Mentok, YTKNews.id – Suasana berbeda langsung terasa sejak matahari belum tinggi di langit SMP Santa Maria Mentok. Sejak pagi, para siswa yang datang lebih awal tampak berkumpul di halaman sekolah. Namun, bukan karena ingin segera masuk kelas, melainkan karena mereka penasaran menanti kejutan dari teman-teman yang datang berikutnya.
Satu per satu siswa memasuki gerbang sekolah dengan “tas” yang tak biasa. Ada yang membawa tudung saji, panci, karung, ember, mobil-mobilan, sangkar burung bahkan lemari kecil sebagai pengganti tas sekolah. Setiap kali muncul wadah yang lebih unik, suasana halaman sekolah langsung dipenuhi gelak tawa, sorakan, dan tepuk tangan dari teman-teman serta para guru yang ikut menyambut dengan penuh antusias.
Momen sederhana itu menjadi bukti bahwa kebersamaan mampu menghadirkan kegembiraan sejak langkah pertama memasuki lingkungan sekolah.
Kegiatan No Back Pack Day yang diselenggarakan oleh OSIS SMP Santa Maria Mentok bukan sekadar ajang membawa buku tanpa tas. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang untuk mengajak seluruh warga sekolah berpikir kreatif, berani keluar dari kebiasaan, sekaligus mempererat solidaritas antarsiswa.
Tanpa menggunakan tas punggung, setiap peserta ditantang untuk memutar otak mencari alternatif wadah yang aman, unik, dan fungsional. Tantangan tersebut membuat siswa menyadari bahwa sebuah persoalan sederhana dapat diselesaikan dengan berbagai cara ketika seseorang mau berpikir kreatif.
“Kami ingin menunjukkan bahwa belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Dari sebuah wadah sederhana pun, siswa dapat belajar tentang kreativitas, kerja sama, keberanian tampil berbeda, dan menghargai ide orang lain,” ungkap Ryu Karnadi, Ketua OSIS sekaligus panitia kegiatan.
Tidak berhenti pada keunikan wadah, OSIS juga menggelar Lomba Filosofi Wadah. Seluruh peserta diminta mengunggah foto mereka di media sosial disertai sebuah caption yang menjelaskan makna atau filosofi dari wadah yang dipilih.
Ada siswa yang memilih tudung saji sebagai simbol bahwa ilmu pengetahuan harus dijaga dan dibagikan agar tetap bermanfaat. Ada pula yang menggunakan karung sebagai lambang kerja keras dan ketangguhan dalam menggapai cita-cita. Sementara itu, panci dimaknai sebagai tempat “mengolah” ilmu hingga menjadi bekal kehidupan, dan lemari dipilih sebagai simbol bahwa pengetahuan perlu disimpan, dirawat, dan terus diperkaya sepanjang hayat.
Kreativitas para siswa tidak hanya terlihat dari benda yang mereka bawa, tetapi juga dari cara mereka menyampaikan pesan melalui tulisan. Setiap filosofi mencerminkan cara pandang yang unik dan menunjukkan bahwa pembelajaran dapat lahir dari pengalaman sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kepala SMP Santa Maria, Letisia Pare, S.Pd. mendukung kegiatan perdana OSIS ini. Melalui kegiatan ini, ia berharap berharap peserta didik semakin berkembang menjadi pribadi yang kreatif, percaya diri, komunikatif, serta mampu menemukan makna di balik setiap pengalaman.
”SMP Santa Maria mendukung kegiatan ini agar bisa menjadi tempat untuk siswa merasa nyaman dan diberi ruang untuk berekspresi,” pungkasnya.
No Back Pack Day 2026 akhirnya bukan sekadar hari tanpa tas. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa ketika kreativitas dan solidaritas berjalan beriringan, setiap langkah menuju sekolah selalu menghadirkan cerita yang layak dikenang.
Kontributor: Suwito
