Parittiga, YTKNews.id – Pagi itu, Kamis (6/8/2026), halaman SD Hilarius Parittiga dipenuhi murid yang mengikuti senam pagi bersama. Setelah kegiatan senam selesai, keceriaan berlanjut melalui panggung mini “Pentas Kelas” yang rutin digelar untuk menyemarakkan suasana sekolah.
Kali ini, giliran kelas 6B tampil. Lima siswa, Clara Fabiola, Jefferson, Velisco, Sheren, dan Graciela, membawakan Tari Zapin Melayu, tarian tradisional yang kaya akan irama dan keindahan gerak. Penampilan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengenalkan budaya daerah kepada teman-teman dan guru.
Untuk mempersiapkan penampilan, kelima siswa berlatih selama kurang lebih dua hari. Jefferson mengatakan, waktu latihan yang singkat membuat mereka harus bekerja sama untuk menjaga kekompakan dan menguasai beberapa gerakan yang cukup rumit.
“Waktu yang kami butuhkan untuk latihan tarian daerah ini bersama teman-teman kurang lebih selama dua hari. Tentu ada kesulitan, terutama dalam menjaga kekompakan dan mempelajari beberapa gerakan yang sedikit rumit,” ungkap Jefferson.
Menurut Jefferson, mereka memilih Tari Zapin Melayu bukan sekadar untuk tampil di depan teman-teman, tetapi juga untuk ikut melestarikan budaya. “Kami memilih membawakan tarian daerah karena kami ingin menyebarluaskan kebudayaan daerah agar tidak terlupakan oleh generasi muda,” ujarnya.
Tampil di hadapan seluruh murid dan guru memberikan pengalaman tersendiri bagi Clara Fabiola. Ia mengaku merasa senang, bahagia, sekaligus sedikit malu. “Rasanya tampil di hadapan seluruh murid dan guru setelah senam pagi itu sangat senang, bahagia, ada sedikit malu, tetapi secara keseluruhan sangat seru!” tutur Clara.
Bagi Clara, bagian pertengahan dan penutup menjadi momen paling berkesan dalam tarian yang mereka bawakan. Penampilan kelima siswa kelas 6B tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dimulai dari lingkungan sekolah, bahkan melalui panggung sederhana setelah senam pagi.
Kontributor: Lea Wulan
