Home » Tim Gerak Jalan SMP St. Hilarius Parittiga Meraih Berbagai Peringkat Juara

Tim Gerak Jalan SMP St. Hilarius Parittiga Meraih Berbagai Peringkat Juara

oleh humas YTK

Parittiga, YTKNews.id — Langkah kaki boleh dibuat sinkron dalam sehari, tapi hati yang selaras butuh ditempa bertahun-tahun. Itulah yang diperlihatkan tim gerak jalan SMP St. Hilarius Parittiga. Tim putri merebut kembali tahta juara setelah sempat turun ke posisi dua, tim putra setia menjaga Juara 3 berturut-turut 2025 dan 2026. Dua perjalanan berbeda, satu pelajaran yang sama.

“Rekor yang indah itu harus dijaga, bukan disandra,” ujar Sigit Kristiawan, pelatih tim putri. Baginya, motivasi bukan sekedar soal piala, melainkan rasa lapar akan proses. Saat juara, ia mengajarkan rendah hati. Saat kalah, ia mengajarkan bangkit lebih kuat. Ia membiarkan mereka merasakan bangga sekaligus ingin membuktikan diri kembali, bukan karena terpaksa, tapi karena cita, nasionalisme, dan tanggung jawab atas nama SMP St. Hilarius di dada. Latihan tetap disiplin, namun disisipi kegembiraan agar mereka didorong semangat satu sama lain, bukan terbebani.


Perjalanan putri sangat menyentuh hati. Juara berturut-turut lalu turun ke posisi dua. Bagi orang luar itu kegagalan, bagi Pak Sigit itu ujian mentalitas terbesar. Ia melihat jiwa juang, berdiskusi, saling menguatkan, berlatih lebih keras tanpa saling menyalahkan. Saat merebut kembali tahta tahun ini, ia menemukan rumus hidup, “Juara sekali itu bakat. Juara berulang itu kerja keras. Tetapi bangkit setelah jatuh, itulah kebesaran jiwa sejati.” Ia bangga bukan sekedar karena piala, tapi karena mereka tumbuh tangguh dan tidak mudah menyerah.


Dari tim putra, Andrianus Kusnadi merawat mimpi dari podium ketiga. “Saya tidak ingin berhenti hanya di posisi ketiga,” tegasnya. Juara 3 bukan garis akhir, melainkan cermin evaluasi. Teknik dan fisik penting, tapi mental dan kekompakan jauh lebih menentukan untuk selangkah menuju juara utama. Pesan yang selalu ia tekankan: sabar, disiplin, dan kerja keras.
Yang paling berkesan baginya bukan sekedar podium, melainkan proses. Ia melihat anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sportivitas, dan saling menghargai pendapat. “Kemenangan membanggakan, tapi melihat anak-anak tumbuh lebih percaya diri dan menghargai perjuangan teman jauh lebih berharga,” ujarnya. Itulah pendidikan karakter yang sesungguhnya, bukan di papan tulis, melainkan di lapangan dengan keringat.

Kepala Sekolah Pak Hermanus Talar melihat semua ini sebagai buah kolaborasi. “Saya sangat bangga karena mereka mampu menunjukkan nilai perjuangan masih menyala kuat di dada generasi muda,” katanya. Kemenangan adalah buah ketekunan dan keselarasan langkah. Hasil TKA, rapor pendidikan, dan prestasi non-akademik adalah cermin objektif: ini kerja tim bervisi sama menuju sekolah unggul. Fondasinya adalah semangat adil dan humanis, dengan mengedepankan well-being (kesejahteraan fisik, mental, dan emosional –red) guru dan siswa. Hanya guru dan siswa yang sejahtera yang bisa berkreasi dan berprestasi berkelanjutan. Pada akhir wawancara, beliau menambahkan, “ada terima kasih yang tak boleh lupa. Terima kasih kepada sekolah dan Yayasan TunasKarya yang memberi ruang bakat berkembang, dan terima kasih kepada orang tua yang mempercayakan putra-putrinya. Dukungan dan doa Bapak/Ibu adalah sumber kekuatan terbesar. Mari terus mendampingi, bukan menuntut, tapi menguatkan”, tutupnya.

Pada akhirnya, barisan rapi hanyalah cermin dari hati yang berjalan bersama. Hati yang berjalan bersama tidak akan pernah benar-benar kalah. Gerak jalan mengajarkan pelajaran zaman digital yakni, menahan ego, percaya irama bersama, dan memahami bahwa hidup bukan sprint (mau hasil instan –red), melainkan jalan jauh yang butuh keselarasan. Itulah kemenangan sejati SMP St. Hilarius.

Kontributor ; Krispianus Hona Bombo

Anda mungkin juga suka