Pangkalpinang, YTKNews.id – Suasana meriah dengan riuh tepuk tangan menggema di lapangan upacara SMP Santa Theresia Pangkalpinang pada 16 Oktober 2026. Ratusan murid kelas VII berkumpul untuk mengikuti penutupan kegiatan kokurikuler semester ini yang dikemas dalam ajang perlombaan pentas seni. Uniknya, kegiatan ini memadukan kreativitas bermusik, pelestarian budaya daerah, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui bimbingan para guru pendamping, para murid ditantang untuk menyulap barang-barang bekas menjadi alat musik sederhana yang menarik. Kardus, kaleng minuman, botol plastik, pipa paralon, hingga bambu sisa bangunan dimanfaatkan sebagai instrumen musik yang menghasilkan bunyi dan irama unik.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga sarana pembelajaran untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Nusantara sejak dini. Setiap kelompok diwajibkan membawakan lagu daerah Bangka Belitung dengan iringan alat musik hasil karya mereka sendiri. Melalui kegiatan ini, para murid belajar bahwa barang bekas masih memiliki nilai guna apabila diolah secara kreatif.

Para guru pendamping tim kokurikuler kelas VII mengungkapkan kebanggaan mereka atas antusiasme para murid, mulai dari proses pembuatan alat musik hingga penampilan di panggung pentas seni. Semangat dan kerja sama yang ditunjukkan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran yang mereka jalani.
Perlombaan diawali oleh Seta Dewa, S.Sn, perwakilan tim kokurikuler kelas VII, yang membuka kegiatan sekaligus memperkenalkan dewan juri, yakni Yustina Rubiyati, S.Pd. dan Nikolaus Abimanyu Wicaksono, S.Pd.
Sebelum penampilan dimulai, Seta Dewa mengajak para murid untuk kembali menghidupkan budaya mendengarkan. “Ada hal yang hilang dari kita, apakah ada yang tahu? Salah satunya adalah budaya mendengarkan,” ungkapnya. Ajakan tersebut mengingatkan para murid untuk menghargai setiap penampilan dengan menyimak secara saksama.
Satu per satu, sepuluh kelompok tampil membawakan karya terbaik mereka. Setiap kelas mengirimkan dua tim perwakilan yang telah melalui proses seleksi pada hari sebelumnya. Dengan aransemen dan kreativitas yang beragam, masing-masing kelompok berusaha memberikan penampilan terbaik di hadapan para juri dan penonton.
Antusiasme para murid terlihat sepanjang kegiatan. Mereka tampil penuh percaya diri, ekspresif, dan bersemangat saat memainkan alat musik hasil rakitan bersama. Bahkan, beberapa murid tampak tidak sabar untuk segera menunjukkan karya yang telah mereka persiapkan. Momen ini menjadi bukti bahwa proses belajar yang kreatif dapat mendorong keberanian, kerja sama, dan rasa bangga terhadap hasil karya sendiri.
Kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang dan sesi foto bersama. Para juara menerima piagam penghargaan, hadiah sederhana, serta replika piala sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan usaha mereka. Senyum bahagia tampak menghiasi wajah para murid yang telah berhasil menyelesaikan rangkaian kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan kokurikuler ini, SMP Santa Theresia Pangkalpinang berharap para murid semakin mengenal dan mencintai kebudayaan daerah, sekaligus mampu memanfaatkan barang bekas menjadi karya yang bernilai. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan melalui pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan edukatif.
Kontributor: Nikolaus
