BATAM, YTKNEWS.ID – Ada yang kalah, tapi tetap tersenyum. Ada yang belum berhasil menjadi juara, tetapi justru tertawa bersama teman-temannya. Sebenarnya apa yang membuat suasana begitu menyenangkan? Jawabannya terlihat saat perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan pada 14 Agustus 2026 di Kompleks SDS Yos Sudarso III Batam.
Sejak pagi, suasana sekolah berbeda dari biasanya. Para siswa-siswi tampil dengan pakaian bernuansa merah dan putih. Warna tersebut tidak hanya membuat lingkungan sekolah menjadi semarak, tetapi juga menambah rasa kebersamaan dalam menyambut hari kemerdekaan yang sebentar lagi akan dirayakan.
Tahun ini, perayaan HUT ke-81 RI mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Semangat tersebut kemudian diaplikasikan dalam berbagai kegiatan yang dekat dengan dunia anak, salah satunya melalui perlombaan antarkelas.
Beragam lomba disiapkan untuk memeriahkan kegiatan, mulai dari makan kerupuk, lari kelereng, paduan suara lagu nasional, estafet bola, hingga tarik tambang. Setiap perlombaan memberikan cerita masing-masing. Ada yang berhasil menjadi juara, ada yang harus mengakui keunggulan teman, dan tentu saja ada pula momen-momen lucu yang membuat semua orang tertawa.
Menariknya, semangat siswa tidak berhenti ketika pertandingan selesai.
Para wali kelas juga turut memberikan dukungan kepada anak-anak kelasnya saat bertanding. Teriakan semangat, tepuk tangan, dan dukungan dari teman-teman membuat suasana lomba menjadi semakin hidup. Malahan, siswa yang baru saja kalah bermain justru langsung bergabung memberikan semangat kepada teman yang masih bertanding.
Bagi Ropinus Roni, ketua panitia acara tahun ini, justru momen seperti inilah yang menjadi salah satu hal paling membuat berkesan dalam kegiatan tahun ini.
“Pada kesempatan kali ini, momen yang paling membuat tersenyum adalah saat semua siswa mengikuti lomba dengan penuh semangat, mendukung satu sama lain, dan tertawa bersama tanpa membedakan teman satu dengan yang lain,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan ini bukan tentang siapa yang mendapatkan hadiah atau siapa yang berdiri sebagai juara. Ada hal yang jauh lebih penting untuk dibawa pulang oleh para siswa.
Perlombaan, siswa diajak untuk memahami makna semangat perjuangan, gotong royong, menghargai proses, serta membangun relasi yang lebih erat dengan teman. Mereka harus belajar bahwa sebuah pertandingan pastu ada yang menang dan kalah, tetapi kebersamaan tidak seharusnya berhenti ketika hasil pertandingan sudah diumumkan.
Roni berharap pengalaman dari perlombaan tersebut membantu siswa tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
“Siswa diharap menjadi lebih disiplin, percaya diri, mampu bekerja sama dengan teman, menghargai perbedaan, memiliki rasa cinta tanah air dan semangat persatuan yang lebih kuat, serta menumbuhkan sikap berani menerima kekalahan setelah mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.
Dan mungkin, di situlah alasan mengapa siswa-siswi SDS Yos Sudarso III tetap bisa tertawa meskipun kalah bertanding.
Karena mereka belajar kalah dalam perlombaan bukan berarti gagal. Kadang-kadang, kemenangan yang sebenarnya justru hadir ketika seseorang berani mencoba, mampu menerima hasil dengan lapang dada, tetap menghargai teman, dan pulang membawa pengalaman baru.
Kemeriahan perlombaan diakhiri dengan pembagian hadiah bagi para pemenang perlombaan. Senyum para juara tentu menjadi bagian yang paling ditunggu. Namun, di balik itu, ada kebahagiaan lain yang tidak kalah penting: melihat siswa bermain, berjuang, saling menyemangati, dan tertawa bersama.
Sebab kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang belajar menjadi generasi yang mampu bersatu, bekerja sama, menghargai perbedaan, dan terus berani mencoba.
Pada 14 Agustus 2026 itu, semangat tersebut terasa hidup di SDS Yos Sudarso III Batam dalam setiap lomba, sorakan, tawa, bahkan dalam kekalahan yang diterima dengan senyum
Kontributor : Yohanes Aditya Foto : Tim Dokumentasi SD Yos Sudarso III
