Home » Belajar Langsung Bersama Bea Cukai, Siswa SMA Santo Yusup Ikuti School Goes to Customs

Belajar Langsung Bersama Bea Cukai, Siswa SMA Santo Yusup Ikuti School Goes to Customs

oleh humas YTK

Karimun, YTKNews.id — Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Terkadang, pengalaman secara langsung justru memberikan pemahaman yang lebih mendalam. Hal inilah yang dirasakan oleh siswa-siswi SMA Santo Yusup saat mengikuti kegiatan School Goes to Customs (SGTC) di Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, 16 September 2026.

Kegiatan School Goes to Customs menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat dunia kepabeanan dan cukai, sekaligus melihat secara langsung bagaimana Bea Cukai menjalankan tugasnya dalam kehidupan nyata. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman dan wawasan baru mengenai dunia kerja serta peran Bea Cukai bagi masyarakat dan negara.

Kegiatan diawali dengan office tour di PSO Bea Cukai Tanjung Balai Karimun. Para siswa diajak melihat secara langsung lingkungan kerja Bea Cukai dan mendapatkan penjelasan mengenai berbagai aktivitas yang dilakukan dalam mendukung tugas pengawasan. Salah satu hal yang menarik perhatian peserta adalah kesempatan untuk mengenal kapal patroli Bea Cukai, termasuk fungsi dan perannya dalam kegiatan pengawasan di lapangan.

Bagi para siswa, pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa di balik berbagai aktivitas perdagangan dan keluar-masuknya barang, terdapat tugas besar yang dilakukan oleh para petugas untuk memastikan kegiatan tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Setelah mengikuti office tour, kegiatan dilanjutkan di Aula Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau. Rangkaian kegiatan dibuka oleh Kepala Bagian Umum Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, Vincentius Agus Widodo. Selanjutnya, para peserta mendapatkan pemaparan materi dari Bapak Adang, selaku pelaksana pada Bea Cukai Karimun.

Materi yang diberikan tidak hanya berisi penjelasan mengenai kepabeanan dan cukai, tetapi juga dikemas secara interaktif agar mudah dipahami oleh siswa. Para peserta diajak mengenal tugas dan fungsi Bea Cukai serta memahami bahwa keberadaan Bea Cukai memiliki keterkaitan dengan berbagai aktivitas yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana kegiatan semakin hidup ketika siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi secara langsung. Kegiatan juga dilengkapi dengan ice breaking dan kuis interaktif menggunakan Kahoot. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap sesi. Belajar mengenai kepabeanan dan cukai pun terasa lebih menyenangkan karena siswa dapat memperoleh pengetahuan sambil berinteraksi dan berpartisipasi secara langsung.

Bagi SMA Santo Yusup, kegiatan seperti School Goes to Customs memiliki makna lebih dari sekadar kunjungan edukatif. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran yang membantu siswa melihat hubungan antara pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan kehidupan nyata.

Melalui pengalaman tersebut, siswa diajak untuk memiliki wawasan yang lebih luas, berani bertanya, aktif mencari informasi, serta mengenal berbagai profesi dan bidang pekerjaan yang ada di masyarakat. Pembelajaran seperti ini juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami bahwa setiap pekerjaan memiliki tanggung jawab dan peran penting dalam kehidupan bersama.

School Goes to Customs mengajarkan bahwa belajar dapat dilakukan di mana saja. Dengan melihat secara langsung, mendengarkan pengalaman, bertanya, dan berinteraksi, siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar dari dunia nyata. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka dalam menentukan langkah dan mempersiapkan masa depan.

Kegiatan ini diikuti oleh 89 siswa kelas X serta perwakilan siswa kelas XI dan XII, yaitu Josephine, Christina, Silfiona, Yvonne, dan Adrian. Para siswa didampingi oleh Bu Devi, Mem Lena, Bu Mariana, Bu Gracia, Pak Galih, dan Bu Rosa.

Melalui kegiatan School Goes to Customs, SMA Santo Yusup terus menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk rasa ingin tahu, keberanian untuk berinteraksi, dan kesadaran bahwa ilmu yang dipelajari di sekolah memiliki hubungan erat dengan kehidupan nyata.

Dari sekolah menuju dunia nyata, dari rasa ingin tahu menjadi wawasan, dan dari pengalaman hari ini menjadi bekal untuk masa depan.

Kontributor: Gracia Veronica Siregar, S.Pd.

Anda mungkin juga suka