Home » Semarak HUT ke-81 RI di TK Santo Yusuf: Lomba 17-an Jadi Momen Kebersamaan Anak dan Orang Tua

Semarak HUT ke-81 RI di TK Santo Yusuf: Lomba 17-an Jadi Momen Kebersamaan Anak dan Orang Tua

oleh humas YTK

TANJUNG BALAI KARIMUN, YTKNEWS.id — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di TK Santo Yusuf berlangsung meriah, edukatif, dan penuh semangat kebangsaan. Pada Jumat, 14 Agustus 2026, seluruh keluarga besar TK Santo Yusuf mengikuti kegiatan kokurikuler/proyek pembelajaran yang dikemas melalui berbagai pertunjukan dan perlombaan yang melibatkan anak, guru, serta orang tua.

Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengenal dan menghayati nilai-nilai nasionalisme, gotong royong, kerja sama, keberanian, sportivitas, serta kecintaan terhadap tanah air melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pementasan lagu-lagu nasional yang dibawakan oleh anak-anak TK Santo Yusuf. Dengan penuh semangat dan percaya diri, anak-anak menyanyikan lagu-lagu bertema kebangsaan sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus menumbuhkan rasa cinta kepada Indonesia sejak usia dini.

Suasana semakin semarak dengan penampilan drumband, bernyanyi, dan menari. Anak-anak tampil antusias di hadapan guru, orang tua, dan teman-temannya. Melalui kegiatan seni tersebut, mereka tidak hanya belajar mengenal lagu dan budaya Indonesia, tetapi juga mengembangkan keberanian, kreativitas, kemampuan bekerja sama, serta koordinasi gerak.

Lomba 17-an, Momen Kebersamaan Anak dan Orang Tua

Yang menarik, perayaan HUT RI di TK Santo Yusuf tidak hanya menghadirkan perlombaan untuk anak-anak. Orang tua turut ambil bagian dan berpasangan dengan anak dalam berbagai permainan tradisional yang penuh keceriaan.

Beberapa lomba yang dilaksanakan antara lain lomba makan kerupuk, mengisi kacang ke dalam botol, menarik anak menggunakan simpai, serta melempar bola. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai momen ceria dan penuh tawa sekaligus mempererat hubungan antara anak, orang tua, dan sekolah.

Keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Selain menciptakan suasana kekeluargaan, kebersamaan dalam perlombaan memberikan kesempatan bagi orang tua untuk terlibat langsung dalam pengalaman belajar dan bermain anak.

Tidak hanya perlombaan anak dan orang tua, kegiatan juga diisi dengan lomba secara berkelompok antarkelompok orang tua. Melalui kegiatan tersebut, para orang tua belajar membangun kekompakan, kerja sama, sportivitas, dan rasa persaudaraan.

Belajar dari Bermain dan Berkompetisi

Bagi anak-anak, kegiatan HUT RI bukan sekadar perlombaan untuk menentukan siapa yang menjadi pemenang. Lebih dari itu, kegiatan menjadi pengalaman belajar yang membantu anak memahami bahwa menang dan kalah merupakan bagian dari proses bermain dan berkompetisi.

Anak-anak belajar menunggu giliran, mengikuti aturan, bekerja sama, memberikan semangat kepada teman, serta menghargai orang lain. Nilai-nilai tersebut menjadi pengalaman nyata yang dapat mendukung perkembangan sosial dan emosional anak.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk penerapan pembelajaran kokurikuler yang menghubungkan pengalaman belajar dengan kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, seperti gotong royong, mandiri, kreatif, percaya diri, dan berkebinekaan, ditanamkan melalui kegiatan yang dekat dengan dunia anak.

Menanamkan Semangat Kemerdekaan Sejak Dini

Melalui semangat “Indonesia Tangguh, Indonesia Hebat”, seluruh keluarga besar TK Santo Yusuf merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan penuh sukacita. Anak-anak, guru, dan orang tua bersama-sama menciptakan suasana sekolah yang hangat, kompak, dan penuh kebersamaan.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di TK Santo Yusuf diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan semata. Kegiatan ini menjadi pengalaman bermakna bagi anak-anak untuk mengenal arti kemerdekaan, persatuan, gotong royong, sportivitas, cinta tanah air, dan kebersamaan sejak usia dini.

Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak hanya hadir dalam suasana perlombaan, tetapi juga tumbuh dalam sikap dan karakter anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Kontributor: Mariotto Lumban Batu, S.Pd.

Anda mungkin juga suka