Pangkalpinang, YTKNews.id — Mengawali Bulan Rosario yang diperingati setiap bulan Oktober, SD Paulus 2 melalui Tim Pastoral Sekolah menunjukkan komitmennya dalam memperkuat spiritualitas seluruh civitas akademika. Sekolah menjadwalkan kegiatan pendarasan doa Rosario bersama yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat selama bulan Oktober.
Pada pelaksanaan kegiatan di minggu pertama bulan ini, tepatnya pada Jumat, 2 Oktober 2026, suasana doa berlangsung khusyuk dan penuh khidmat. Ibadah doa Rosario bersama dipimpin oleh Yosef Fallo, sementara pendarasan doa Salam Maria dibawakan secara bergantian oleh para siswa. Peran aktif para siswa ini dirancang untuk membiasakan mereka memimpin doa serta menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri sejak dini.
Bagi umat Katolik, doa Rosario bukan sekadar pendarasan doa yang berulang, melainkan sebuah renungan mendalam atas misteri keselamatan melalui peristiwa-peristiwa kehidupan Yesus Kristus bersama Bunda Maria, baik Peristiwa Gembira, Terang, Sedih, maupun Mulia. Melalui perantaraan Bunda Maria sebagai Bunda Gereja, para pendoa diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Kristus.

Pelaksanaan doa Rosario secara rutin di lingkungan sekolah ini memiliki tujuan dan manfaat penting bagi pembentukan karakter peserta didik, antara lain:
- Meneladani Sikap Bunda Maria: Mengajarkan anak-anak untuk meneladani sikap ketaatan, kesederhanaan, dan ketulusan hati Bunda Maria dalam menjawab kehendak Allah.
- Membentuk Karakter Hening dan Disiplin: Melatih anak-anak untuk mengolah batin, fokus, dan memiliki momen hening di tengah padatnya aktivitas belajar.
- Mempererat Kebersamaan dan Persaudaraan: Menguatkan tali kasih dan kebersamaan antarsiswa melalui persekutuan doa.
- Menanamkan Fondasi Iman sejak Dini: Membiasakan tradisi dan nilai-nilai kerohanian Katolik agar menjadi pegangan moral peserta didik hingga dewasa.
Kepala SD Santo Paulus 2, Theresia Dwi Ambarwati, menyampaikan apresiasi serta harapannya atas berjalannya kegiatan pembiasaan kerohanian di Bulan Rosario ini.
“Kegiatan doa Rosario setiap hari Jumat ini merupakan langkah nyata pastoral sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak, tidak hanya pada aspek akademis, tetapi juga pembentukan mental spiritual. Kami berharap pendarasan Rosario sepanjang bulan Oktober ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria. Dilibatkannya siswa secara bergantian untuk memimpin doa Salam Maria juga melatih rasa tanggung jawab dan keberanian mereka dalam melayani,” ujar Ibu Theresia Dwi Ambarwati.
Melalui program rutin pendarasan Rosario ini, seluruh komunitas SD Paulus 2 diharapkan dapat mengandalkan doa Rosario sebagai kekuatan spiritual dalam setiap dinamika belajar dan mengajar di sekolah.
Kontributor: Riana
