Tanjung Balai Karimun, YTKNews.id — Bagaimana siswa mempersiapkan langkah setelah lulus SMA? Pertanyaan tersebut mendapat ruang jawab dalam Edufair 2026 SMA Santo Yusup Karimun, yang menghadirkan berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan untuk memperkenalkan pilihan masa depan kepada para murid.
Edufair 2026 dilaksanakan selama dua hari, Jumat, 18 September hingga Sabtu, 19 September 2026, di lingkungan SMA Santo Yusup Karimun. Menariknya, kegiatan tahun ini bersamaan dengan pelaksanaan SMASTY CUP 2026 yang dimulai pada 18 September hingga 3 Oktober 2026.


Kedua kegiatan tersebut diawali dengan acara pembukaan secara bersamaan, sehingga suasana di lingkungan SMA Santo Yusup Karimun terasa semakin semarak. Di satu sisi, para murid dan peserta mendapatkan kesempatan mengenal berbagai pilihan pendidikan tinggi, sementara di sisi lain semangat kompetisi SMASTY CUP terasa di lingkungan sekolah. Kompetisi diawali dengan lomba band pada hari pertama serta dimeriahkan dengan bazar selama kegiatan berlangsung.
Edufair 2026 menghadirkan sembilan perguruan tinggi dan lembaga Pendidikan, yaitu Cerah Eduspace, Universal, UNTAR, CIE, UIB, BTP, BINUS, Bentara Persada, dan UNRIKA. Mereka memberikan banyak informasi kepada murid. Kehadiran berbagai institusi tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai dunia perguruan tinggi. Mulai dari pilihan program studi, sistem pendidikan, jalur penerimaan mahasiswa, hingga berbagai peluang yang dapat dipersiapkan sejak masih duduk di bangku SMA.
Para murid tampak antusias memanfaatkan kesempatan tersebut. Mereka dapat mengunjungi stand, mendengarkan pemaparan, serta berinteraksi secara langsung dengan perwakilan kampus. Bagi murid, kesempatan seperti ini menjadi pengalaman yang berharga karena mereka tidak hanya memperoleh informasi dari internet atau media sosial, tetapi dapat bertanya dan berdiskusi langsung dengan pihak perguruan tinggi.
Ada satu hal yang turut membuat pelaksanaan Edufair tahun ini terasa lebih terorganisir, yaitu kehadiran Liaison Officer (LO) yang mendampingi setiap institusi. Setiap kampus mendapatkan dua orang LO yang bertugas mendampingi dan membantu berbagai kebutuhan selama kegiatan berlangsung. Pendampingan dilakukan mulai dari area stand hingga kegiatan di dalam ruangan kelas. Peran para LO mendapat apresiasi positif dari kampus-kampus yang hadir. Para perwakilan perguruan tinggi merasa lebih nyaman karena selama kegiatan berlangsung mereka memiliki pendamping yang siap membantu ketika membutuhkan informasi, arahan, maupun koordinasi dengan pihak sekolah. Tidak hanya sekadar mendampingi, para LO juga menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Mereka membantu memastikan mobilitas dan kebutuhan masing-masing kampus dapat terkoordinasi dengan baik. Kehadiran LO tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan suasana Edufair yang tertib, nyaman, dan ramah bagi para peserta.
Tahun ini menjadi pengalaman tersendiri bagi panitia karena Edufair dilaksanakan bersamaan dengan SMASTY CUP 2026, sebuah agenda besar yang melibatkan peserta dari berbagai sekolah. Meski dua kegiatan besar berlangsung dalam waktu yang beriringan, seluruh rangkaian Edufair dapat berjalan dengan baik. Tidak ditemukan kendala berarti di lapangan, baik dalam proses pendampingan kampus, kegiatan di stand, maupun saat perguruan tinggi berinteraksi dengan murid di dalam kelas.
Kelancaran tersebut tidak terlepas dari koordinasi yang dilakukan oleh panitia, guru, murid, LO, serta seluruh pihak yang terlibat. Setiap bagian menjalankan tugasnya masing-masing sehingga kegiatan dapat berlangsung sesuai dengan rencana. Situasi ini sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan besar dapat berjalan secara harmonis ketika didukung oleh komunikasi, kerja sama, dan rasa tanggung jawab dari setiap pihak.
Edufair 2026 bukan hanya menjadi tempat bagi perguruan tinggi memperkenalkan institusinya. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi jembatan bagi siswa SMA Santo Yusup Karimun untuk mulai mengenali dunia setelah SMA. Setiap informasi yang diperoleh siswa dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan jurusan, perguruan tinggi, maupun bidang yang ingin mereka tekuni di masa depan. Dengan hadirnya berbagai pilihan pendidikan tinggi dalam satu kegiatan, siswa memiliki kesempatan untuk membandingkan, bertanya, mencari tahu, dan mulai mengenali pilihan yang paling sesuai dengan minat serta rencana masa depan mereka.
Pada akhirnya, keberhasilan Edufair 2026 tidak hanya terlihat dari jumlah institusi yang hadir, tetapi juga dari pengalaman positif yang dirasakan oleh para peserta. Edufair 2026 SMA Santo Yusup Karimun pun menjadi bukti bahwa ketika sekolah, perguruan tinggi, guru, siswa, dan seluruh panitia bergerak bersama, sebuah kegiatan dapat menghadirkan manfaat sekaligus pengalaman yang berkesan. Di tengah semaraknya SMASTY CUP 2026, Edufair hadir membawa satu pesan penting bagi para murid: masa depan tidak hanya untuk ditunggu, tetapi perlu mulai dipersiapkan sejak sekarang.***
Kontributor: Sri Nova Gressi Situmorang, S.Pd
