Home » Murid Kelas VIII SMP Santa Theresia Antusias Lestarikan Permainan Tradisional

Murid Kelas VIII SMP Santa Theresia Antusias Lestarikan Permainan Tradisional

oleh humas YTK

Pangkalpinang, YTKNews.id – SMP Santa Theresia Pangkalpinang membuktikan bahwa pesona warisan budaya tak pernah pudar di tengah gemerlap era digital dan dunia gawai. Selama empat hari penuh, pada 12 hingga 15 Oktober 2026, seluruh siswa kelas VIII terlibat aktif dalam kegiatan kokurikuler bertema Kearifan Lokal: Mengenal dan Melestarikan Permainan Tradisional Indonesia. Kegiatan yang diinisiasi oleh tim kokurikuler kelas VIII ini dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus mengajak para siswa menyelami tawa dan kebersamaan lewat permainan masa kecil nusantara.

Rangkaian kegiatan kokurikuler ini berlangsung penuh warna dan menggugah semangat murid juga bapak ibu pendamping.

Hari pertama pelaksanaan, murid diajak untuk berliterasi yakni dengan menjelajah dan mencari ragam informasi dari internet mengenai asal-usul, sejarah, dan nilai-nilai moral yang terkandung dalam permainan tradisional Indonesia. Pengetahuan tersebut kemudian dirangkai dalam bentuk makalah secara berkelompok.

Setelah menjelajah permainan tradisional Indonesia, hari kedua, anak-anak diajak untuk mengkreasikan pesan lewat poster. Kreativitas para murid diuji melalui pembuatan poster edukatif. Lewat warna dan desain menarik, mereka mengampanyekan pentingnya melestarikan permainan tradisional agar tidak punah dan terus lestari.

Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, pelaksanaan hari ketiga mengundang gelak tawa di medan permainan. Berbekal alat-alat permainan yang telah disiapkan secara mandiri, lapangan sekolah berubah menjadi ajang nostalgia yang meriah, mengenang permainan masa dulu. Suasana dipenuhi antusiasme dan rasa penasaran saat para murid memainkan lompat tali, bola bekel, congklak, gasing, kelereng, hingga biji saga. Semua riang gembira menikmati setiap momen kebersamaan tanpa sekat gawai.

Hingga dipuncak kegiatan, para murid diajak untuk saling berkompetisi. Ajang sportivitas Hadangan atau disebut Bilun semakin menyemarakkan GOR SMP Santa Theresia. Kemeriahan mencapai puncaknya pada hari terakhir. Seluruh kelas 8 saling unjuk kebolehan dan kerja sama tim dalam turnamen antar-kelas ini. Sorak-sorai penonton dan semangat pantang menyerah para pemain menyelimuti pertandingan puncak ini.

Pengalaman langsung ini memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Tidak hanya melatih fisik dan ketangkasan, permainan tradisional juga mengajarkan nilai sportivitas, strategi, serta kerja sama tim.

“Saya sangat antusias dengan kegiatan kokurikuler bertema permainan tradisional kali ini. Kehadiran Bapak dan Ibu tim kokurikuler kelas 8 yang ikut berbaur dan bermain bersama membuat suasana menjadi makin meriah, akrab, dan menyenangkan. Di tengah maraknya penggunaan gawai, kegiatan ini menjadi momentum yang tepat untuk mengajak para murid bergerak aktif di luar ruangan sekaligus mengenal kembali warisan budaya Nusantara.” ungkap Melva Hilderia, anggota tim kokurikuler kelas 8.

“Nilai utama dari kegiatan ini tidak hanya terletak pada keseruannya, tetapi juga pada kebersamaan yang terjalin, melatih kerja sama tim, komunikasi, dan kejujuran. Saya berharap kegiatan ini tidak sekadar berhenti sebagai program kokurikuler saja, tetapi dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan di saat jam istirahat atau waktu luang di sekolah. Melalui kegiatan ini, seluruh murid diharapkan dapat semakin bangga akan kekayaan budaya bangsa serta terdorong untuk terus melestarikannya.” tambahnya.

Florensius K. Arista, selaku perwakilan guru, juga menyampaikan apresiasi atas semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh siswa selama kegiatan berlangsung. Beliau berharap momentum ini tidak berhenti hanya sebagai agenda sekolah semata.

“Harapan kami ke depannya, anak-anak SMP Santa Theresia, khususnya kelas 8, dapat terus menjaga dan melestarikan permainan tradisional yang ada di Indonesia. Jangan sampai kekayaan budaya kita ini terlupakan begitu saja,” ungkapnya dengan penuh optimisme.

Melalui kegiatan kokurikuler ini, SMP Santa Theresia Pangkalpinang membuktikan bahwa melestarikan tradisi bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, edukatif, dan penuh kenangan indah.

Kontributor: Kevin

Anda mungkin juga suka