Tanjung Balai Karimun, YTKNews.id – Kemampuan membaca bukan sekadar memahami rangkaian kata, tetapi juga menganalisis informasi, menilai kebenaran, dan menarik kesimpulan secara logis. Untuk mendukung penguatan keterampilan tersebut, Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Membaca Kritis bagi Siswa SMA/SMK di Kabupaten Karimun pada 5–7 Oktober 2026, bertempat di SMA Santo Yusup Karimun.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB ini bertujuan meningkatkan kompetensi literasi siswa, khususnya dalam memahami dan menganalisis informasi secara kritis. Sebanyak 100 siswa dari 10 SMA/SMK di Kabupaten Karimun direncanakan mengikuti kegiatan ini. Setiap sekolah mengirimkan 10 siswa dan seorang guru pendamping.
Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tiga gelombang selama tiga hari. Pada Senin, 5 Oktober 2026, peserta berasal dari SMAN 1 Karimun, SMAN 4 Karimun, dan SMAN 2 Karimun. Pada Selasa, 6 Oktober 2026, kegiatan diikuti oleh siswa dari SMK Vidya Sasana, SMA Maha Bodhi Karimun, dan SMAN 3 Karimun. Sementara itu, pada Rabu, 7 Oktober 2026, peserta berasal dari SMK Yaspika, SMKN 2 Karimun, SMA Santo Yusup, dan SMA Cahaya.
Bagi SMA Santo Yusup Karimun, menjadi tuan rumah kegiatan ini merupakan suatu kebanggaan sekaligus kesempatan yang berharga. Kepercayaan yang diberikan menjadi peluang bagi sekolah untuk turut mendukung penguatan budaya literasi di kalangan pelajar Kabupaten Karimun. SMA Santo Yusup bangga dapat menjadi bagian dari kegiatan pendidikan yang mendorong peningkatan kemampuan membaca kritis dan pengembangan pola pikir siswa.
Kemampuan membaca kritis merupakan keterampilan penting bagi pelajar dalam menghadapi perkembangan zaman. Di tengah derasnya arus informasi digital, siswa perlu mampu membedakan fakta dan opini, mengidentifikasi gagasan utama, serta menilai informasi berdasarkan alasan yang logis. Dengan kemampuan tersebut, siswa diharapkan tidak mudah menerima informasi tanpa mempertimbangkan kebenaran dan sumbernya.
Penguatan kompetensi membaca kritis juga berperan dalam mendukung keberhasilan akademik. Siswa yang mampu membaca secara kritis akan lebih terbantu dalam memahami materi pembelajaran, menghubungkan berbagai gagasan, dan menyusun kesimpulan berdasarkan informasi yang relevan. Keterampilan tersebut tidak hanya berguna di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari ketika menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan pertimbangan matang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa semakin menyadari pentingnya literasi sebagai fondasi untuk memperluas wawasan dan mengembangkan kemampuan berpikir. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan perhatian terhadap budaya membaca di lingkungan pendidikan, sehingga literasi tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran di kelas, tetapi juga berkembang menjadi kebiasaan positif.
Bagi SMA Santo Yusup Karimun, kesempatan menjadi tuan rumah merupakan bentuk kontribusi dalam mendukung kemajuan pendidikan dan pengembangan kompetensi generasi muda. Sekolah berharap semangat literasi dapat terus tumbuh dan menginspirasi siswa untuk menjadi pembelajar yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan informasi.
Membaca dengan cermat, berpikir kritis, dan bertindak bijaksana merupakan langkah penting dalam membangun generasi muda yang berwawasan luas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Melalui penguatan literasi, para pelajar di Kabupaten Karimun diharapkan mampu mengembangkan potensi diri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Kontributor: Gracia Veronica Siregar, S.Pd.
