Home » Ketika Anak SMP Santa Maria Belajar Berjalan Jurus Angin hingga Tatapan Maut

Ketika Anak SMP Santa Maria Belajar Berjalan Jurus Angin hingga Tatapan Maut

oleh Suwito

Mentok, YTKNews.id–Merespons data Rapor Pendidikan 2025 yang menunjukkan penurunan nilai karakter siswa sebesar 12%, SMP Santa Maria mengambil langkah sigap melalui program kokurikuler bertajuk “Bermasyarakat”. Program ini dirancang selama 15 minggu untuk menanamkan kembali nilai etika dan sopan santun sebagai fondasi utama siswa dalam bergaul.

The power of eyes contact, pembelajaran yang sederhana tetapi relevan untuk gen Z

Jika minggu lalu siswa telah mendalami etika fisik melalui praktik cara berjalan yang sopan serta cara duduk yang santun saat berhadapan dengan guru, hari ini mereka melatih kemampuan komunikasi non-verbal yang lebih dalam. Siswa belajar seni tersenyum tulus dan menjaga kontak mata agar lawan bicara merasa dihargai.

Kegiatan ditutup dengan ritual afirmasi yang menyentuh. Sambil menepuk pundak teman, seluruh siswa membacakan komitmen untuk konsisten menggunakan tiga kata ajaib: Tolong, Maaf, dan Terima Kasih.

Puncak dari program ini adalah proyek akhir “Harmony in Society”, di mana siswa akan terjun langsung ke masyarakat untuk mempraktikkan ilmu karakter yang telah dipelajari. Dengan semangat “Cerdas otaknya, santun budayanya”, SMP Santa Maria berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki adab yang luhur.

 

 

Reporter:Suwito

Anda mungkin juga suka