Sungailiat, YTKNews.id – Hemat tidak berarti membatasi diri. Di SD Maria Goretti, sikap hemat justru melahirkan cerita, gambar, komik, dan suara. Melalui kegiatan kokurikuler pada semester ganjil ini, seluruh murid kelas I hingga VI belajar bahwa menghargai apa yang dimiliki merupakan langkah awal untuk menumbuhkan kreativitas.
Kegiatan ini mengusung tema “Frugal Living: Bijak Menggunakan, Kreatif Berkarya, dan Menghargai Apa yang Kita Miliki” dengan slogan “Berkata, Berkarya, dan Berhemat dengan Ceria!”. Pemilihan tema ini tidak terlepas dari dua kebiasaan yang kerap dijumpai di lingkungan sekolah. Pertama, banyak murid yang gemar menyobek halaman buku tulis, kemudian melipat-lipatnya tanpa tujuan yang jelas. Kedua, cukup banyak barang milik murid yang hilang dan tidak diketahui pemiliknya karena tidak ada yang mengakui kepemilikannya.
Barang-barang yang ditemukan tersebut kini disimpan di sebuah lemari kaca di depan kantor sekolah agar murid-murid dapat melihatnya dan mengingat kembali barang milik mereka. Kedua kebiasaan tersebut dipandang sebagai tanda bahwa sikap menghargai dan rasa memiliki perlu dipupuk sejak dini.
Melalui kegiatan kokurikuler ini, murid-murid diajak memahami bahwa hidup hemat bukanlah bentuk pembatasan, melainkan wujud kecerdasan dalam mengelola dan menghargai apa yang dimiliki. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di kelas masing-masing dan dipandu langsung oleh wali kelas. Ruang kelas pun menjelma menjadi ruang berkarya yang hangat, tempat setiap murid bebas menuangkan gagasan dengan bimbingan guru yang telah mereka kenal dekat.
Setiap kegiatan disesuaikan dengan tahap perkembangan murid, dengan rangkaian sebagai berikut.
Cerita Barang Kesayanganku
Kegiatan ini diikuti oleh murid kelas I dan II. Mereka menuturkan kisah tentang barang yang paling disayangi serta alasan barang tersebut perlu dirawat. Melalui cerita sederhana itu, tumbuh pemahaman bahwa barang yang dijaga dengan baik dapat digunakan lebih lama sehingga mereka tidak perlu terburu-buru membeli barang baru.
Poster Cilik, Pesan Unik
Murid kelas III mengasah bakat seni melalui pembuatan poster kreatif bertema frugal living. Melalui goresan warna dan rangkaian kata, mereka menyampaikan pesan tentang pentingnya hidup hemat kepada siapa pun yang melihat karya mereka.
Komik Hemat, Cerita Hebat
Kegiatan ini diperuntukkan bagi murid kelas IV dan V. Mereka mengekspresikan imajinasi melalui komik sederhana yang memuat pesan bijak tentang berhemat dalam kehidupan sehari-hari. Setiap panel menjadi jendela kecil yang memperlihatkan cara pandang anak-anak terhadap kebiasaan baik.
Podcast Cilik: Suara Anak Bijak
Murid kelas VI melatih keberanian dan keterampilan berbicara dengan menyampaikan ide, pengalaman, serta kiat menerapkan frugal living melalui rekaman podcast. Kegiatan ini menjadi sarana untuk berbagi inspirasi dengan teman sebaya.
Sebelum melakukan rekaman, mereka terlebih dahulu menyiapkan gagasan dan menyusun naskah sederhana tentang kebiasaan hemat yang pernah diterapkan, mulai dari merawat perlengkapan sekolah hingga memanfaatkan kembali barang yang masih layak pakai. Setiap murid belajar menyusun kalimat agar mudah dipahami, mengatur intonasi dan jeda, serta berbicara dengan percaya diri di depan alat perekam.
Dalam kegiatan ini, suara menjadi medium untuk berkarya. Tanpa gambar dan gerakan, pesan disampaikan kepada pendengar melalui pilihan kata dan cara penuturannya. Oleh karena itu, murid-murid dilatih untuk menyampaikan gagasan secara jelas, runtut, dan menyentuh. Hasil rekaman diharapkan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan pengalaman satu murid dengan murid lainnya karena pesan tentang hidup hemat akan terasa lebih dekat ketika disampaikan oleh teman sebaya.
Melalui kegiatan kokurikuler ini, SD Maria Goretti berharap seluruh murid tidak hanya terampil berbahasa dan berkarya, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang menghargai segala sesuatu yang dimiliki, berani bertanggung jawab atas barang miliknya, serta mampu menjadi teladan dan sumber inspirasi bagi lingkungan sekitar.
“Frugal living bukan berarti pelit atau serba kekurangan. Frugal living adalah kebiasaan menggunakan sesuatu secukupnya, merawat apa yang kita miliki, dan mensyukurinya. Dari sikap itulah kreativitas tumbuh karena kita belajar memanfaatkan apa yang ada dengan cara-cara baru. Nilai inilah yang kami harapkan tertanam dalam diri anak-anak sejak dini,” ujar Kepala SD Maria Goretti, Revita Andy Hapsari, S.Pd.
Kegiatan kokurikuler kali ini menjadi pengingat bahwa kebiasaan baik tidak tumbuh dalam semalam. Kebiasaan itu berkembang melalui hal-hal kecil yang dirawat setiap hari: selembar kertas, sebuah pensil, dan sebuah kejujuran.
Kontributor: Ida Hastuti, S.Pd.
