Sungailiat, YTKNews.id — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI Ke-81 turut dirasakan di lingkungan SD Maria Goretti. Sekolah ini menggelar rangkaian perlombaan bagi para siswa sebagai wujud syukur dan penghayatan nilai-nilai perjuangan bangsa. Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 13–14 Agustus 2026, dengan menghadirkan tiga jenis lomba yang sarat akan nilai kebersamaan, kreativitas, dan sportivitas.
Mengawali rangkaian perayaan kemerdekaan, sekolah menggelar kompetisi yang sarat akan nilai sejarah dan ketangkasan, yaitu lomba menyusun puzzle gambar pahlawan nasional secara berkelompok.
Sejak pagi hari, antusiasme peserta didik tampak membakar semangat di area perlombaan. Dalam ajang ini, setiap kelompok bertanding secara kompetitif untuk menyatukan kepingan-kepingan gambar pahlawan bangsa secara presisi. Penentuan pemenang didasarkan pada tingkat kecermatan dan kecepatan. Kelompok yang berhasil merangkai seluruh potongan puzzle secara utuh dan sempurna dengan catatan waktu tercepat berhak keluar sebagai juara. Suasana riuh penuh kegembiraan mewarnai area sekolah saat para siswa saling bertukar ide, berpacu dengan waktu, dan bahu-membahu menyelesaikan kepingan terakhir. Lomba menyusun puzzle gambar pahlawan ini bukan sekadar ajang adu kecepatan, melainkan sarana edukatif interaktif untuk menanamkan rasa hormat, meneladani jasa para pahlawan, serta memperkuat jiwa gotong royong dan efisiensi kerja sama sejak dini.
Tak kalah meriah, lomba kereta balon turut menyita perhatian. Permainan ketangkasan beregu ini sukses menghadirkan gelak tawa sekaligus ketegangan yang menghibur di lapangan sekolah. Dalam lomba ini, setiap kelompok membentuk barisan memanjang layaknya rangkaian kereta api, dimana para peserta harus menjepit balon menggunakan bagian tubuh (seperti dada dan perut) di antara sesama anggota tim tanpa boleh dipegang oleh tangan. Setiap kelompok berpacu melintasi lintasan yang telah ditentukan menuju garis akhir. Aturan utamanya sangat ketat, balon tidak boleh jatuh atau pecah sepanjang perjalanan. Jika terjatuh, kelompok tersebut wajib menghentikan langkah dan membetulkan posisi balon sebelum dapat melanjutkan pergerakan. Kelompok yang berhasil melintasi garis finish pertama kali dengan barisan utuh dan balon tetap terjaga dinyatakan sebagai pemenang. Sorak-sorai penonton pecah saat menyaksikan perjuangan para siswa menyelaraskan langkah kaki dan menjaga keseimbangan tubuh bersama-sama. Lomba kereta balon ini tidak hanya menguji ketangkasan fisik dan koordinasi gerak, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk melatih konsentrasi, menyelaraskan ritme kerja sama, serta membangun rasa saling percaya antaranggota kelompok.


Kemeriahan puncak peringatan berlanjut pada Jumat (14/8) melalui ajang ekspresi seni yaitu lomba mewarnai. Berkolaborasi dengan Faber-Castell, produsen alat tulis ternama, kegiatan ini menjadi wadah bagi para peserta didik untuk menumpahkan imajinasi dan keindahan warna di atas kertas. Goresan warna-warni yang cerah tidak hanya menampilkan bakat terpendam siswa, tetapi juga melambangkan keberagaman dan keceriaan generasi muda Indonesia. Dengan penuh konsentrasi, setiap siswa menuangkan kreativitasnya melalui goresan warna pada media gambar, mencerminkan semangat cinta tanah air melalui karya seni yang mereka hasilkan.
Menanggapi antusiasme siswa selama dua hari pelaksanaan lomba, Revita Andy Hapsari, S.Pd., selaku Kepala SD Maria Goretti, menyampaikan apresiasinya atas semangat dan kekompakan yang ditunjukkan para siswa. “Kami sangat bersyukur melihat antusiasme anak-anak selama dua hari ini. Bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana mereka belajar bekerja sama, bersabar, dan tetap bergembira dalam setiap lomba. Semoga semangat kemerdekaan ini terus tertanam dalam diri mereka,” ujar beliau.
Rangkaian perlombaan selama dua hari ini menjadi wadah bagi siswa SD Maria Goretti untuk merayakan kemerdekaan bangsa dengan cara yang menyenangkan dan edukatif. Melalui lomba susun puzzle, kereta balon, hingga mewarnai bersama Faber-Castell, sekolah berupaya menanamkan semangat gotong royong, kreativitas, dan kebersamaan sejak usia dini, sekaligus memperkokoh rasa cinta terhadap tanah air di kalangan generasi muda.
Kontributor: Ida Hastuti, S.Pd.
