Home » Borong Prestasi di Bidang LCC! Yuk Kita Berkenalan dengan Nicole Finella Tjung dari SMP Santa Theresia

Borong Prestasi di Bidang LCC! Yuk Kita Berkenalan dengan Nicole Finella Tjung dari SMP Santa Theresia

oleh Marcelina Sandra

Pangkalpinang, YTKNews.id — Nama Nicole Finella Tjung kini menjadi sorotan di lingkungan SMP Santa Theresia Pangkal Pinang. Siswi kelas 9 kelahiran 17 April 2011 ini baru saja mengukuhkan dirinya sebagai Juara 1 Lomba Cerdas Cermat (LCC) dalam ajang Spirit of Spenda (SOS).

Prestasi ini menambah deretan trofi yang telah ia raih sebelumnya, yakni Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Teman Pelajar Tingkat Nasional Tahun 2025 dan Juara 3 Lomba Cerdas Cermat Teman Pelajar Tingkat Kota Pangkal Pinang Tahun 2025. Konsistensi Nicole dalam kompetisi adu kecerdasan dan kecepatan berpikir ini membuktikan kapasitas akademiknya yang mumpuni.

Kemenangan di ajang SOS memiliki makna mendalam bagi Nicole. Ia mengaku persiapan yang dilakukannya tergolong singkat, yakni hanya sekitar dua hingga tiga minggu karena keterlambatan informasi pendaftaran.

“Arti pencapaian ini buat saya pribadi adalah buah dari disiplin dan kerja keras. Ini adalah kejutan yang tidak disangka karena saya dapat meraih Juara 1 dengan waktu persiapan yang pas-pasan,” ujar Nicole dengan perasaan bangga dan bahagia.

Ketertarikan Nicole pada dunia cerdas cermat ternyata berakar dari kenangan masa kecil yang sederhana namun berkesan. Ia mengaku jatuh cinta pada momen ketika harus berpikir cepat di bawah tekanan.

“Pengalaman yang membuat saya jatuh cinta pada lomba cerdas cermat adalah saat SD. Selesai jam pelajaran, guru biasanya memberikan pertanyaan sederhana. Kami harus berpikir cepat, dan yang bisa menjawab diperbolehkan pulang duluan. Saya menyukai sensasi pertanyaan langsung dan memikirkan jawaban secara cepat untuk berlomba satu sama lain.” kenangnya.

Di balik deretan prestasi tersebut, terdapat rutinitas ketat yang harus dijalani. Menjelang kompetisi, Nicole menerapkan jadwal belajar yang ketat. Sepulang sekolah hingga pukul 16.00 WIB ia beristirahat sejenak, kemudian melanjutkan latihan soal mulai pukul 18.30 hingga 22.00 WIB.

Pengorbanan yang ia berikan tidak sedikit. Nicole mengakui bahwa ia kehilangan waktu bermain, mengalami kurang tidur, hingga kehilangan momen kebersamaan dengan teman-temannya.

“Tantangan terbesar adalah kehilangan waktu main. Pengorbanan terbesarnya, saya sempat kehilangan beberapa teman karena terlalu sibuk belajar,” ungkapnya jujur.

Namun, ia tetap berusaha menyeimbangkan kesehatan mentalnya. Di sela-sela kesibukan, ia menyempatkan diri menelepon teman untuk bermain game sebentar, serta melukis atau menggambar saat merasa stres.

Kesuksesan Nicole tidak lepas dari peran orang tua, guru, dan teman dekat yang memberikan dukungan material maupun emosional. Dukungan inilah yang menjaganya agar tidak menyerah di tengah tekanan kompetisi.

Nicole bertekad untuk melanjutkan pendidikan dengan sungguh-sungguh dan tetap aktif dalam kegiatan di luar sekolah. Ia juga menitipkan pesan bagi teman-teman seusianya yang takut untuk mengikuti perlombaan atau kompetisi.

“Lanjutkan saja. Tidak ada orang yang selalu gagal dalam dunia ini jika disertai dengan usaha. Disiplin dan pantang menyerah adalah kuncinya.” tutup Nicole dengan mantab.

Kontributor: Alexander

Anda mungkin juga suka