Mentok, YTKNews.id – Awan duka yang menggelayut di atas permukiman Dusun Serdang, Bangka Selatan, akibat musibah kebakaran hebat yang melahap 500 rumah, mengetuk pintu nurani keluarga besar SMP Santa Maria Mentok. Di tengah kehampaan yang menyelimuti para korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda, derap langkah kepedulian terdengar nyaring dari sudut sekolah. Mengusung semangat solidaritas dan rasa kemanusiaan yang mendalam, seluruh warga sekolah bersatu padu menggelar aksi nyata lewat doa bersama dan penggalangan dana secara terbuka.
Pada 15 Oktober 2026, suasana sekolah terasa beda. Sebelum doa dipanjatkan, siswa dan karyawan SMP Santa Maria menyaksikan reportase terkini tentang musibah kebakaran di Dusun Serdang, Bangka Selatan yang terjadi pada 11 Oktober lalu. Sunyi yang sakral menyelimuti saat seluruh elemen sekolah, mulai dari para siswa, guru, staf, hingga karyawan menundukkan kepala bersama. Dalam keheningan yang khusyuk, untaian doa dilantunkan secara tulus. Doa-doa tersebut dipanjatkan bukan sekadar sebagai ritual, melainkan sebagai tumpuan harapan agar para korban di Dusun Serdang dianugerahi kekuatan, ketabahan, dan keteguhan hati.
Kepala SMP Santa Maria Mentok, Letisia Pare, S.Pd., menyampaikan pesan mendalam terkait gerakan sosial ini. “Kepedulian tidak harus menunggu hingga kita memiliki kelimpahan materi. Bantuan sederhana yang kita berikan dengan tulus, baik dalam bentuk doa maupun donasi. mampu menjadi setitik harapan bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Melalui aksi ini, kami ingin menanamkan jiwa empati dan karakter kasih kepada seluruh siswa,” tuturnya.

Tak berhenti pada tutur kata dan doa, kepedulian diwujudkan lewat penggalangan donasi. Dengan ketulusan yang murni, para murid hingga staf menyisihkan sebagian rejeki mereka untuk membantu meringankan beban pemulihan para korban pascakebakaran.
Aksi ini memberi kesan mendalam bagi para peserta didik. Salah satu siswa SMP Santa Maria Mentok mengungkapkan perasaannya usai menyerahkan bantuan. “Kami sangat tersentuh ketika mendengar musibah yang dialami warga di Dusun Serdang. Walaupun yang bisa kami berikan tidak seberapa, kami berharap doa dan sedikit donasi dari kami bisa membuat mereka merasa tidak sendirian dan bersemangat untuk bangkit lagi,” ungkapnya penuh haru.
Melalui gerakan doa bersama dan penggalangan donasi ini, keluarga besar SMP Santa Maria Mentok berharap dapat memantik simpati publik yang lebih luas agar semakin banyak tangan terulur membantu Dusun Serdang. Bagi mereka, rasa empati yang dirajut bersama dapat menjadi kekuatan besar untuk saling menguatkan di tengah kesulitan.
Reporter: Cheyren (Murid)
Foto: Jasper
