Home » Persiapan Singkat, Prestasi Gemilang! SMAS Katolik Santa Maria Tanjungpinang Raih Juara II Lomba Debat Bahasa Indonesia

Persiapan Singkat, Prestasi Gemilang! SMAS Katolik Santa Maria Tanjungpinang Raih Juara II Lomba Debat Bahasa Indonesia

oleh humas YTK

TANJUNGPINANG, YTKNews – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh murid SMAS Katolik Santa Maria Tanjungpinang. Kali ini, tim debat sekolah berhasil meraih Juara II Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) tingkat Kota Tanjungpinang dan Pulau Bintan dalam rangka Semarak Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau pada 17 Oktober 2026 di Gedung Dekranasda, Tanjungpinang.

Tim debat tersebut terdiri atas Kenzie Handaru dari kelas XII.1, Kornelius Anggara dari kelas XII.1, dan Fiorenza Margaretha dari kelas XII.2, dengan pendampingan Ibu Angel. Mereka bersaing dengan peserta dari sejumlah sekolah, termasuk MAN Tanjungpinang, SMAN 7 Tanjungpinang, SMAN 1 Teluk Sebong, dan SMAN 1 Bintan Timur.

Mengusung tema “Bahasa Indonesia Bermartabat, Indonesia Berdaulat”, perlombaan ini menjadi wadah bagi murid untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyampaikan argumentasi, dan menggunakan bahasa Indonesia secara logis serta meyakinkan.

Keberhasilan ini terasa istimewa karena tim hanya memiliki waktu persiapan bersama selama satu hari sebelum perlombaan. Belum memiliki pengalaman mengikuti kompetisi debat sebelumnya, mereka belajar secara mandiri melalui video di YouTube dan buku elektronik (e-book). Keterbatasan waktu untuk berkumpul dan berlatih bersama menjadi tantangan tersendiri, tetapi tidak menyurutkan semangat mereka untuk memberikan penampilan terbaik.

Perjalanan menuju Juara II dilalui melalui tiga babak perdebatan. Pada babak pertama, tim mendapatkan satu mosi dari 14 mosi yang telah dipersiapkan. Sementara itu, pada dua babak berikutnya, mereka harus menghadapi mosi yang diberikan secara spontan oleh dewan juri. Situasi ini menuntut kemampuan berpikir cepat, menyusun argumentasi, dan merespons pendapat lawan secara tepat.

Salah satu kekuatan tim terletak pada kemampuan berimprovisasi. Mereka menjadikan teks sebagai kerangka berpikir, bukan sekadar bahan untuk dibacakan. Ketajaman dalam menanggapi argumen lawan, mengolah gagasan secara spontan, serta menyampaikan pendapat melalui orasi dan retorika menjadi bagian penting dari strategi mereka.

Guru pendamping, Angel, mengungkapkan rasa bangganya atas perjuangan ketiga murid tersebut. “Saya merasa bangga dengan perjuangan Kenzie, Kornelius, dan Fiorenza. Dengan waktu persiapan yang sangat singkat, mereka tetap menunjukkan semangat belajar, keberanian, dan kemauan untuk mencoba. Mereka bahkan berinisiatif mempelajari teknik debat secara mandiri. Meraih Juara II dalam pengalaman pertama mengikuti kompetisi debat merupakan pencapaian yang patut disyukuri. Semoga pengalaman ini memotivasi mereka untuk terus berkembang dan berani menghadapi tantangan baru,” ungkapnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa keterbatasan pengalaman dan waktu bukanlah penghalang untuk meraih pencapaian. Melalui semangat belajar mandiri, kerja sama, dan keberanian menghadapi tantangan, ketiga murid telah membawa kebanggaan bagi sekolah.

Selaras dengan tema perlombaan, keberhasilan ini juga menegaskan pentingnya bahasa Indonesia sebagai sarana untuk bernalar, menghargai perbedaan pendapat, dan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab. Semoga pencapaian ini menginspirasi murid lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani meraih prestasi.

Kontributor: Maria Dea Wita Oktavia, S.Pd.

Anda mungkin juga suka