Home » “Sempat Pesimis, tapi Yakin Masuk 3 Besar”, Mentalitas yang Mengantar SMP Santo Yusup ke Podium

“Sempat Pesimis, tapi Yakin Masuk 3 Besar”, Mentalitas yang Mengantar SMP Santo Yusup ke Podium

oleh humas YTK

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik SMP Santo Yusup. Tim vokal grup berhasil meraih juara ketiga dalam Lomba Vokal Grup tingkat Kabupaten Karimun Tahun 2026, yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Festival Prestasi dan Kreativitas Peserta Didik dalam program BOS Kinerja SMP Negeri 1 Karimun Tahun 2026 pada 12 Agustus 2026.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Di bawah bimbingan Miss Agnes, tim yang terdiri atas Duma, Stella, Celyne, Clarissa, Jeremy, Edward, David, dan Gamaliel mampu menunjukkan penampilan terbaik mereka di tengah persaingan dengan peserta lain yang tidak kalah hebat.

Hanya Lima Hari Latihan, Tetap Berani Tampil Maksimal!

Salah satu hal yang membuat pencapaian ini istimewa adalah waktu persiapan yang terbilang singkat. Tim vokal grup SMP Santo Yusup hanya menjalani latihan selama lima hari sebelum tampil dalam kompetisi tingkat kabupaten tersebut.

Tentu saja, persiapan singkat bukan tanpa tantangan. Rasa gugup sempat muncul ketika melihat banyak peserta lain menampilkan kemampuan vokal yang luar biasa. Bahkan, perasaan pesimis pun sempat menghampiri.

Namun, keraguan tersebut tidak menjadi alasan untuk menyerah. Dalam keterangannya, salah satu anggota tim, Gamaliel, menceritakan pengalaman mereka selama mengikuti perlombaan.

“Latihan hanya lima hari dan lumayan gugup karena banyak peserta yang bagus juga. Sempat pesimis, tapi tetap percaya pasti masuk tiga besar,” ungkap Gamaliel.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut. Keberanian adalah kemampuan untuk tetap melangkah, berusaha, dan memberikan yang terbaik meskipun rasa takut masih ada.

Dengan keyakinan, latihan, dan dukungan dari pembimbing, tim akhirnya berhasil membuktikan bahwa usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dapat membuahkan hasil yang membanggakan.

Peran Pelatih: Membimbing, Menguatkan, dan Menumbuhkan Kepercayaan Diri

Di balik penampilan yang membanggakan, terdapat proses pembinaan yang tidak kalah penting. Bimbingan Miss Agnes menjadi bagian dari perjalanan tim dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.

Dalam lomba vokal grup, kemampuan bernyanyi bukan satu-satunya faktor penentu. Peserta juga perlu membangun kekompakan, menjaga tempo, menyelaraskan suara, mengatur ekspresi, serta memiliki kepercayaan diri saat tampil di hadapan juri dan penonton.

Proses latihan juga menjadi ruang belajar bagi peserta didik untuk menerima arahan, memperbaiki kekurangan, mengelola rasa gugup, dan bekerja sama sebagai sebuah tim.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa peran seorang pendidik tidak hanya membantu peserta didik mengembangkan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan karakter, kedisiplinan, keberanian, dan mental pantang menyerah.

Meraih juara ketiga tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMP Santo Yusup Karimun. Namun, nilai terbesar dari pencapaian ini tidak berhenti pada penghargaan yang diperoleh. Ada pelajaran penting yang dapat dipetik dari perjalanan tim, yaitu bahwa hasil yang baik tidak selalu ditentukan oleh lamanya persiapan, tetapi juga oleh kesungguhan, strategi latihan, kerja sama, dan keyakinan untuk terus berusaha.

Selamat kepada Duma, Stella, Celyne, Clarissa, Jeremy, Edward, David, dan Gamaliel atas pencapaian yang membanggakan. Apresiasi juga disampaikan kepada Miss Agnes atas bimbingan dan pendampingannya selama proses persiapan hingga kompetisi.

Semoga prestasi ini menjadi penyemangat bagi seluruh peserta didik untuk terus menggali potensi, berani tampil, dan mengembangkan kemampuan sesuai dengan minat masing-masing.

Kepala SMP Santo Yusup, Halri Simarmata, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas pencapaian tersebut. Prestasi ini dinilai sebagai hasil positif dari keberanian peserta didik dalam mengembangkan potensi diri sekaligus menunjukkan bahwa kesempatan untuk berprestasi terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha dan terus belajar.

Pada akhirnya, menjadi juara bukan hanya tentang siapa yang berdiri di posisi tertinggi, melainkan juga tentang siapa yang berani berproses, tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan, dan terus bertumbuh menjadi lebih baik.

Kontributor: Agnes Ramti, S.Pd.

Anda mungkin juga suka