat, 16 Oktober 2026, KB–TK Regina Pacis Tanjungpandan melaksanakan perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) dengan kegiatan sederhana yang sarat nilai pendidikan. Perayaan ini diikuti oleh 60 murid bersama guru dan staf sekolah, yang bersama-sama memulai hari dengan doa Rosario, melanjutkan kegiatan belajar mengajar, dan menutupnya dengan makan bersama hidangan kolak singkong dan pisang sebagai simbol syukur atas anugerah pangan lokal.
Hal berbeda yang dilakukan pada bulan Oktober yang merupakan Bulan Rosario pada setiap Jumat pagi yaitu doa rosario bersama. Anak-anak dikumpulkan di kelas B2, duduk bersila di atas tikar, dan menggenggam rosario kecil di tangan mereka. Dengan bimbingan guru, mereka melafalkan doa dengan suara polos penuh ketulusan. Doa Rosario ini bukan sekadar ritual, melainkan sarana menanamkan iman sejak dini, sekaligus melatih kesetiaan dalam kehidupan. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter spiritual.

Singkong dan pisang sebagai bahan utama pembuatan kolak.
Setelah doa, anak-anak kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan kegiatan belajar. Pada waktu makan, mereka diarahkan mencuci tangan dan menuju aula sekolah. Di sana, seluruh murid bersama guru menikmati hidangan kolak singkong dan pisang. Kegiatan ini juga mengandung pesan pendidikan yang penting. Pertama, anak-anak dikenalkan pada pangan lokal sebagai bagian dari warisan budaya yang harus dihargai. Di tengah maraknya makanan modern dan instan, kolak singkong dan pisang menjadi pengingat bahwa pangan tradisional memiliki nilai gizi sekaligus nilai budaya. Kedua, kegiatan ini menumbuhkan rasa kebersamaan. Dengan duduk bersama dan menikmati makanan yang sama, anak-anak belajar berbagi, menghargai sesama, dan merasakan kebahagiaan sederhana. Ketiga, doa Rosario yang dilakukan sebelum makan bersama menanamkan rasa syukur. Anak-anak diajak untuk tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga mensyukuri setiap berkat yang diterima.

Iryanti mengarahkan murid cara menggunakan Rosasio sebelum doa dimulai.
Dalam sambutannya, Kepala KB–TK Regina Pacis, Della Natalia, S.Pd. S.D., menegaskan bahwa peringatan HPS di sekolah bukan sekadar acara seremonial, melainkan sarana pendidikan karakter. Ia menyampaikan bahwa pangan adalah anugerah Tuhan yang harus disyukuri, dan melalui kegiatan ini anak-anak belajar mencintai makanan tradisional sekaligus memahami pentingnya kebersamaan. Pesan ini menekankan bahwa pendidikan sejati tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan sikap batin berupa syukur, cinta, dan kepedulian terhadap sesama.
Dengan demikian, peringatan HPS di KB–TK Regina Pacis menjadi perayaan yang melampaui seremonial. Ia menghadirkan harmoni antara iman dan budaya, antara doa Rosario yang menenangkan jiwa dan pangan lokal yang mengenyangkan tubuh. Dalam kesederhanaan itu, anak-anak belajar bahwa hidup adalah perjamuan syukur. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini harus menyentuh hati, membentuk karakter, dan menanamkan nilai-nilai luhur sejak dini.
