TANJUNGBALAI KARIMUN, YTKNews.id — Semangat kebersamaan, toleransi, dan pendidikan karakter terpancar dalam kunjungan keluarga besar Sekolah Santo Yusup ke Gereja HKBP Pargodungan, Tanjungbalai Karimun, pada 11 Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, SMP Santo Yusup turut ambil bagian dalam pelayanan ibadah melalui penampilan koor atau paduan suara yang membawakan dua lagu, yaitu God and God Alone dan Arbab.
Pesan Khotbah: Pendidikan Karakter Menjadi Kekuatan Sekolah
Dalam khotbah pada ibadah tersebut, disampaikan pesan positif mengenai peran Sekolah Santo Yusup dalam membentuk generasi muda yang berkarakter baik dan dikenal di tengah masyarakat.
“Saya yakin, Sekolah Santo Yusup yang berada di bawah naungan Yayasan Tunas Karya bisa mendapatkan banyak siswa karena menanamkan karakter-karakter yang baik. Tentunya, Sekolah Santo Yusup juga sudah dikenal banyak orang atau masyarakat,” ungkap Inang Diakon Br. Simatupang.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari nilai-nilai karakter yang ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap disiplin, tanggung jawab, kepedulian, rasa hormat, kerja sama, dan integritas merupakan bekal penting bagi siswa untuk menghadapi tantangan masa depan.
Bagi Sekolah Santo Yusup, pendidikan karakter merupakan bagian penting dari upaya mendampingi siswa agar bertumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki sikap yang baik dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Lebih dari Sekadar Kunjungan, Membangun Kedekatan dengan Masyarakat
Kunjungan keluarga besar Sekolah Santo Yusup ke Gereja HKBP Pargodungan juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dan masyarakat. Kehadiran para guru, karyawan, serta siswa menunjukkan bahwa pendidikan tidak berhenti di dalam ruang kelas, melainkan juga tumbuh melalui pengalaman nyata, interaksi sosial, dan keterlibatan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Tunas Karya, Sekolah Santo Yusup terus berupaya menghadirkan pendidikan yang memperhatikan perkembangan siswa secara menyeluruh. Pembelajaran akademik berjalan berdampingan dengan pengembangan bakat, kreativitas, kedisiplinan, serta pembentukan karakter.
Keterlibatan siswa dalam kegiatan paduan suara menjadi salah satu contoh bagaimana potensi peserta didik dapat dikembangkan melalui pengalaman di luar pembelajaran formal. Dengan bimbingan para pendidik dan dukungan lingkungan sekolah, siswa memperoleh ruang untuk mengenali kemampuan diri, berlatih secara konsisten, dan berani tampil di tengah masyarakat.
Kehadiran seluruh guru dan karyawan dari unit TK hingga SMA dalam kunjungan ini juga mencerminkan semangat kebersamaan antarsatuan pendidikan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang saling mendukung dalam mendampingi perjalanan belajar dan pertumbuhan setiap siswa.
Mengenal Lebih Dekat Sekolah Santo Yusup
Bagi orang tua yang sedang mencari sekolah untuk putra-putrinya, kegiatan ini menjadi gambaran tentang pentingnya memilih lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendukung pencapaian akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi pembentukan karakter, pengembangan seni, dan pengalaman sosial.
Sekolah Santo Yusup, di bawah naungan Yayasan Tunas Karya, mengajak para orang tua dan masyarakat untuk mengenal lebih dekat lingkungan pendidikan serta berbagai kegiatan yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan potensi peserta didik.
Sebab, pendidikan yang bermakna bukan hanya tentang apa yang dipelajari siswa hari ini, melainkan juga tentang nilai-nilai yang mereka bawa dalam kehidupan pada masa mendatang.
Kunjungan ke Gereja HKBP Pargodungan ini pun menjadi lebih dari sekadar agenda kebersamaan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk menampilkan talenta, memperkuat karakter, membangun relasi dengan masyarakat, sekaligus memperkenalkan semangat pendidikan Sekolah Santo Yusup kepada publik.
Sekolah Santo Yusup, tempat bertumbuh dalam ilmu, berkarakter dalam sikap, dan berkarya melalui talenta.
Kontributor: Agnes Ramti, S.Pd.
