Home » Tingkatkan Etos Kerja dan Kekeluargaan, SMA Santo Yosef Gelar Rekoleksi

Tingkatkan Etos Kerja dan Kekeluargaan, SMA Santo Yosef Gelar Rekoleksi

oleh admin

Pangkalpinang, YTKNews.id– Komunitas SMA Santo Yosef mengadakan rekoleksi di 2 hari yang berbeda, yakni hari pertama Tanggal 16 Oktober 2021 di GOR Kompleks SMP Santa Theresia dan SMA Santo Yosef, dan hari kedua Tanggal 23 Oktober 2021 di Pantai Tikus Emas Sungailiat.

Hari pertama rekoleksi menghadirkan seorang motivator, Frans Lim, diikuti oleh semua guru dan karyawan SMA Santo Yosef. Rekoleksi yang dimulai sekitar Pukul 07.30 Wib diawali dengan perkenalan dengan Frans Lim dan pemberian motivasi-motivasi yang membangun untuk melakukan perubahan dalam kerja/ mengajar.

Kegiatan selanjutnya adalah ibadat singkat yang dipimpin oleh Frans Lim sendiri, kemudian ada games dan dinamika kelompok juga yang digelar pada rekoleksi tersebut.

Di dalam games, masing-masing peserta diberi kertas kecil dengan 3 warna, yaitu kuning, merah, hijau. Games tersebut mengajak peserta kedalam keadaan jika menjadi kaya, tetap, berkurang, atau bangkrut. Jika kertas yang dipegang masih 3 maka akan masuk ke grup tetap, kalau 2 atau 1 maka akan masuk ke grup berkurang, kalau 0 maka akan masuk ke grup bangkrut, dan jika lebih dari 3 maka akan masuk ke grup kaya.

“Bukan ‘Saya Memilih Sukses’ tetapi ‘Sukses Pilihan Saya’ dan ‘Yakin Esok Sukses’. Walaupun konteks kalimatnya sama tapi beda maknanya. Kalau ‘Saya Memilih sukses’ itu subjeknya apa? Saya. Tetapi kalau ‘Sukses Pilihan Saya’ subjeknya Sukses. Jadi terapkanlah di dalam diri bapak ibu masing-masing kata ‘Sukses Pilihan Saya’ dan ‘Yakin Esok Sukses’,” kata Frans Lim.

Selain itu juga diputarkan satu film pendek tentang anak burung dan induknya. Film tersebut mengajak peserta rekoleksi untuk melakukan perubahan dari menjadi pribadi yang mandiri, dan berani keluar dari zona nyaman.

Pada sesi terakhir ditampilkan atraksi dari Frans Lim yaitu dua gelas yang ditali dan berisikan beras, dimana gelas itu jika digoyang searah tidak akan tumpah, tetapi berlarut-larut akan tumpah jika dua gelas tersebut bertabrakan.

“Begitu pula di dalam komunitas khususnya SMA Santo Yosef. Jika ada guru/ karyawan yang tidak searah/ tidak sejalan, maka di dalamnya akan hancur/ runtuh. Untuk itu perlu sebuah kerjasama dan kekompakan untuk membangunnya kembali,” kata Frans Lim.

Pada rekoleksi hari kedua yang berlangsung di Pantai Tikus Emas Sungailiat, rombongan peserta rekoleksi yang berangkat menggunakan 2 bus tiba di lokasi Pantai Tikus Emas sekitar Pukul 08.00 Wib.

Ada beberapa kegiatan di Pantai Tikus Emas, antara lain games, pembagian doorprize, dan acara bebas. Kali ini games dipandu oleh Martina Winarti dan Alexia Dea. Kegiatan gamesnya adalah membawa gelas berisi air dengan tali rafia, dan pesertanya dibagi menjadi 5 kelompok. Di games tersebut peserta harus mampu membawa gelas hingga sampai ke tempat yang dituju tanpa menumpahkan air yang ada di dalam gelasnya.

“Air di dalam gelas anggap saja harta yang paling berharga,” kata Martina.

Setelah games selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian doorprize, dilanjutkan dengan acara bebas, dimana ada yang memilih untuk bersantai-santai, dan ada juga yang mencoba wahana banana boat.

“Rekoleksi ini diadakan dengan tujuan meningkatkan etos kerja, kekeluargaan, kerjasama, selalu bersemangat, dan bisa bertahan dalam segala kondisi terutama covid-19 yang membuat semua berubah,” kata kepala SMA Santo Yosef, Frans.(JnP/YTKNews.id)

Reporter : Fitria Dyah Palupi

Anda mungkin juga suka

Tinggalkan Komentar

* Dengan menggunakan formulir ini Anda setuju dengan penyimpanan dan penanganan data Anda oleh situs web ini.