PARITTIGA, YTKNews.id – SMP St. Hilarius Parittiga menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat sekolah sebagai strategi untuk memetakan capaian akademik siswa secara menyeluruh. LKS yang mencakup mata pelajaran Matematika, IPA, dan IPS ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga instrumen evaluasi terukur bagi sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran.
Kepala SMP St. Hilarius Parittiga, Hermanus Talar, mengatakan bahwa penyelenggaraan TKA dan LKS dilatarbelakangi oleh tiga alasan utama. Pertama, kegiatan ini menjadi langkah evaluasi terukur untuk menguji sejauh mana penguasaan materi akademik siswa. Menurutnya, melalui TKA dan LKS pada mata pelajaran Matematika, IPA, dan IPS, sekolah akan memiliki data riil mengenai peta kekuatan siswa serta aspek-aspek yang perlu ditingkatkan dalam proses belajar mengajar ke depan.
“Kami ingin memiliki data yang objektif, bukan asumsi. Dari hasil TKA dan LKS ini, kami bisa melihat secara jelas sejauh mana penguasaan materi anak-anak, mata pelajaran apa yang sudah dikuasai dengan baik, dan bagian mana yang masih perlu diperkuat,” ujar Hermanus Talar saat ditemui kontributor YTKNews, Kamis (23/10).
Kedua, lanjut Hermanus, kegiatan ini bertujuan membangun growth mindset (pola pikir bertumbuh) dalam diri siswa. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk melatih mental bertanding, daya juang, serta rasa percaya diri siswa dalam menghadapi tantangan akademik. Kompetisi di tingkat sekolah dinilai menjadi ruang yang aman bagi siswa untuk belajar berkompetisi secara sehat, mengelola kecemasan, dan bangkit setelah mengalami kegagalan.
“Anak-anak dilatih untuk memiliki mental petarung, berani mencoba, tidak takut salah, dan percaya diri dengan kemampuannya sendiri. Itu bagian dari pembentukan growth mindset yang kami tanamkan di SMP St. Hilarius,” katanya.
Ketiga, prinsip utama yang mendasari penyelenggaraan kegiatan ini adalah pemerataan dan inklusivitas. Hermanus Talar menekankan bahwa TKA dan LKS tingkat sekolah memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh siswa, bukan hanya kepada siswa terpilih yang berada di kelas unggulan. Semua siswa dengan berbagai latar belakang kemampuan akademik diberi kesempatan yang setara untuk menunjukkan potensinya.
“Kami ingin mematahkan stigma bahwa hanya anak kelas unggulan yang bisa berprestasi. Semua anak hebat dengan caranya masing-masing. Dengan membuka panggung yang sama untuk semua, kami berharap dapat menemukan mutiara-mutiara terpendam yang selama ini belum terlihat,” tegasnya.
Untuk menjaga kualitas dan kredibilitas pelaksanaan kegiatan, SMP St. Hilarius Parittiga menjalin kemitraan dengan Intens Batam sebagai penyedia soal. Kemitraan ini didasarkan pada dua pertimbangan strategis.
Pertama, untuk menjaga independensi dan objektivitas penilaian. Dengan melibatkan pihak eksternal yang profesional, sekolah ingin memastikan bahwa hasil evaluasi benar-benar mencerminkan kemampuan siswa tanpa intervensi subjektif dari pihak internal sekolah.
Kedua, Intens Batam dipilih karena rekam jejak dan keahliannya yang telah teruji. Hermanus menyebut bahwa lembaga tersebut dikenal memiliki keahlian dalam menyusun instrumen soal berstandar nasional yang tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Soal berorientasi HOTS tersebut diharapkan mampu mendorong siswa untuk berpikir kritis, analitis, dan solutif sesuai dengan tuntutan kurikulum saat ini.
“Kami sengaja menggandeng Intens Batam karena mereka berpengalaman menyusun soal berstandar nasional yang berkualitas dan berorientasi HOTS. Kami ingin anak-anak kami terbiasa dengan model soal yang menantang nalar, bukan sekadar mengingat, sehingga siap bersaing di level yang lebih tinggi,” pungkas Hermanus.
Kontributor: Krispianus Hona Bombo
