Tanjung Balai Karimun, YTK News – Hari Senin (12/10/2026) menjadi hari yang sangat istimewa dan berbeda bagi anak-anak di TK Santo Yusuf. Pagi itu, suasana kelas yang biasanya diisi dengan kegiatan belajar rutin mendadak dipenuhi rasa penasaran. Wajah-wajah mungil para siswa tampak berbinar ketika beberapa tamu spesial memasuki ruangan. Mereka adalah para guru dari SD Santo Yusuf yang datang berkunjung untuk berbagi keceriaan.
Acara dibuka dengan manis oleh Paskalina Sakoikoi, S.Sos., atau yang akrab disapa Ibu Paska. Dengan senyum lebar dan suara yang ramah, beliau menyapa anak-anak satu per satu. “Halo, anak-anak! Siapa yang hari ini siap mendengarkan cerita? Are you ready?” sapa Ibu Paska dengan hangat. Anak-anak menyahut dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu tentang cerita yang akan dibawakan.
Suasana semakin seru ketika Cindie Wulandari, A.Md. (Ibu Cindy), maju ke depan untuk mulai mendongeng. Dengan gaya bercerita yang lincah, ekspresi wajah yang lucu, dan tiruan suara karakter yang menggemaskan, Ibu Cindy berhasil menyihir seluruh ruangan. Anak-anak tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kocak tokoh dalam cerita. Namun, di balik gelak tawa itu, Ibu Cindy secara perlahan menyelipkan pesan-pesan kebaikan tentang pentingnya menjadi anak yang rendah hati dan suka menolong.
Saking hidupnya cerita yang dibawakan, ada satu momen unik yang membuat para guru tersentuh. Salah seorang anak TK begitu fokus menyimak hingga terbawa perasaan. Ia ikut merasakan kesedihan tokoh dalam cerita hingga menangis dan meneteskan air mata. “Anak-anak sangat bersemangat. Ada satu anak yang sampai terhanyut dalam cerita dan menangis,” kenang Ibu Cindy sambil tertawa bahagia saat mengingat kepolosan siswa tersebut.
Keseruan tak berhenti di situ. Setelah sesi dongeng yang penuh emosi, Pontius Manullang, yang biasa disapa Tulang Pontius, dan Yanuarius Bey, S.Fil., yang akrab dipanggil Pak Rian, mengambil gitar kesayangan mereka dan mulai memetik senar. Alunan nada merdu mengalun, mengiringi lagu indah yang dinyanyikan. Cindy dan Paska kemudian memandu anak-anak untuk bernyanyi bersama. Suasana kelas semakin hidup saat anak-anak bertepuk tangan, bergoyang kecil, dan menyanyikan lirik lagu dengan penuh semangat.
Melalui kegiatan sederhana namun berkesan ini, para guru ingin menunjukkan bahwa belajar di sekolah sangat menyenangkan. Ibu Cindy menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan cara SD Santo Yusuf untuk menyapa sekaligus mengenalkan lingkungan sekolah mereka yang ramah anak.
“Kami ingin adik-adik TK mengenal lebih dekat para guru SD Santo Yusuf. Di SD nanti, mereka akan mendapati guru-guru yang tidak hanya berpengalaman dan kreatif, tetapi juga sangat penyayang, peduli, dan siap membantu mereka menemukan bakat serta potensi terbaiknya,” ungkap Ibu Cindy.
Lebih dari sekadar berkunjung dan menghibur, pihak SD Santo Yusuf menaruh harapan besar agar anak-anak TK Santo Yusuf kelak dapat melanjutkan pendidikan mereka di SD Santo Yusuf. Dengan begitu, pembentukan karakter, kebiasaan positif, dan penanaman nilai-nilai baik yang telah dibina sejak di TK dapat terus dijaga dan dilanjutkan secara berkesinambungan di tingkat sekolah dasar.
Semoga kolaborasi yang telah terjalin dengan baik antara kedua unit, TK Santo Yusuf dan SD Santo Yusuf, semakin menumbuhkan cinta dan semangat pelayanan kepada anak-anak yang bersekolah di Santo Yusuf.
Kontributor: Mariotto Lumban Batu, S.Pd.
