Home » Memoria, Fides, Familia : Reuni Emas Angkatan 1976 SMA Santo Yosef Pangkalpinang, Ketika Sekolah Menjadi Rumah Kedua, Merayakan Persahabatan yang Tak Pernah Pudar

Memoria, Fides, Familia : Reuni Emas Angkatan 1976 SMA Santo Yosef Pangkalpinang, Ketika Sekolah Menjadi Rumah Kedua, Merayakan Persahabatan yang Tak Pernah Pudar

oleh Lukas Mileniawan

Sekolah tidak selalu berhenti menjadi bagian hidup ketika masa belajar usai. Bagi para alumni Angkatan 1976 SMA Santo Yosef Pangkalpinang, sekolah justru tetap hidup sebagai rumah kedua tempat nilai, persahabatan, dan kenangan tumbuh bersama waktu. Perasaan itulah yang mengalir hangat dalam Reuni Emas 50 Tahun Angkatan 1976 yang berlangsung di Sport Center SMA Santo Yosef Pangkalpinang.


Para alumni Angkatan 1976 kembali melangkahkan kaki ke lingkungan sekolah dengan senyum yang sama, meski rambut telah memutih dan kisah hidup telah jauh berkembang. Reuni ini tidak sekadar menjadi ajang nostalgia, tetapi ruang perjumpaan yang penuh makna antara generasi yang pernah dibentuk oleh nilai-nilai yang sama.


Kebersamaan diawali dengan doa dan santap siang bersama, menghadirkan suasana sederhana namun sarat keakraban. Canda dan tawa mengalir alami, seolah jarak waktu puluhan tahun luruh dalam satu pertemuan. Nuansa kehangatan semakin terasa melalui penampilan musik akustik dan tari kreasi Mandarin yang dibawakan oleh para peserta didik SMA Santo Yosef Pangkalpinang sebuah simbol kesinambungan antara masa lalu dan masa kini.

RD. Aloysius Angus, Pr, Pengawas Yayasan Tunas Karya

Dalam kesempatan tersebut, Pengawas Yayasan Tunas Karya, RD Aloysius Angus, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang sekolah dan para alumninya. Ia mengenang masa ketika SMA Santo Yosef masih berdiri dalam keterbatasan, namun justru di sanalah karakter dan semangat belajar ditanamkan dengan kuat.


Sementara itu, Kepala SMA Santo Yosef Pangkalpinang, Frans, S.Pd., M.M., mengajak seluruh keluarga besar SMA Santo Yosef Pangkalpinang untuk kembali merenungkan nilai dasar kehidupan yang menjadi fondasi pendidikan di sekolah, yakni cinta, keluarga, dan kebahagiaan. Menurutnya, ikatan yang terjalin di antara para alumni menjadi bukti nyata bahwa pendidikan sejati tidak berhenti di ruang kelas, melainkan terus hidup dalam relasi dan kepedulian.

Bapak Sentrijanto bercengkrama dengan peserta didik kelas XII


Suasana reflektif berpadu dengan semangat inspiratif saat digelar sesi berbagi pengalaman hidup antara alumni dan siswa-siswi kelas XII. Para alumni seperti Sentrijanto, Christine Chung Walker, Hartanto Candra, serta Bapak Guru Bakir, membagikan kisah perjalanan hidup mereka tentang ketekunan, keberanian bermimpi, dan pentingnya nilai yang ditanamkan sejak masa sekolah. Bagi para peserta didik, perjumpaan ini menjadi cermin sekaligus penyemangat untuk menatap masa depan dengan keyakinan.
Reuni emas ini juga menjadi wujud nyata cinta alumni kepada almamater. Sebagai tanda kepedulian, para alumni menyerahkan dukungan fasilitas pendidikan berupa studio mini podcast dan scoreboard basket LED multifungsi. Bantuan tersebut bukan sekadar sarana fisik, melainkan simbol kepercayaan dan harapan agar SMA Santo Yosef Pangkalpinang terus berkembang mengikuti zaman.


Salah satu alumni, Christine Chung Walker, yang kini menetap di luar negeri, mengungkapkan bahwa kebersamaan inilah yang selalu dirindukan. Baginya, hubungan yang terjalin antara guru dan sesama alumni telah membentuk ikatan keluarga yang melampaui jarak dan waktu. Ia menegaskan bahwa guru bukan hanya pengajar, tetapi penuntun masa depan para murid.
Hingga kini, para alumni Angkatan 1976 tetap menjaga komunikasi dan persaudaraan melalui berbagai cara, membuktikan bahwa kebersamaan yang lahir di bangku sekolah tidak pernah benar-benar berakhir. Reuni emas ini menjadi pertemuan istimewa setelah tujuh tahun terpisah oleh jarak dan kesibukan.

Para alumni diajak berkeliling melihat sekolah oleh para pendidik dan warga sekolah

 
Acara ditutup dengan foto bersama yang mempertemukan tiga generasi guru, alumni, dan siswa dalam satu bingkai. Sebuah potret sederhana, namun menyimpan kisah panjang tentang persahabatan, nilai, dan rasa memiliki.  Dalam hal ini, SMA Santo Yosef Pangkalpinang melihat reuni emas ini sebagai dan menjadi pengingat bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi ruang tumbuhnya keluarga yang bertahan sepanjang usia.

Penulis : Lukas Mileniawan, S.Pd.

 

Anda mungkin juga suka