Pangkalpinang, YTKNews.id — Perjuangan mengukir prestasi tidak hanya diukur dari kilau medali di atas podium, melainkan juga dari deretan latihan fisik, serta keteguhan mental dalam mengatasi rasa lelah. Dedikasi pantang menyerah ini dibuktikan oleh Callista Chastine Liem, atlet muda kelahiran Pangkal Pinang, 27 November 2011.
Setelah melalui perjuangan yang panjang, Callista berhasil menyabet Juara 3 dalam Kejuaraan Taekwondo Antar Pelajar Piala Walikota Pangkal Pinang 2026 yang berlangsung meriah di GOR Depati Bahrin. Bagi Callista, medali ini menjadi simbol kebangkitan sekaligus pembuktian bahwa setiap tetes keringat yang mengalir selama sesi latihan tidak pernah sia-sia.
“Saat nama saya dipanggil ke podium juara, perasaan haru, gugup, dan syukur kepada Tuhan bercampur menjadi satu. Saya langsung teringat sesi latihan yang menguras fisik, tendangan demi tendangan yang dilatih berulang kali, serta dukungan orang tua, pelatih, dan teman-teman,” ungkap Callista.
Kecintaan Callista pada seni bela diri Taekwondo berakar dari hobi masa kecilnya yang gemar menyaksikan film aksi bela diri di televisi. Kekagumannya pada kedisiplinan, ketangkasan, dan kecepatan gerakan para atlet memicu rasa penasaran untuk mencoba secara langsung.
Awal kecintaannya pada seni bela diri Taekwondo dimulai dari niat untuk melatih fisik agar lebih kuat dan belajar mempertahankan diri (self-defense). Namun, seiring berjalannya waktu, rasa kecintaan itu bertransformasi menjadi komitmen serius untuk menekuni Taekwondo sebagai sebuah jalan untuk menggapai prestasi.
Di balik keberhasilan untuk memperoleh juara, terdapat perjuangan menyeimbangkan jadwal yang sangat padat. Callista mengaku harus memperaktikkan manajemen waktu yang tepat dan disiplin. Setiap hari Senin dan Kamis ia fokuskan untuk menyelesaikan tugas sekolah agar tidak menumpuk, sedangkan Selasa ia isi dengan kegiatan ekstrakurikuler atletik. Setiap hari Rabu dan Jumat ia penuhi dengan pembelajaran dan kegiatan Pramuka di sekolah, hingga latihan Taekwondo yang sering berlangsung hingga malam hari. Sedangkan setiap hari Sabtu pagi ia berlatih di Training Center (TC) dan bermain bulu tangkis di siang harinya.
“Tantangan terbesar adalah mengatasi lelah yang luar biasa. Pernah di hari Rabu, tubuh rasanya benar-benar habis, ditambah memar dan kram akibat latihan sementara tugas sekolah masih menumpuk. Sempat ada pikiran untuk menyerah, tetapi semangat dari orang tua, pelatih, dan teman-teman kembali menguatkan saya bahwa rasa sakit ini tidak boleh sia-sia,” kenangnya.
Di tengah padatnya rutinitas harian, Callista tetap berusaha menjaga kebugaran dan kesehatan mentalnya melalui beragam aktivitas olahraga favoritnya, seperti berenang, bermain bulu tangkis, jogging, dan menghabiskan waktu bersama keluarga pada akhir pekan.
Callista juga mengakui bahwa keberhasilannya saat ini tidak terlepas dari campur tangan orang-orang yang ada di sekitarnya.
“Sosok yang paling berjasa dalam perjalanan ini adalah orang tua, pelatih, dan teman-teman yang selalu memberikan dukungan luar biasa. Orang tua yang selalu menjadi pendukung utama yang memotivasi saya saat lelah, dan hampir menyerah pelatih berperan besar dalam melatih serta mengajarkan teknik tendangan dan fisik saya. Sedangkan teman-teman memberikan semangat sehingga saya tidak merasa berjuang sendirian.” pungkas Callista penuh syukur.
Pencapaian Juara 3 ini dipandang Callista sebagai awal dari perjalanan prestasinya di dunia kejuaraan Taekwondo. Ia membidik medali emas pada kejuaraan Taekwondo mendatang, sekaligus menargetkan untuk dapat menembus kompetisi tingkat provinsi hingga nasional tanpa mengabaikan prestasi akademiknya di sekolah.
Saat ditanya pesan apa yang hendak Callista sampaikan ke para generasi muda, ia pun berucap, “Kita tidak harus langsung hebat untuk memulai, tetapi kita harus berani memulai untuk bisa berkembang. Jangan takut mencoba hanya karena khawatir akan gagal. Fokuslah menjadi lebih baik dari diri kita yang kemarin, karena langkah kecil yang kita ambil hari ini dapat membawa kita menuju sesuatu yang lebih besar di masa depan.” tutupnya dengan semangat.
Kontributor: Alexander
