PARITTIGA, YTKNEWS.ID – Suasana Kamis pagi (13/8/2026) di halaman SD Hilarius tampak berbeda setelah kegiatan senam rutin. Riuh tepuk tangan dan alunan musik bertempo energik menyedot perhatian seluruh warga sekolah. Hari itu, giliran seluruh murid kelas 5B memukau penonton dalam pentas kelas rutin melalui penampilan modern dance yang diiringi medley lagu “Better When I’m Dancing” dan “Terhebat”.
Irama lagu yang penuh semangat dipadukan dengan koreografi yang kompak membuat panggung Kamis pagi semakin meriah. Namun, di balik penampilan tersebut, terdapat proses panjang dan perjuangan berharga yang dilalui seluruh murid kelas 5B selama satu bulan persiapan.
Tampil di depan banyak orang bukanlah hal yang mudah bagi semua murid. Wali kelas 5B, Sr. Ferdinanda, menceritakan bahwa pada awal latihan, sejumlah murid merasa ragu dan kurang percaya diri. Bahkan, beberapa murid, seperti Alvaro dan Maxwell, sempat memutuskan untuk tidak ikut karena malu dan merasa tidak mampu menari.
“Pengamatan saya dari awal latihan itu banyak yang tidak berani, malu, dan tidak percaya diri. Bahkan, Alvaro dan Maxwell sempat memutuskan untuk tidak ikut karena tidak bisa menari dan malu,” ungkap Sr. Ferdinanda.
Melihat kondisi tersebut, Sr. Ferdinanda terus memotivasi murid-muridnya bahwa setiap orang pasti mampu jika mau berusaha.
“Saya tetap memotivasi mereka bahwa jika orang lain bisa, maka kamu juga pasti bisa! Ini kesempatan bagi kalian untuk mengekspresikan diri, mengembangkan bakat, serta melatih mental dan keberanian di depan guru dan teman-teman,” lanjutnya.
Pendekatan tersebut membuahkan hasil. Murid-murid yang sebelumnya ragu secara sukarela kembali datang dan menyatakan keinginan untuk ikut serta. Hasilnya, seluruh murid kelas 5B dapat berdiri bersama di atas panggung dengan penuh rasa percaya diri.
Perjuangan mengatasi rasa malu juga dirasakan langsung oleh para murid. Zeus, salah satu murid kelas 5B, mengaku sempat merasa canggung ketika pertama kali berhadapan dengan penonton.
“Perasaannya malu sedikit, tetapi ceritanya sangat seru!” tutur Zeus mengenai pengalamannya saat tampil di depan teman-teman dan guru.
Sementara itu, Talita, perwakilan murid kelas 5B, menceritakan bahwa persiapan penampilan tari modern tersebut memakan waktu sekitar satu bulan. Pilihan untuk membawakan tari modern diambil agar seluruh teman sekelas mendapat kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka.
“Kami latihan selama satu bulan. Kami memilih tampil tari modern agar satu kelas bisa menampilkan diri bersama-sama,” jelas Talita.
Bagi Sr. Ferdinanda, penampilan di atas panggung bukan sekadar hiburan setelah senam pagi, melainkan juga menjadi wadah pembentukan karakter bagi anak-anak didiknya.
“Alhasil, pada latihan berikutnya, mereka sendiri yang datang kepada saya dan menyatakan ingin ikut. Bangga rasanya mereka akhirnya bisa tampil dengan luar biasa. Melalui pentas ini diharapkan mereka semakin mampu bekerja sama, rasa persaudaraan semakin erat, dan saling menghargai,” pungkas Sr. Ferdinanda.
Pentas kelas setiap Kamis pagi tersebut kembali membuktikan bahwa panggung sederhana dapat menjadi tempat tumbuhnya rasa percaya diri, semangat pantang menyerah, dan kebersamaan bagi seluruh murid.
Kontributor: Lea Wulan
