Pangkalpinang, YTKNews.id — Perjalanan bukan sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Dalam perjalanan tersebut, ada cerita, tawa, pengalaman baru, dan kesempatan untuk semakin mengenal satu sama lain. Semangat inilah yang mewarnai perjalanan rekreasi komunitas Kantor Yayasan Tunas Karya (YTK) Pangkalpinang di Jawa Tengah pada 2–7 Oktober 2026, setelah mengikuti kegiatan rekoleksi pada 1 Oktober 2026.
Selama enam hari, rombongan menjelajahi sejumlah destinasi di Yogyakarta, Magelang, Ambarawa, dan Semarang. Selain menikmati keindahan alam, wisata budaya, dan wisata religi, perjalanan ini menjadi kesempatan untuk menyegarkan diri dari rutinitas pekerjaan, mempererat persaudaraan, serta membangun kebersamaan di luar suasana kantor.
Menyusuri Lereng Merapi, Menikmati Keindahan Yogyakarta
Perjalanan dimulai pada Jumat (2/10/2026) dengan penerbangan menuju Jakarta, kemudian dilanjutkan menggunakan bus ke Yogyakarta. Setibanya pada malam hari, peserta beristirahat untuk mempersiapkan diri mengikuti rangkaian kegiatan keesokan harinya.
Pada Sabtu (3/10/2026), suasana kebersamaan semakin terasa ketika rombongan mengikuti Lava Tour di Kaliurang. Dengan menaiki mobil jip, peserta menyusuri kawasan lereng Gunung Merapi, menikmati bentang alam, sekaligus mengenal kisah kehidupan masyarakat di sekitar gunung tersebut.
Salah satu tempat yang dikunjungi adalah Museum Petilasan Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Di tempat ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai sosok Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi yang dikenal karena kesetiaan dan pengabdiannya dalam menjaga tradisi masyarakat setempat.
Kunjungan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman wisata, tetapi juga mengajak peserta mengenal sejarah dan budaya lokal serta merefleksikan hubungan manusia dengan alam. Di balik keindahannya, Gunung Merapi juga mengingatkan manusia akan kekuatan alam dan pentingnya kesadaran terhadap risiko bencana.
Canda dan tawa sepanjang perjalanan membuat pengalaman semakin berkesan. Menyusuri jalanan berbatu, berlubang, dan tergenang air dengan mobil jip menjadi pengalaman yang berbeda dari keseharian di kantor, sekaligus menghadirkan cerita yang dapat dikenang bersama.
Dari kawasan Merapi, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Obelix Sea View. Dari ketinggian, peserta menikmati panorama Samudra Hindia dan pesisir Pantai Parangtritis. Hamparan laut, suasana santai, dan kesempatan berfoto bersama menjadi bagian dari pengalaman yang dinikmati peserta.
Menjelang petang, rombongan menyaksikan matahari terbenam yang indah, disertai pertunjukan tari Ramayana dan Shinta. Hari itu ditutup dengan Perayaan Ekaristi di Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran yang dipimpin oleh Romo Martin da Silva. Perayaan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk bersyukur atas pengalaman dan kebersamaan yang mereka nikmati.
Menguji Kekompakan di Sungai Elo
Pada Minggu (4/10/2026), rombongan bergerak menuju Magelang. Salah satu kegiatan yang paling dinantikan adalah arung jeram (river rafting) di Sungai Elo.
Mengarungi sungai dengan arus yang menantang menghadirkan suasana penuh kegembiraan. Setiap peserta perlu bekerja sama, mengikuti arahan pemandu, dan menjaga kekompakan agar perahu dapat melaju dengan baik. Pengalaman ini menjadi gambaran sederhana bahwa perjalanan bersama membutuhkan kepercayaan, komunikasi, dan kesediaan untuk saling mendukung.
Usai berarung jeram, rombongan melanjutkan kegiatan dengan tur menggunakan mobil klasik Volkswagen (VW) beratap terbuka di kawasan Borobudur. Sepanjang perjalanan, peserta menikmati suasana pedesaan, hamparan persawahan, serta aktivitas masyarakat dan sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Perjalanan ini memberikan kesempatan untuk melihat kehidupan masyarakat dari dekat sekaligus menikmati suasana pedesaan yang berbeda dari kesibukan sehari-hari.
Menemukan Ketenangan di Gua Maria Kerep Ambarawa
Pada Senin (5/10/2026), perjalanan dilanjutkan menuju Ambarawa. Rombongan mengunjungi Gua Maria Kerep Ambarawa, tempat ziarah yang menghadirkan suasana hening dan doa.
Di tengah rangkaian perjalanan wisata, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak, menata hati, dan bersyukur atas penyertaan Tuhan. Rombongan juga mengikuti Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Samuel.
Momen doa tersebut memberikan warna tersendiri dalam perjalanan. Kebersamaan tidak hanya dibangun melalui kegembiraan dan pengalaman wisata, tetapi juga melalui iman yang dirayakan bersama.
Setelah dari Ambarawa, rombongan menuju Semarang. Setibanya di kota ini, peserta menikmati suasana Kota Lama Semarang, kawasan bersejarah dengan bangunan-bangunan bergaya kolonial yang menjadi daya tarik tersendiri. Mereka berjalan-jalan, menikmati suasana kota, dan mengabadikan momen kebersamaan melalui foto bersama.
Berbagai pengalaman kuliner turut melengkapi perjalanan. Mencicipi makanan khas daerah, berbagi cerita, dan menikmati waktu bersama menjadi bagian sederhana yang membuat perjalanan semakin hangat.
Mengenal Sejarah dan Budaya Semarang
Pada Selasa (6/10/2026), rombongan mengunjungi Lawang Sewu, salah satu bangunan bersejarah yang menjadi ikon Kota Semarang. Peserta berkesempatan mengenal lebih dekat sejarah bangunan tersebut sekaligus menikmati arsitekturnya yang menjadi bagian dari kekayaan sejarah kota.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Sam Poo Kong, kompleks bersejarah yang dikenal sebagai salah satu warisan budaya penting di Semarang. Kunjungan ini memperkaya pengalaman peserta dalam mengenal sejarah, budaya, dan keberagaman tradisi masyarakat Indonesia.
Pada Rabu (7/10/2026), rombongan bertolak menuju Jakarta untuk melanjutkan perjalanan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan kembali ke Pangkalpinang.
Pulang Membawa Cerita dan Persaudaraan
Enam hari perjalanan pun berakhir. Namun, yang dibawa pulang bukan sekadar oleh-oleh, foto, atau kenangan dari tempat-tempat yang dikunjungi. Ada cerita lucu, tawa sepanjang perjalanan, pengalaman baru, dan kedekatan yang tumbuh melalui waktu yang dihabiskan bersama.
Bagi komunitas Kantor YTK, rekreasi ini menjadi kesempatan untuk mengenal rekan kerja lebih dekat, bukan hanya sebagai teman dalam menjalankan tugas, tetapi juga sebagai sahabat yang berbagi cerita, kegembiraan, dan pengalaman hidup.
Kebersamaan seperti ini menjadi bagian penting dalam merawat semangat pelayanan. Sebab, karya yang baik tidak hanya bertumpu pada tanggung jawab dan profesionalisme, tetapi juga pada relasi yang harmonis, rasa saling percaya, dan kesediaan untuk saling mendukung.
Dari lereng Merapi hingga Sungai Elo, dari Gua Maria Kerep hingga Kota Lama Semarang, setiap tempat menghadirkan pengalaman yang berbeda. Namun, makna terbesarnya tetap sama: perjalanan yang berkesan bukan semata-mata tentang indahnya tempat yang dikunjungi, melainkan juga tentang orang-orang yang berjalan bersama.
Dengan hati yang lebih segar dan kenangan yang tersimpan, komunitas Kantor YTK kembali ke Pangkalpinang untuk melanjutkan tugas dan pelayanan. Semoga persaudaraan yang semakin erat selama perjalanan ini terus bertumbuh dan menjadi kekuatan untuk berkarya bersama, memberikan pelayanan terbaik, serta mewujudkan semangat kekeluargaan di lingkungan YTK. (da silva, pr)
