Batam, YTKNews.id – Hari kedua Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan Unit Pendidikan Yayasan Tunas Karya (YTK) wilayah Kepulauan Riau berlangsung dinamis di ruang pertemuan SMA Yos Sudarso, Batam, Selasa (13/10/2026). Berbagai gagasan dan masukan mengemuka dalam pembahasan evaluasi pencapaian tahun ajaran 2026/2027 serta perencanaan penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran 2027/2028.
Pertemuan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diawali dengan pembahasan Rencana Pencapaian Tahun Ajaran (TA) 2026/2027 serta usulan rencana penerimaan siswa baru dan Uang Pangkal Sekolah (UPS) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2027.
Sesi ini dipandu oleh Kepala Divisi Harta Benda dan Keuangan (HBK) YTK, Ibu Bi Lie, S.Akun., bersama Sekretaris YTK, Bapak Kristiawan Tri Wardana, S.Pd.Ing. Keduanya mengajak para pimpinan unit untuk mengevaluasi realisasi penerimaan siswa pada tahun 2026 sekaligus menyusun langkah-langkah strategis untuk meningkatkan penerimaan siswa baru pada tahun berikutnya.
Suasana diskusi terasa hidup ketika setiap pimpinan unit pendidikan diberi kesempatan menyampaikan kondisi nyata di sekolah masing-masing, termasuk pencapaian jumlah siswa pada tahun 2026 dan target penerimaan siswa baru tahun 2027. Berbagai pengalaman, tantangan, dan usulan pun dibagikan sebagai bahan pertimbangan bersama dalam merumuskan rencana yang lebih realistis dan terarah.

Di tengah berlangsungnya diskusi, terjadi pemadaman listrik di kawasan Batam Center yang cukup mengganggu jalannya pertemuan. Namun, situasi tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta untuk melanjutkan pembahasan. Pengurus YTK segera mengambil langkah dengan memindahkan lokasi pertemuan ke Hotel Santika Batam Center agar agenda Rakor dapat diteruskan dengan baik.
Setelah berpindah lokasi, diskusi dilanjutkan dengan pembahasan pencapaian rata-rata uang sekolah tahun ajaran 2026/2027 serta rencana tahun ajaran 2027/2028 berdasarkan usulan masing-masing sekolah. Pembahasan ini menjadi kesempatan bagi setiap unit untuk melihat kembali pencapaian yang ada, mempertimbangkan kebutuhan operasional, serta menyelaraskan perencanaan keuangan dengan kondisi dan perkembangan lembaga pendidikan.
Diskusi berlangsung cukup hangat ketika para peserta membahas target dan rencana tahun ajaran 2027/2028. Tidak hanya melibatkan sekolah-sekolah, pembahasan juga mencakup STIE Bentara Persada dan unit asrama yang dikelola YTK. Beragam pandangan dan pertimbangan disampaikan untuk memastikan agar perencanaan setiap unit tetap memperhatikan kebutuhan lembaga, keberlanjutan pelayanan pendidikan, serta kemampuan masyarakat yang dilayani.
Dinamika diskusi pada hari kedua ini memperlihatkan pentingnya keterbukaan, koordinasi, dan keterlibatan aktif seluruh pimpinan unit dalam proses perencanaan. Setiap unit memiliki situasi dan tantangan yang berbeda, sehingga komunikasi dan pertukaran pengalaman menjadi bagian penting dalam mencari langkah terbaik bagi perkembangan bersama.

Pada sore harinya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dalam kelompok berdasarkan jenjang pendidikan masing-masing untuk menyusun Renstra. Setelah itu, setiap jenjang mempresentasikan hasil penyusunannya di hadapan peserta Rakor. Presentasi tersebut mendapat masukan dan tanggapan dari peserta dan pengurus YTK. Pembahasan dan pleno Renstra masing-masing jenjang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB.
Melalui Rakor ini, YTK berharap setiap pimpinan unit semakin memiliki gambaran yang jelas mengenai capaian, target, dan strategi yang perlu disiapkan untuk tahun ajaran mendatang. Perencanaan yang matang dan semangat bekerja bersama diharapkan dapat mendukung keberlanjutan layanan pendidikan YTK yang semakin berkualitas, adil, dan humanis bagi seluruh peserta didik (da silva, pr)
