Pangkalpinang, YTKNews.id –Potret kerukunan yang sangat kuat di lingkungan pendidikan tercermin dalam pelaksanaan Jalan Salib (tradisi Katolik) dan Halaqah (tradisi diskusi/pengajian Islam) secara berdampingan di SD Santo Paulus II Pangkalpinang, menunjukkan bahwa sekolah ini bukan sekadar tempat belajar akademik, tapi juga laboratorium toleransi.
Di hari Jumat pagi (13/3/2026) berlokasi di ruang perpustakaan, 6 (enam) orang murid yang beragama Islam berkumpul dan belajar bersama didampingi oleh Riski Anggraini salah satu guru muslim di SD Santo Paulus II. Mereka membaca iqro bersama lalu mengenal 25 nabi dan rasul serta berbagai macam mukjizat dalam Islam.

“Di rumah para murid sudah belajar agama bersama orangtuanya, sekarang selama bulan Ramadan sekolah memfasilitasi adanya kegiatan ini agar murid beragama Islam bisa mempelajari, lebih mendalami dan mengamalkan ajaran Islam,” ujar Riski Anggraini atau biasa disapa Bu Kiki. Para murid nampak senang dengan pembelajaran yang diberikan. Mereka bertanya dengan antusias jika ada penjelasan yang belum dipahami.
Siang harinya, berlokasi di tempat yang sama, lantunan lagu rohani mengalun dengan lembut dari para murid dan karyawan SD Santo Paulus II yang beragama Katolik. Mereka berkumpul bersama untuk mengikuti kegiatan jalan salib. Selama masa prapasakah diadakan kegiatan ini untuk mengenang kisah sengsara dan wafat Yesus, serta mendidik para murid tentang kasih, pengorbanan, dan kesabaran. “Kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi untuk menyambut Paskah serta untuk melatih kedisiplinan rohani para murid”, ujar Yosef Fallo selaku guru agama Katolik di sekolah ini.

Dua kegiatan yang dilakukan secara berdampingan buktinya mampu memberi ruang untuk murid belajar menghargai perbedaan sejak dini. Bukan melalui teori, melainkan melalui pengalaman langsung. Kegiatan ini juga mematahkan “sekat eksklusivitas” dan membangun rasa persaudaraan antar murid tanpa memandang latar belakang keyakinan. Sekalipun SD Santo Paulus II berbasis agama Katolik, namun tetap bisa memberikan ruang bagi penganut agama lain untuk mempelajari agamanya.
Kontributor : Tim Humas SD Santo Paulus II
