Pangkalpinang, YTKNews.id — SD Santo Paulus 1 Pangkalpinang merayakan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026 pada Jumat (16/10/2026) dengan penuh sukacita melalui berbagai kegiatan edukatif dan perlombaan antarkelas. Mengusung tema “Bumi adalah milikku, kamu hanyalah orang asing dan tamu di hadapan-Ku” (bdk. Imamat 25:23), kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh warga sekolah untuk merefleksikan pentingnya menjaga bumi, menghargai keanekaragaman pangan lokal, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan renungan pagi yang mengajak para murid dan guru untuk mensyukuri anugerah pangan sekaligus menyadari tanggung jawab manusia dalam merawat bumi. Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama bagi saudara-saudara setanah air yang tengah mengalami musibah kebakaran dan kekeringan. Melalui doa tersebut, warga sekolah diajak untuk menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap mereka yang sedang menghadapi kesulitan.

Suasana perayaan semakin meriah melalui berbagai perlombaan yang disesuaikan dengan jenjang fase pembelajaran. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian ialah lomba memasak kolak oleh para wali kelas. Dalam perlombaan ini, para wali kelas mengolah beragam bahan pangan lokal, seperti umbi-umbian dan pisang, menjadi kolak, salah satu panganan tradisional Indonesia yang kaya akan cita rasa dan nilai budaya. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kekayaan pangan lokal dan kreativitas dalam mengolah bahan pangan yang tersedia di sekitar.
Sementara itu, siswa Fase A, yakni kelas I dan II, mengikuti lomba mewarnai bertema Hari Pangan Sedunia. Siswa Fase B, yang terdiri atas kelas III dan IV, berpartisipasi dalam lomba membuat poster dengan tema serupa. Adapun siswa Fase C mengikuti lomba membuat kerajinan tangan dari bahan daur ulang limbah pangan. Melalui kegiatan tersebut, para murid tidak hanya diajak untuk mengembangkan kreativitas, tetapi juga belajar memahami pentingnya mengurangi sampah dan memanfaatkan kembali bahan-bahan yang masih dapat digunakan.

Setelah perlombaan, kegiatan dilanjutkan dengan sarapan bersama yang menyajikan beragam produk olahan berbahan dasar pangan lokal. Berbagai makanan dari kacang-kacangan, singkong, pisang, jagung, ubi, talas, serta buah-buahan lokal dinikmati bersama oleh warga sekolah. Momen ini menjadi kesempatan bagi para murid untuk mengenal lebih dekat keberagaman sumber pangan di Indonesia sekaligus membiasakan diri menghargai makanan dan menghindari pemborosan pangan.
Kepala SD Santo Paulus 1 Pangkalpinang, Maria Santi Astuti, S.Pd., menyampaikan harapannya agar perayaan HPS tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan juga memberikan pembelajaran bermakna bagi seluruh siswa.
“Melalui perayaan HPS ini, kami berharap anak-anak semakin menghargai pangan lokal, mengembangkan kreativitas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Bumi merupakan anugerah yang harus kita jaga bersama. Karena itu, mari kita mulai dari hal-hal sederhana, seperti tidak membuang-buang makanan, mengurangi sampah, dan mensyukuri setiap rezeki yang kita terima,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman para pemenang dari setiap cabang perlombaan. Sorak sorai dan kebahagiaan mewarnai momen tersebut sebagai bentuk apresiasi atas usaha, kreativitas, dan partisipasi para murid serta guru.
Perayaan HPS di SD Santo Paulus 1 Pangkalpinang diharapkan dapat menanamkan kesadaran bahwa menjaga bumi dan keberlanjutan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kebiasaan sederhana yang diterapkan sejak dini, seluruh warga sekolah diharapkan terus bertumbuh menjadi pribadi yang kreatif, peduli terhadap lingkungan, menghargai keberagaman pangan, serta mampu berbagi kasih kepada sesama.
Kontributor: Shasa Apriva Rustam
