Home » Dinding “Pertanyaan dan Jawaban”, Cara Unik SMP Santa Theresia Menumbuhkan Budaya Literasi Murid

Dinding “Pertanyaan dan Jawaban”, Cara Unik SMP Santa Theresia Menumbuhkan Budaya Literasi Murid

oleh humas YTK

Pangkalpinang, YTKNews.id — SMP Santa Theresia menghadirkan pengalaman belajar literasi yang berbeda, kreatif, dan interaktif. Pada 19 Oktober 2026, kegiatan pembelajaran mata pelajaran Literasi dilaksanakan dengan metode yang unik melalui Dinding Pertanyaan dan Jawaban. Kegiatan yang diikuti oleh kelas 9 ini, menjadi salah satu upaya sekolah untuk meningkatkan kemampuan literasi murid sekaligus mengajak mereka mengingat kembali pengetahuan yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan di kelas 7 dan 8.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Lan Cen, S.Ag., selaku Kepala SMP Santa Theresia. Melalui pendekatan pembelajaran yang lebih menarik dan melibatkan partisipasi aktif murid, sekolah berupaya menciptakan suasana literasi yang tidak hanya berfokus pada kegiatan membaca dan menulis, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir kritis, mengingat informasi, serta mengomunikasikan pengetahuan.

Kegiatan ini dikoordinasikan bersama Stefani Indah selaku Koordinator Perpustakaan. Sebagai bentuk dukungan, perpustakaan menyiapkan sebuah spanduk berukuran kurang lebih 2 × 2 meter yang menjadi pusat kegiatan Dinding Pertanyaan dan Jawaban. Dinding tersebut menjadi ruang belajar bersama yang memungkinkan setiap murid berkontribusi, baik dengan menyusun pertanyaan maupun dengan mencoba menjawab pertanyaan yang telah disediakan.

Kegiatan dimulai ketika murid kelas 9C mengikuti jadwal pembelajaran Literasi. Setiap murid diminta membuat satu pertanyaan berdasarkan materi dari mata pelajaran yang pernah mereka pelajari selama kelas 7 dan 8. Mereka juga diperbolehkan mengangkat materi dari berbagai mata pelajaran yang diajarkan di SMP Santa Theresia, seperti Pendidikan Agama, Bahasa Mandarin, PJOK, IPS, Matematika, dan mata pelajaran lainnya.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian ditulis dan ditempelkan pada Dinding Pertanyaan dan Jawaban di area perpustakaan. Dengan demikian, setiap murid tidak hanya berperan sebagai pembelajar, tetapi juga menjadi penyusun bahan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh teman-temannya.

Menariknya, kegiatan ini tidak berhenti ketika jadwal Literasi kelas 9C berakhir. Pertanyaan yang telah mereka susun menjadi tantangan bagi kelas berikutnya. Pada kesempatan ini, murid kelas 9D mendapat giliran untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah ditempelkan oleh kelas 9C.

Setiap murid kelas 9D memilih satu pertanyaan yang menarik perhatian mereka, kemudian berusaha menjawabnya berdasarkan pengetahuan dan pemahaman yang telah dimiliki. Tantangannya, mereka harus menjawab tanpa melihat buku catatan. Dengan cara ini, murid diajak mengandalkan ingatan, mengolah informasi, dan menyusun jawaban berdasarkan apa yang benar-benar mereka pahami.

Bagi murid yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar, tersedia kesempatan untuk membuat pertanyaan baru bagi kelas yang akan mengikuti kegiatan Literasi berikutnya. Bahkan, pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat menjadi tantangan bagi murid kelas 7 dan 8. Dengan demikian, kegiatan ini berpotensi menjadi rangkaian pembelajaran antarkelas yang berkelanjutan, di mana setiap murid dapat saling berbagi pengetahuan dan belajar dari satu sama lain.

Bagi murid, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di kelas pada umumnya. Mereka tidak hanya dituntut untuk mengetahui jawaban yang benar, tetapi juga diajak memahami kembali materi yang pernah dipelajari, mengenali hal-hal yang masih mereka ingat, serta menyadari materi yang perlu dipelajari lebih mendalam.

Lavenia Ho, salah satu murid yang mengikuti kegiatan tersebut, menyampaikan kesan positifnya.

“Kegiatan hari ini menurut saya lumayan seru, karena aku bisa menciptakan pertanyaan tentang hal yang saya ingin ingat kembali dan bisa bantu teman-teman yang kesusahan dalam hal yang ia tidak ketahui,” ungkap Lavenia penuh semangat.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kegiatan literasi dapat menjadi sarana untuk membangun kebiasaan belajar yang lebih aktif dan kolaboratif. Melalui pertanyaan yang mereka buat sendiri, murid berkesempatan mengingat kembali pengetahuan yang dimiliki. Sementara itu, murid yang menjawab pertanyaan dapat melatih keberanian, ketelitian, dan kemampuan berpikir sebelum menyampaikan jawaban.

Lebih dari sekadar permainan tanya jawab, kegiatan ini juga membuka ruang bagi murid untuk saling membantu. Pengetahuan yang dimiliki seorang murid dapat menjadi kesempatan belajar bagi murid lainnya. Suasana seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat berbagi, rasa ingin tahu, dan kesadaran bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar sekaligus mengajar.

Melalui kegiatan Dinding Pertanyaan dan Jawaban, SMP Santa Theresia berharap murid semakin memahami bahwa literasi memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar membaca buku atau menulis teks. Literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, mengingat pengetahuan, menghubungkan konsep, menyusun pertanyaan, serta mengungkapkan pemikiran secara tepat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi murid untuk meninjau kembali materi yang telah mereka pelajari pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan mencoba menjawab pertanyaan tanpa bantuan catatan, mereka dapat mengenali sejauh mana pemahaman yang telah dimiliki dan bagian mana yang masih perlu diperkuat.

Ke depannya, kegiatan ini diharapkan dapat terus mendorong keterlibatan murid dari berbagai jenjang kelas dalam membangun budaya literasi yang positif di lingkungan sekolah. Perpustakaan pun tidak hanya menjadi tempat untuk membaca dan meminjam buku, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang interaksi, eksplorasi pengetahuan, dan pembelajaran yang menyenangkan.

Melalui inovasi sederhana yang melibatkan kreativitas dan partisipasi aktif murid, SMP Santa Theresia terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna. Sebab, literasi bukan hanya tentang seberapa banyak informasi yang kita baca, melainkan juga tentang seberapa dalam kita memahami, mengingat, dan mampu membagikan pengetahuan tersebut kepada orang lain.

Kontributor: Findi Xaverius

Anda mungkin juga suka