PANGKALPINANG, YTKNews.id – Rokok bukan sekadar persoalan kebiasaan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan dan masa depan generasi muda. Kesadaran tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan sosialisasi bahaya rokok yang diselenggarakan melalui kerja sama SMP Santo Paulus Pangkalpinang dan Puskesmas Selindung pada Jumat (23/10/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa laki-laki SMP Santo Paulus dengan didampingi Pak Gatot. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak mengenali risiko merokok dan memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak usia remaja.
Sosialisasi tersebut menghadirkan tiga narasumber dari Puskesmas Selindung, yaitu Ibu Eva, Ibu Uly, dan Ibu Opi. Kehadiran tenaga kesehatan ini memberikan kesempatan kepada para siswa untuk memperoleh edukasi mengenai bahaya rokok secara langsung. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperluas pembelajaran, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam hal kesehatan dan pembentukan kebiasaan hidup yang lebih baik.
Masa remaja merupakan tahap penting dalam pembentukan kebiasaan dan pengambilan keputusan. Pada masa ini, lingkungan pergaulan dapat memengaruhi pilihan seseorang, termasuk perilaku yang berkaitan dengan kesehatan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai bahaya rokok perlu diberikan sejak dini agar siswa memiliki pengetahuan yang dapat membantu mereka mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan.
Melalui sosialisasi ini, para siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih jauh bahaya rokok yang mungkin sebelumnya belum mereka pahami secara menyeluruh. Edukasi kesehatan di lingkungan sekolah diharapkan dapat membantu siswa membedakan kebiasaan yang berisiko dari perilaku yang mendukung kesehatan. Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan lebih mampu menjaga diri dan tidak mudah mengikuti ajakan yang dapat merugikan kesehatan mereka.
Pak Gatot, yang mendampingi para siswa selama kegiatan berlangsung, menilai sosialisasi tersebut memiliki manfaat penting bagi perkembangan dan kesadaran siswa. Menurutnya, edukasi kesehatan menjadi salah satu cara untuk membantu remaja memahami pentingnya menjaga diri sejak dini.
“Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena anak-anak perlu memahami bahaya rokok sejak dini. Kerja sama antara sekolah dan Puskesmas Selindung seperti ini memberikan dampak positif karena siswa mendapatkan pengetahuan tambahan tentang kesehatan. Harapannya, mereka bisa lebih menjaga diri, tidak mudah terpengaruh ajakan merokok, dan berani mengambil keputusan yang baik untuk masa depan mereka,” ujarnya.
Kerja sama antara SMP Santo Paulus dan Puskesmas Selindung menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung pendidikan kesehatan bagi remaja. Sekolah berperan dalam mendampingi perkembangan siswa, sedangkan tenaga kesehatan memberikan informasi sesuai dengan bidang keahliannya. Kolaborasi seperti ini diharapkan menjadi langkah positif dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan siswa.
Manfaat kegiatan tersebut juga dirasakan oleh Delvin, siswa kelas IX B SMP Santo Paulus. Baginya, sosialisasi bahaya rokok memberikan pengetahuan baru dan membuatnya lebih memahami risiko yang berkaitan dengan kebiasaan merokok. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa informasi mengenai kesehatan perlu dipahami agar siswa dapat mengambil keputusan yang lebih bijak.
“Setelah ikut sosialisasi ini, saya jadi tahu kalau rokok ternyata berbahaya banget bagi kesehatan. Ada juga banyak hal tentang rokok yang sebelumnya belum saya tahu. Jadi, sekarang saya lebih paham kenapa kita harus menjauhi rokok dan tidak boleh menganggapnya sepele. Semoga teman-teman yang lain juga bisa mengambil pelajaran dari kegiatan ini,” kata Delvin.
Pernyataan Delvin menggambarkan pentingnya penyampaian informasi kesehatan dengan cara yang mudah dipahami oleh siswa. Pengetahuan baru dapat menjadi awal tumbuhnya kesadaran untuk lebih memperhatikan kesehatan diri. Namun, pemahaman tersebut juga perlu didukung oleh lingkungan yang positif, baik di sekolah, keluarga, maupun pergaulan sehari-hari, agar pesan pencegahan merokok dapat terus diingat.
Lebih dari sekadar penyampaian materi, sosialisasi ini menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap kesehatan generasi muda. Melalui kerja sama antara sekolah dan Puskesmas Selindung, siswa diharapkan memperoleh bekal pengetahuan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan edukasi semacam ini juga membuka kesempatan bagi sekolah untuk terus bekerja sama dengan tenaga kesehatan dalam memberikan pemahaman mengenai berbagai persoalan kesehatan yang relevan dengan usia remaja.
Pada akhirnya, mengenali bahaya rokok merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan dan merencanakan masa depan yang lebih baik. Melalui sosialisasi ini, SMP Santo Paulus dan Puskesmas Selindung menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi menjadi pengingat bagi para siswa untuk lebih peduli terhadap kesehatan, berani menolak ajakan yang berisiko, dan membiasakan diri mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Kontributor: Hendrikus Ferdian Sitompul, S.Kom.
