atam, YTKNews.id — Hari itu, Senin yang cerah, ruang guru SMA Yos Sudarso Batam dipenuhi kehangatan. Setelah empat bulan menjalani kehidupan yang berbeda di Jakarta, Vedra Victoria menyempatkan diri mampir ke sekolah ketika pulang ke Batam. Satu per satu guru yang selama ini mendukungnya ia salami.
Pertemuan tersebut menjadi momen istimewa bagi keluarga besar sekolah. Vedra datang membawa cerita tentang mimpi yang dikejar, jadwal yang padat, kekhawatiran meninggalkan pelajaran, hingga dukungan yang membuatnya tetap bertahan. Perjalanan itu akhirnya membawanya meraih juara kedua The Icon Indonesia Sesi 1, sekaligus sejumlah hadiah.
Dari Rasa Senang hingga Kekhawatiran Meninggalkan Sekolah
Ketika pertama kali dinyatakan lolos ke The Icon Indonesia, Vedra mengaku merasa senang sekaligus penasaran. Namun, kegembiraan itu sempat disertai kekhawatiran ketika ia mengingat harus meninggalkan sekolah selama kurang lebih empat bulan.
Ia sempat merasa khawatir tidak dapat mengejar pelajaran dan tugas-tugas sekolah. Beruntung, dukungan SMA Yos Sudarso Batam sangat besar. Melalui LMS yang disediakan sekolah, Vedra tetap dapat mengikuti pembelajaran dan menyelesaikan tugas-tugas di sela-sela aktivitasnya di Jakarta.
“Saya bersyukur sekali karena sekolah memberikan peluang untuk tetap belajar meskipun saya harus meninggalkan sekolah selama empat bulan.”
Kesempatan tersebut membuat Vedra tetap memiliki ruang untuk belajar, meskipun harus menjalani kegiatan yang hampir setiap hari dipenuhi agenda.
Senin hingga Minggu, Hampir Tak Ada Waktu Kosong
Di balik penampilan yang disaksikan banyak orang, ada jadwal panjang yang harus ia jalani. Vedra menceritakan bahwa hampir setiap hari telah dipenuhi agenda. Ia pun harus pandai-pandai mengatur waktu agar tetap dapat belajar.
“Senin dimulai dengan fitting baju. Selasa dilanjutkan dengan pemilihan lagu, kemudian Rabu diisi recording yang dapat berlangsung seharian karena terkadang harus mengulang berkali-kali,” ujarnya mengenang kembali rutinitasnya.
“Kamis latihan koreografi panggung. Jumat biasanya diisi tambahan untuk pemantapan atau live TikTok,” jelasnya.
“Sabtu yang biasanya waktu istirahat, kalau ada permintaan mengisi acara, seperti SCTV Awards, hari itu dipakai untuk latihan. Minggu pun belum tentu benar-benar santai karena masih digunakan untuk latihan, bahkan dapat berlangsung cukup lama,” pungkasnya sambil tertawa.
Dengan jadwal seperti itu, membagi waktu untuk belajar tentu bukan perkara mudah. Namun, Vedra mengatakan bahwa semuanya kembali kepada kepandaian masing-masing dalam mengatur jadwal di sela-sela kegiatan.
“Itu pandai-pandai kita untuk mengatur jadwal di sela-sela padatnya kegiatan, dan kami selalu mengusahakan bisa melakukan semuanya semaksimal mungkin,” tambahnya.
Dipenuhi Overthinking, tetapi Tetap Bersyukur
Perjalanan di The Icon Indonesia juga tidak selalu berjalan tanpa rasa khawatir. Vedra mengaku banyak mengalami overthinking selama mengikuti ajang tersebut. Meski demikian, ia tetap merasa bersyukur karena perjalanan yang dijalaninya selalu terhindar dari zona merah.
Di tengah situasi ketika dirinya ramai menjadi perbincangan, dukungan teman-teman sekolah turut menjadi penguat. Bagi Vedra, perhatian tersebut menjadi pengingat bahwa ia tidak menjalani semuanya sendirian.
“Teman-teman selalu support aku. Mereka bahkan sampai kirim long text untuk menguatkan,” ujarnya.
Dukungan itu menjadi bagian penting dari perjalanan Vedra. Bukan hanya ketika ia tampil di panggung, tetapi juga ketika ia harus menghadapi berbagai hal di luar panggung.
Tetap Vedra yang Sama
Meski kesibukannya begitu padat dan berbeda, Vedra mengaku tidak merasa ada perubahan dalam dirinya. Ia tetap menjadi dirinya sendiri.
“Saya tetap saling chat dan sapa dengan teman-teman, apalagi kalau ketemu di luar,” ujarnya.
Menurutnya, hal yang paling terasa berbeda justru terletak pada jadwal harian.
“Jadwal saja yang berubah, selebihnya tetap sama,” ujarnya sambil tersenyum.
Terima Kasih untuk Semua Dukungan
Di akhir wawancara, Vedra menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya, terutama keluarga besar SMA Yos Sudarso Batam. Ia berterima kasih kepada teman-teman, para guru, dan alumni yang terus memberikan dukungan selama perjalanan mengikuti The Icon Indonesia.
Ia juga berpesan kepada teman-temannya agar tidak takut mengejar mimpi.
“Tetaplah berusaha, jangan takut untuk mencapai mimpi karena untuk mencapai sesuatu pasti ada proses yang harus dilalui.”
Pesan itu menjadi penutup yang sederhana, tetapi bermakna. Sebab, di balik keberhasilan yang terlihat di panggung, ada proses panjang yang harus dijalani dengan ketekunan, keberanian, dan dukungan dari orang-orang di sekitar.
Kini, Vedra tetap melanjutkan perjalanannya sebagai siswi SMA Yos Sudarso Batam, dengan segudang kegiatan dan perjalanan baru yang tidak akan terlupakan. Perjalanan yang jika dirangkumnya dalam tiga kata adalah “Tangguh, menyenangkan, dan memorable,” ujarnya mengakhiri wawancara.
Congratulations and good luck, Vedra Victoria!
Kontributor: Tim Humas SMA Yos Sudarso
