Pangkalpinang, YTKNews.id — Gema lagu pujian dan warna-warni kostum memenuhi Gedung Olahraga (GOR) SMP Santo Paulus Pangkalpinang pada 9 Januari 2026 lalu. Di bawah payung tema “Love in God, Harmony Together,” seluruh warga sekolah menyatukan hati dalam sebuah perayaan Natal yang tidak hanya meriah secara seremonial, tetapi juga sarat akan pesan moral dan spiritual.
Acara dibuka dengan ibadah syukur yang penuh khidmat. Namun, ada pemandangan menarik saat sesi liturgi dimulai. Dalam Liturgi Natal, para siswa dengan penuh penghayatan mengisahkan kembali peristiwa kelahiran Yesus di Betlehem. Melalui peran sebagai Maria, Yusuf, dan para gembala, mereka membawa pesan tentang kesederhanaan dan pengharapan, mengajak seluruh hadirin untuk kembali memaknai hakikat Natal yang sesungguhnya.

Nuansa penuh makna berlanjut pada Liturgi Profesi. Di atas panggung, pemandangan unik terlihat saat para siswa mengenakan beragam seragam; ada yang menjadi dokter, guru, sopir, hingga tukang. Penampilan ini bukan sekadar peragaan busana, melainkan sebuah pesan kuat tentang kesetaraan. Melalui liturgi ini, sekolah ingin menanamkan nilai agar anak-anak mampu menghargai setiap pekerjaan tanpa memandang rendah profesi apa pun.
Di tengah suasana ibadah, B. Edi Woda memberikan permenungan yang menyentuh sisi ekologis. Ia menekankan bahwa kasih kepada Tuhan harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Hal ini diperkuat oleh sambutan Kepala SMP Santo Paulus Pangkalpinang, Sr. Yosefania, FCJM., yang mengajak siswa untuk terus hidup dalam kasih Tuhan sebagai dasar dari harmoni bersama.
Usai prosesi ibadah, suasana berubah menjadi ajang unjuk bakat yang memukau. Keriuhan pecah saat Kelas 9B diumumkan sebagai juara lomba Fashion Show. Tak lama berselang, Kelas 8A menyusul dengan kemenangan di lomba Lagu dan Gerak melalui lagu “Dia Lahir Untuk Kita”.

Kejutan muncul saat para guru mengambil alih panggung. Dengan penuh semangat, mereka membawakan lagu dan gerak yang menarik, membuktikan bahwa hubungan guru dan murid di SMP Santo Paulus terjalin begitu hangat.
Berbagai kelas pun turut menyumbangkan warna yang semakin memeriahkan acara peryaan ini, diantaranya dance energik dari kelas 7B, duet vocal, penampilan lagu dan gerak dari 8B, serta drama musikal dari 7A tentang niat dan keteguhan hati yang berhasil menggugah air mata dan emosi para penonton.
Keberhasilan acara ini menuai apresiasi dari berbagai pihak yang terlibat.
“Berkat persiapan maksimal, kami dapat menampilkan drama ini dengan baik. Syukur bahwa penonton dapat memaknai pesan tentang keteguhan hati yang kami sampaikan,” ujar Yosef, Ketua Kelas 7A dengan wajah penuh lega.

Friska, ketua kelas 8A, menambahkan bahwa acara ini memberikan makna mendalam tentang persatuan antar siswa.
“Acara ini sangat menggugah. Perpaduan antara nilai spiritual dalam liturgi dan kreativitas di panggung benar-benar membawa makna mendalam bagi kami semua,” tutur Arianto Malo, guru mata pelajaran PKn.
Perayaan ini pun diselingi dengan penampilan memukau dari Band Santo Paulus sebagai simbol rasa syukur. Melalui perayaan ini, SMP Santo Paulus Pangkalpinang tidak hanya merayakan hari lahir Sang Juru Selamat, tetapi juga merayakan harmoni dalam keberagaman profesi dan kepedulian terhadap sesama serta alam.
Kontributor: Benediktus Edi Woda
