

Semarak adat dan keelokan busana Melayu Bangka terpancar indah dalam ajang Pemilihan Bujang Dayang Kota Pangkalpinang Tahun 2025. Berbalut kain cual, songket, serta busana adat bernuansa ungu kebesaran Melayu, para finalis tampil anggun dan berwibawa, menandakan jati diri generasi muda Bangka Belitung yang beradat, berilmu, dan berakhlak.

Dari deretan putra-putri terbaik tersebut, nama Luis Alviano, peserta didik SMA Santo Yosef Pangkalpinang, berhasil mencuri perhatian dewan juri dan masyarakat. Dengan sikap santun, wawasan budaya yang mendalam, serta kepercayaan diri yang mantap, Luis Alviano dinobatkan sebagai Bujang Kota Pangkalpinang 2025, sekaligus meraih Juara 1 dan Bujang Favorit, sebuah pencapaian gemilang yang membanggakan dunia pendidikan dan generasi muda kota ini.

Tak kalah membanggakan, Neola Amory tampil mempesona dengan keanggunan dan kecerdasannya. Ia berhasil menyabet gelar Runner Up Dayang Kota Pangkalpinang 2025, menunjukkan bahwa perempuan Melayu Bangka mampu berdiri sejajar, membawa nilai kelembutan, kecerdasan, serta keteguhan adat dalam satu langkah yang pasti.
Momen kebersamaan para finalis yang terekam dalam foto-foto tersebut menjadi saksi eratnya rasa persaudaraan dan semangat serumpun. Mereka bukan sekadar duta pariwisata, melainkan wajah muda Pangkalpinang yang siap menjaga marwah budaya, mempromosikan kearifan lokal, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.
Ajang ini diharapkan menjadi titian bagi generasi muda Melayu Bangka untuk terus “tak lapuk dek hujan, tak lekang dek panas”, menjaga adat, menjunjung budaya, dan membawa nama Pangkalpinang harum hingga ke pentas yang lebih luas.
Penulis : Lukas Mileniawan, S.Pd.
