Pangkalpinang, YTKNews.id — Sejenak meninggalkan rutinitas kantor, pengurus yayasan, kepala divisi, dan pegawai Kantor Yayasan Tunas Karya (YTK) Pangkalpinang yang berjumlah 29 orang mengikuti rekoleksi bersama pada Kamis (1/10/2026) di Ruang Rapat Kevikepan, Keuskupan Pangkalpinang.
Rekoleksi dibawakan oleh RD. Gregorius Gilberto Casadei dengan tema “Mewujudkan Layanan Pendidikan yang Adil dan Humanis: Refleksi Teologis atas Luk. 16:19–31 dalam Terang Nilai-Nilai Pancasila.”
Melalui tema tersebut, para peserta diajak merefleksikan makna pelayanan pendidikan dalam terang Injil Lukas 16:19–31 tentang orang kaya dan Lazarus. Dalam refleksinya, RD. Grego mengajak peserta melihat pendidikan secara lebih luas. Pendidikan bukan hanya dibangun oleh pemimpin dan guru, tetapi juga oleh mereka yang bekerja di bidang administrasi, keuangan, keamanan, pramusaji, dan kebersihan, serta oleh peserta didik, orang tua, dan komunitas.
“Fungsi kita berbeda, tetapi tujuan kita sama. Yang berbeda adalah fungsi, namun yang sama adalah martabat manusia,” ujar RD. Grego.
Karena itu, pendidikan tidak semata-mata dipandang sebagai pekerjaan, melainkan sebagai pelayanan kepada manusia dan bagi pertumbuhan manusia. Setiap orang, apa pun tugas dan posisinya, memiliki peran dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang menghargai martabat manusia, membangun relasi, serta membantu sesama untuk bertumbuh.
Melalui kisah orang kaya dan Lazarus, para peserta juga diajak melihat kembali “pintu” kehidupan masing-masing. Di balik pintu yang terkadang tertutup oleh kesibukan, kenyamanan, atau ketidakpedulian, mungkin ada seseorang yang membutuhkan perhatian.
Refleksi kemudian diarahkan pada beberapa pertanyaan mendasar: Siapa yang berada di depan pintu kehidupan kita yang sering kita abaikan? Siapa yang mungkin belum sungguh-sungguh kita lihat? Dan apa yang kita miliki untuk dapat kita bagikan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut mengajak peserta menyadari bahwa “kekayaan” yang dipercayakan kepada setiap pribadi tidak hanya berupa uang. Waktu, pengetahuan, pengalaman, kewenangan, perhatian, fasilitas, dan kesempatan juga merupakan kekayaan yang dapat dibagikan demi kebaikan bersama.
Rekoleksi kali ini terasa hidup karena materi tidak hanya disampaikan dalam bentuk ceramah, tetapi juga dikemas dalam berbagai permainan (games) yang membuat peserta lebih aktif dan terlibat.
Ditutup dengan Perayaan Ekaristi
Rekoleksi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi bersama yang dipimpin oleh RD. Grego di Kapel Keuskupan Pangkalpinang.
Dalam homilinya, Romo yang juga bertugas sebagai staf di Seminari Menengah Mario John Boen ini mengajak seluruh pegawai Kantor YTK untuk meneladani Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus, perawan dan pelindung misi yang diperingati dalam kalender liturgi pada hari itu.
“Kiranya kita semua mampu menempuh jalan-jalan kecil seperti St. Theresia: melakukan tindakan-tindakan baik yang kecil dengan cinta yang besar dalam tugas pelayanan kita,” ujar RD. Grego.
Pesan tersebut menjadi peneguhan bagi para peserta untuk menjalankan tugas sehari-hari dengan kesetiaan dan cinta, tanpa memandang besar atau kecilnya pekerjaan yang dipercayakan.
Melalui rekoleksi ini, para pegawai Kantor YTK diajak kembali menyadari bahwa setiap tugas memiliki nilai dan setiap pribadi memiliki martabat yang sama. Pelayanan pendidikan yang adil dan humanis dimulai dari kesediaan untuk melihat, menghargai, dan memperhatikan sesama yang berada di “depan pintu” kehidupan kita. (da Silva, pr)
