PANGKALPINANG, YTKNews.id – Peningkatan kualitas pembelajaran tidak hanya bergantung pada materi yang disampaikan kepada siswa, tetapi juga pada kemauan guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya. Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan workshop Pembelajaran Mendalam yang diikuti oleh para guru SMP Santo Paulus Pangkalpinang pada Jumat (16/10/2026). Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini menghadirkan Lidwina Irene Lan Cen, Kepala SMP Santa Theresia, sebagai narasumber.
Workshop ini menjadi kesempatan bagi para guru untuk memperdalam pemahaman mengenai Pembelajaran Mendalam sekaligus bertukar pengalaman dalam mengembangkan proses belajar di kelas. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi antara SMP Santo Paulus dan SMP Santa Theresia yang sama-sama berada di bawah naungan Yayasan Tunas Karya. Melalui kegiatan ini, kedua sekolah dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk mendukung pengembangan pendidikan.
Dalam dunia pendidikan, guru memiliki peran penting dalam membantu siswa memahami materi secara bermakna. Proses belajar tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami konsep dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, guru perlu terus memperluas wawasan agar dapat merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Salah satu kegiatan dalam workshop ini adalah praktik penyusunan modul ajar Pembelajaran Mendalam. Para guru juga berbagi pengalaman belajar serta membahas Taksonomi SOLO dan Taksonomi Bloom. Selain itu, peserta mempelajari format dan kriteria penyusunan soal serta penilaian. Rangkaian materi tersebut memberikan kesempatan bagi guru untuk memperdalam pemahaman sekaligus merefleksikan perencanaan pembelajaran yang diterapkan di kelas.
Praktik penyusunan modul ajar menjadi bagian penting karena guru tidak hanya perlu memahami pendekatan pembelajaran secara teoretis, tetapi juga memikirkan penerapannya dalam kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, pembahasan taksonomi dan penilaian memberikan wawasan tambahan bagi guru dalam merumuskan tujuan pembelajaran serta menyusun soal yang sesuai dengan kemampuan yang ingin diukur.
Meskipun hanya berlangsung selama satu hari, workshop ini menjadi kesempatan berharga bagi para guru untuk memperoleh pengetahuan baru. Pengembangan kompetensi tidak semata-mata ditentukan oleh durasi kegiatan, tetapi juga oleh kemauan untuk mempelajari hal baru dan menerapkannya secara tepat. Setelah workshop selesai, proses belajar dapat berlanjut melalui refleksi dan penyesuaian dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Selain berfokus pada pengembangan kompetensi, kegiatan ini juga menonjolkan pentingnya kolaborasi antarsekolah. SMP Santo Paulus dan SMP Santa Theresia merupakan bagian dari Yayasan Tunas Karya yang memiliki kesempatan untuk saling mendukung dalam pengembangan pendidikan. Kehadiran Lidwina Irene Lan Cen sebagai narasumber menjadi bagian dari semangat berbagi tersebut.
Kolaborasi seperti ini membuka ruang bagi para pendidik untuk bertukar wawasan dan memperoleh perspektif yang berbeda. Setiap sekolah memiliki pengalaman dan tantangan tersendiri dalam mendampingi siswa. Melalui kegiatan bersama, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan refleksi yang berguna bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa dan kondisi kelas masing-masing.
Arianto, salah seorang guru SMP Santo Paulus yang mengikuti workshop tersebut, menilai kegiatan ini sebagai kesempatan yang bermanfaat untuk menambah wawasan.
“Menurut saya, workshop ini sangat baik dan bermanfaat. Kami mendapat banyak wawasan baru tentang Pembelajaran Mendalam. Semoga ilmu yang kami dapatkan bisa diterapkan di kelas sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna bagi siswa,” ujar Arianto.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa kesempatan belajar bersama dapat mendorong guru untuk terus mengembangkan diri. Pengetahuan yang diperoleh melalui workshop dapat menjadi bahan refleksi dalam merancang modul ajar, menyusun soal, dan menentukan penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Penerapannya tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan siswa agar proses belajar dapat berlangsung secara efektif.
Kegiatan ini sekaligus mengingatkan bahwa guru merupakan pembelajar sepanjang hayat. Perkembangan kebutuhan peserta didik mendorong pendidik untuk terus terbuka terhadap pengetahuan dan pengalaman baru. Dengan kemauan untuk belajar, guru dapat mengevaluasi pendekatan yang digunakan dan mempertimbangkan cara membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam.
Melalui workshop ini, semangat berbagi di lingkungan Yayasan Tunas Karya diharapkan dapat terus berkembang. Kolaborasi antarsekolah tidak harus berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat menjadi ruang untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan secara berkelanjutan. Kerja sama tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi pengembangan kompetensi guru sekaligus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran bagi siswa.
Pada akhirnya, workshop Pembelajaran Mendalam di SMP Santo Paulus bukan sekadar kegiatan pengembangan kompetensi selama satu hari. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan guru sekaligus memperkuat kolaborasi dengan SMP Santa Theresia. Dari ruang workshop ke ruang kelas, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih terarah dan bermakna bagi siswa.
Kontributor: Hendrikus Ferdian Sitompul, S.Kom.
