Karimun – Semangat “Bertumbuh dalam Iman, Melayani dengan Kasih” menjadi pesan utama dalam Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang diselenggarakan oleh Komunitas Santo Yusuf. Kegiatan yang menghadirkan tim pelayanan Stephen Tong Evangelistic Ministries International (STEMI) tersebut berlangsung pada 30 Juli 2026 di Aula Santo Yusup dan diikuti oleh siswa-siswi Kristen dan Katolik tingkat SMP serta SMA Santo Yusuf.
Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam iman, membangun persekutuan yang penuh sukacita, serta memahami panggilan sebagai pengikut Kristus yang hidup dalam kasih dan pelayanan kepada sesama.
KKR berlangsung dengan penuh hikmat dan antusiasme. Sejak awal kegiatan, para peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh perhatian, diawali dengan pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Lagu-lagu rohani yang dinyanyikan bersama menciptakan suasana yang hangat dan mengajak seluruh peserta untuk membuka hati dalam menerima Firman Tuhan.
Dalam kesempatan tersebut, tim pelayanan STEMI menyampaikan Firman Tuhan yang diambil dari Kitab Daniel. Melalui kisah kehidupan Daniel, para siswa diajak untuk belajar menjadi pribadi yang tetap setia kepada Tuhan meskipun menghadapi berbagai tantangan. Daniel menjadi teladan dalam mempertahankan kebenaran, tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan, serta selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap keputusan.
Pesan tersebut menjadi penguatan bagi generasi muda agar memiliki iman yang teguh, karakter yang kuat, dan keberanian untuk menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak Tuhan.
Firman Tuhan yang disampaikan juga mengingatkan bahwa iman tidak hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa diajak untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan, mengasihi sesama tanpa membedakan, menghargai perbedaan, serta menjadi pribadi yang membawa damai dan sukacita di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
STEMI (Stephen Tong Evangelistic Ministries International) merupakan organisasi pelayanan yang didirikan pada tahun 1978 oleh Pdt. Dr. Stephen Tong bersama Dr. Jahja Ling. Organisasi ini berfokus pada pelayanan penginjilan dan mandat budaya dengan semangat Gerakan Reformed Injili. Melalui berbagai kegiatan seperti Kebaktian Kebangunan Rohani, seminar, pelayanan pemuda dan mahasiswa, serta pelayanan di bidang pendidikan, seni, musik, arsitektur, dan multimedia, STEMI terus memberikan kontribusi bagi masyarakat di Indonesia maupun berbagai negara.
Semangat pelayanan STEMI juga tercermin melalui ajakan Pdt. Dr. Stephen Tong agar setiap generasi meneruskan estafet pelayanan Injil dan menjadi saksi Kristus di tengah dunia. Pesan tersebut mengingatkan bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk menjaga iman, hidup dalam kebenaran, serta menghadirkan kasih Tuhan melalui perkataan dan tindakan.
Bagi Komunitas Santo Yusuf, kehadiran tim STEMI menjadi berkat yang bermakna. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan rohani, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan antara siswa Kristen dan Katolik dalam semangat persaudaraan sebagai sesama pengikut Kristus.
Melalui pujian, doa, dan perenungan Firman Tuhan, para peserta diajak untuk semakin mengenal Tuhan secara pribadi serta bertumbuh menjadi generasi yang memiliki iman dewasa dan karakter yang baik.
Kepala sekolah, para guru, dan seluruh keluarga besar Komunitas Santo Yusuf berharap agar benih Firman Tuhan yang telah ditaburkan melalui kegiatan KKR ini terus bertumbuh dalam kehidupan setiap siswa. Mereka diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter Kristiani yang kuat, menjunjung nilai kasih, kejujuran, kerendahan hati, dan semangat melayani.
Melalui kegiatan ini, Komunitas Santo Yusuf kembali menegaskan komitmennya dalam mendampingi peserta didik agar berkembang secara utuh dalam ilmu pengetahuan, karakter, dan kehidupan rohani. Dengan bertumbuh dalam iman, generasi muda diharapkan mampu melayani dengan kasih, menjadi terang bagi sesama, serta membawa nilai-nilai Kristiani dalam setiap langkah kehidupan.
Kontributor: Gracia Veronica Siregar, S.Pd.
